Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

IDENTIFIKASI IDENTIFIKASI DAN PENETAPAN KADAR KLORIN (CI2) DALAM BERAS PUTIH (Oryza Sativa L.) YANG DIJUAL DI PASAR KENDAL DENGAN METODE ARGENTOMETRI: Identifikasi Dan Penetapan Kadar Klorin (Ci2) Dalam Beras Putih (Oryza Sativa L.) Yang Dijual Di Pasar Kendal Dengan Metode Argentometri UTAMI, Rose Malinda Andamari Wahyu Utami; Melani Dewi; Nita Fajaryanti
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 5 No. 02 (2024): Februari
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v5i02.1423

Abstract

ABSTRAK Permasalahan manipulasi mutu beras sering dilakukan oleh pedagang curang seperti penyemprotan zat aromatik dan pemakaian bahan pemutih seperti klorin (Cl2). Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 033/Menkes/Per/IX/2012, bahwa klorin tidak tercatat sebagai Bahan Tambahan Pangan (BTP) dalam kelompok pemutih yang diperbolehkan. Dipilihnya beras putih (Oryza Sativa L.) sebagai sampel penelitian karena beras putih (Oryza Sativa L.) merupakan makanan pokok yang dikonsumsi masyarakat Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah beras putih (Oryza Sativa L.) yang dijual di Pasar Kendal mengandung klorin (Cl2) dengan metode argentometri dan berapakah kadar klorin pada beras putih (Oryza Sativa L.) yang dijual di Pasar Kendal dengan metode argentometri. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan metode titrasi argentometri dengan teknik Simpel Random Sampling. Penelitian ini dilakukan secara observasional dengan pendekatan kualitatatif dan kuantitatif. Data kadar klorin dianalisa melalui prosedur uji univariat (analisa deskriptif). Hasil penelitian yang diperoleh dari enam sampel beras putih (Oryza Sativa L.) yang dijual di Pasar Kendal menunjukkan bahwa 3 sampel beras curah yang diteliti terdapat 2 sampel beras yang positif mengandung klorin dengan 66,6932 mg/L dan 71,0087 mg/L. Serta pada 3 sampel beras kemasan terdapat 1 sampel beras yang mengandung klorin dengan kadar 55,7085 mg/L, sedangkan pada 3 sampel lainnya tidak mengandung klorin.
UJI UJI AKTIFITAS ANTIPIRETIK INFUSA DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa Bilimbi L.) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus Musculus) YANG DIINDUKSI PEPTON: Uji Aktifitas Antipiretik Infusa Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) Terhadap Mencit Putih Jantan (Mus Musculus) Yang Diinduksi Pepton Khairunnisa, Mutiara Hasna; Fajaryanti, Nita; Wahyu Utami, Rose Malinda Andamari
Jurnal Ilmiah JOPHUS : Journal Of Pharmacy UMUS Vol. 5 No. 02 (2024): Februari
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jophus.v5i02.1425

Abstract

Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) merupakan tanaman yang mengandung flavonoid. Berdasarkan penelitian-penelitian sebelumnya bahwa flavonoid memiliki banyak manfaat seperti antipiretik, analgetik, dan antiinflamasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antipiretik infusa daun belimbing wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) terhadap mencit putih jantan (Mus Musculus) yang diinduksi pepton. Hewan uji yang digunakan sebanyak 15 ekor dan dibagi menjadi 3 kelompok yaitu kontrol negatif, kontrol positif, dan kelompok pemberian infus. Setiap mencit diinduksi dengan pepton dosis 1ml/KgBB secara subkutan. Pengukuran suhu dilakukan sebelum induksi, 30 menit setelah pemberian induksi dan setiap 30 menit sampai menit ke-120. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan uji One Way ANOVA (Analysis of Variance) dan uji LSD (Least Significant Different). Hasil penelitian menunjukkan bahwa infusa daun belimbing wuluh memiliki aktivitas yang sebanding dengan kontrol positif parasetamol dalam menurunkan demam dan hasil data anova p<0,05. Kesimpulannya infusa daun belimbing wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) memiliki aktivitas antipiretik yang dapat menurunkan suhu tubuh mencit putih jantan (Mus Musculus).
Analisis Kadar Asam Lemak Bebas pada Minyak Goreng Curah “X” dan Minyak Goreng Kemasan “Y” Berdasarkan Lama Waktu Pemanasan secara Alkalimetri Fatihaturrizqiyah, Nurul; Fajaryanti, Nita; Utami, Rose Malinda Andamari Wahyu
Jurnal Farmasetis Vol 13 No 1 (2024): Jurnal Farmasetis: Februari 2024
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/far.v13i1.2047

Abstract

Minyak goreng adalah bahan utama yang dibutuhkan manusia untuk mengolah makanan dan digunakan sebagai media penggorengan. Penggorengan, yang dilakukan dengan suhu pemanasan yang tinggi dan waktu yang lama, menghasilkan reaksi degradasi minyak yang menghasilkan asam lemak bebas. Asam lemak bebas dapat meningkatkan kadar kolesterol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah kadar asam lemak bebas pada minyak goreng curah “X” dan minyak goreng kemasan “Y” yang sudah diberi perlakuan pemanasan dengan suhu 170°C, selama 15, 30, dan 45 menit dan untuk mengetahui apakah jumlah kadar asam lemak bebas tersebut sesuai dengan nilai standar SNI 7709-2019 atau tidak. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan metode titrasi alkalimetri dengan teknik sampling puposive sampling dan random sampling, data dianalisis dengan uji independent sample test. Hasil penelitian menunjukkan kadar asam lemak bebas pada minyak goreng curah “X” pada pemanasan 15 menit = 0,299%, 30 menit = 0,316%, 45 menit = 0,34%. Kadar asam lemak bebas pada minyak goreng kemasan “Y” pada pemanasan 15 menit = 0,097%, 30 menit = 0,159%, 45 menit = 0,186%. Dapat disimpulkan kadar asam lemak bebas pada minyak goreng curah dengan pemanasan 30 dan 45 menit melebihi SNI 7709-2019. Kadar rata-rata kadar asam lemak bebas antara minyak goreng curah “X” dengan minyak goreng kemasan “Y” terdapat perbedaan yang signifikan.
UJI AKTIFITAS ANTIPIRETIK INFUS DAUN BAMBU TALI (Gigantochloa Apus Kruz.) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus Musculus) YANG DIINDUKSI PEPTON Azizah, Tri Nur; Agustin, Priya Cyntia; Wahyu Utami, Rose Malinda Andamari
BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal Vol 3, No 01 (2024): BENZENA PHARMACEUTICAL SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/benzena.v3i01.4623

Abstract

Tanaman Bambu Tali (Gigantochloa Apus Kruz.)  merupakan tanaman yang secara empiris dapat digunakan oleh masyarakat sebagai obat antiinflamasi, antidiabetes, dan antioksidan. Daun Bambu Tali (Gigantochloa Apus Kruz.) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, triterpenoid, steroid, tanin dan saponin yang berpotensi untuk digunakan sebagai antipiretik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh aktivitas antipiretik infus Daun Bambu Tali (Gigantochloa Apus Kruz.) pada mencit putih jantan (Mus Musculus) yang diinduksi pepton. Penelitian ini menggunakan metode rancangan pra eksperimen (pra eksperimental desings) berupa static group comparison yaitu sampel telah dirandomisasi baik pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol, menggunakan 15 ekor mencit yang dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan yaitu kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kontrol positif (paracetamol), dan kelompok uji yaitu pemberian infus Daun Bambu Tali (Gigantochloa Apus Kruz.). Setiap hewan uji diinduksi larutan pepton steril 10% dengan dosis 1 ml/Kg BB secara subkutan, munculnya demam terjadi setelah 30 menit pemberian induktor, pengukuran suhu rektal dilakukan setiap interval waktu 30 menit hingga waktu ke 120 menit. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan SPSS (Statistical Product and Service Solutions). Pengujian diawali dengan uji normalitas menggunakan uji Shapiro- Wilk. Data yang sudah berdistribusi homogen dan normal kemudian diuji menggunakan uji parametrik One Way ANOVA kemudian dilanjutkan analisa LSD Post Hoc. Dari hasil uji tersebut menunjukkan bahwa Daun Bambu Tali (Gigantochloa Apus Kruz.) memiliki efektivitas antipiretik sebanding dengan kontrol positif paracetamol dengan hasil data ANOVA (p<0,05). Kesimpulannya infus Daun Bambu Tali (Gigantochloa Apus Kruz.) memiliki aktivitas antipiretik yang dapat menurunkan suhu tubuh mencit putih jantan (Mus Musculus).
Edukasi Pemeriksaan Radiologi dan Pengobatan Penyakit Tuberkulosis Paru pada Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Desa Cepiring Timur Kabupaten Kendal: Education on Radiological Examination and Treatment of Pulmonary Tuberculosis on Family Empowerment and Welfare in East Cepiring Village Kendal Regency Utami, Lucky Restyanti Wahyu; Prayoga, Aryadiva Nugrahaning; Utami, Rose Malinda Andamari Wahyu; Utomo, Slamet; Afriani, Nur
J.Abdimas: Community Health Vol 6 No 1 (2025): J.Abdimas: Community Health - Mei 2025
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30590/jach.v6n1.1142

Abstract

The lack of public knowledge regarding pulmonary tuberculosis can influence the increase in the spread of the disease in Indonesia. So the purpose of this community service activity is to increase the knowledge of mothers empowering the welfare of the family of neighborhood association 08 community association 04 East Cepiring Village, Cepiring District, Kendal Regency, Central Java Province, regarding pulmonary tuberculosis. The education provided is related to radiological examinations to establish the diagnosis and treatment of pulmonary tuberculosis so that it is expected to help reduce the number of incidents of the spread of the disease, especially in Kendal Regency. The stages of community service activities consist of licensing, implementation and reporting. The activity was carried out using the lecture method. Based on the community service activities that have been carried out, the results showed that there was an increase in knowledge related to radiological examinations to confirm the diagnosis of pulmonary tuberculosis by 98% and an increase in knowledge related to the treatment of pulmonary tuberculosis by 98% among mothers, empowering the welfare of families, neighborhood association 08 community association 04 East Cepiring Village, Cepiring District, Kendal Regency, Central Java Province. This increase in knowledge is expected to help reduce the number of people suffering from pulmonary tuberculosis in various regions of Indonesia, especially in Kendal Regency. Keywords: knowledge, radiological examination, treatment, pulmonary tuberculosis
Edukasi Pemeriksaan Radiologi dan Pengobatan Penyakit Tuberkulosis Paru pada Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga Desa Cepiring Timur Kabupaten Kendal Prayoga, Aryadiva Nugrahaning; Utami, Rose Malinda Andamari Wahyu; Utomo, Slamet; Afriani, Nur; Utami, Lucky Restyanti Wahyu
J.Abdimas: Community Health Vol. 6 No. 1 (2025): J.Abdimas: Community Health - Mei 2025
Publisher : LPPM STIKES Guna Bangsa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30590/jach.v6n1.1142

Abstract

The lack of public knowledge regarding pulmonary tuberculosis can influence the increase in the spread of the disease in Indonesia. So the purpose of this community service activity is to increase the knowledge of mothers empowering the welfare of the family of neighborhood association 08 community association 04 East Cepiring Village, Cepiring District, Kendal Regency, Central Java Province, regarding pulmonary tuberculosis. The education provided is related to radiological examinations to establish the diagnosis and treatment of pulmonary tuberculosis so that it is expected to help reduce the number of incidents of the spread of the disease, especially in Kendal Regency. The stages of community service activities consist of licensing, implementation and reporting. The activity was carried out using the lecture method. Based on the community service activities that have been carried out, the results showed that there was an increase in knowledge related to radiological examinations to confirm the diagnosis of pulmonary tuberculosis by 98% and an increase in knowledge related to the treatment of pulmonary tuberculosis by 98% among mothers, empowering the welfare of families, neighborhood association 08 community association 04 East Cepiring Village, Cepiring District, Kendal Regency, Central Java Province. This increase in knowledge is expected to help reduce the number of people suffering from pulmonary tuberculosis in various regions of Indonesia, especially in Kendal Regency.
The Impact of the Covid-19 Pandemic on the Learning Methods of Health Students Majoring in Radiology and Pharmacy Utomo, Slamet; Utami, Lucky Restyanti Wahyu; Utami, Rose Malinda Andamari Wahyu
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal EduHealt, Edition July - September , 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There have been changes in learning methods in Indonesia due to the Covid-19 pandemic with the implementation of limited face-to-face meetings, including in healthcare institutions. This study aims to determine the impact of the Covid-19 pandemic on the learning methods of healthcare students, especially radiology students at Widya Husada University Semarang and pharmacy students at Kendal College of Health Sciences. The type of research used is quantitative research conducted on radiology students at Widya Husada University Semarang and pharmacy students at Kendal College of Health Sciences who entered lectures in 2020 using an electronic questionnaire. The results of the study obtained regarding the impact of the Covid-19 pandemic on the learning methods used by radiology students at Widya Husada University Semarang are known to be carried out online for theoretical learning with a percentage of 56% and practical learning is carried out in a hybrid manner with a percentage of 55.5%. Meanwhile, the impact of the Covid-19 pandemic on the learning methods of pharmacy students at Kendal College of Health Sciences in theoretical learning is carried out online with a percentage of 44% and practical learning is carried out offline with a percentage of 44.5%. The learning methods used at both institutions are limited face-to-face, while adhering to health protocols as recommended by the government.
Edukasi Penyakit Tuberkulosis Paru pada Mahasiswa Vokasi Dilihat dari Aspek Pemeriksaan Radiologi dan Pengobatannya Utami, Rose Malinda Andamari Wahyu; Utami, Lucky Restyanti Wahyu; Utomo, Slamet; Damayanti, Ferina
Muria Jurnal Layanan Masyarakat Vol 6, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24176/mjlm.v6i1.12348

Abstract

The aim of the education carried out for vocational students at Widya Husada University Semarang is to increase understanding regarding radiological examinations which are used to diagnose pulmonary tuberculosis and the treatment efforts that can be given to sufferers. Based on the data obtained, it is known that the level of understanding of vocational students regarding radiological examinations carried out before and after treatment for pulmonary tuberculosis has a percentage of 84% and the level of understanding regarding treatment of pulmonary tuberculosis which must be started from the beginning in patients who forget to take medication has a percentage of 100%.
UJI AKTIFITAS ANTIPIRETIK INFUS DAUN BAMBU TALI (Gigantochloa Apus Kruz.) TERHADAP MENCIT PUTIH JANTAN (Mus Musculus) YANG DIINDUKSI PEPTON Azizah, Tri Nur; Agustin, Priya Cyntia; Wahyu Utami, Rose Malinda Andamari
BENZENA Pharmaceutical Scientific Journal Vol 3 No 01 (2024): BENZENA PHARMACEUTICAL SCIENTIFIC JOURNAL
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/benzena.v3i01.4623

Abstract

Tanaman Bambu Tali (Gigantochloa Apus Kruz.)  merupakan tanaman yang secara empiris dapat digunakan oleh masyarakat sebagai obat antiinflamasi, antidiabetes, dan antioksidan. Daun Bambu Tali (Gigantochloa Apus Kruz.) mengandung senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, triterpenoid, steroid, tanin dan saponin yang berpotensi untuk digunakan sebagai antipiretik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh aktivitas antipiretik infus Daun Bambu Tali (Gigantochloa Apus Kruz.) pada mencit putih jantan (Mus Musculus) yang diinduksi pepton. Penelitian ini menggunakan metode rancangan pra eksperimen (pra eksperimental desings) berupa static group comparison yaitu sampel telah dirandomisasi baik pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol, menggunakan 15 ekor mencit yang dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan yaitu kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kontrol positif (paracetamol), dan kelompok uji yaitu pemberian infus Daun Bambu Tali (Gigantochloa Apus Kruz.). Setiap hewan uji diinduksi larutan pepton steril 10% dengan dosis 1 ml/Kg BB secara subkutan, munculnya demam terjadi setelah 30 menit pemberian induktor, pengukuran suhu rektal dilakukan setiap interval waktu 30 menit hingga waktu ke 120 menit. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan SPSS (Statistical Product and Service Solutions). Pengujian diawali dengan uji normalitas menggunakan uji Shapiro- Wilk. Data yang sudah berdistribusi homogen dan normal kemudian diuji menggunakan uji parametrik One Way ANOVA kemudian dilanjutkan analisa LSD Post Hoc. Dari hasil uji tersebut menunjukkan bahwa Daun Bambu Tali (Gigantochloa Apus Kruz.) memiliki efektivitas antipiretik sebanding dengan kontrol positif paracetamol dengan hasil data ANOVA (p<0,05). Kesimpulannya infus Daun Bambu Tali (Gigantochloa Apus Kruz.) memiliki aktivitas antipiretik yang dapat menurunkan suhu tubuh mencit putih jantan (Mus Musculus).
PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI APOTEKER DAN RADIOGRAFER DI KABUPATEN KENDAL PADA MASA PANDEMI COVID-19 Utami, Rose Malinda Andamari Wahyu; Utami, Lucky Restyanti Wahyu
Jurnal Cahaya Mandalika ISSN 2721-4796 (online) Vol. 6 No. 2 (2025)
Publisher : Institut Penelitian Dan Pengambangan Mandalika Indonesia (IP2MI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/jcm.v6i2.2910

Abstract

Abstrak: Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui penggunaan alat pelindung diri yang digunakan oleh apoteker dan radiografer di Kabupaten Kendal pada masa pandemi covid-19 saat berada dipelayanan. Metode penelitian yang digunakan kualitatif deskriptif dengan cara memberikan kuesioner secara elektronik dengan google form kepada responden penelitian. Hasil penelitian yang diperoleh diantaranya, seluruh responden berjenis kelamin perempuan, tenaga kesehatan yang berpartisipasi sebagai responden penelitian terdiri dari 38% apoteker dan 62% radiografer. Penggunaan alat pelindung diri yang digunakan oleh apoteker di masa pandemi covid-19 diantaranya adalah masker dan sarung tangan yang disesuaikan dengan resiko aktifitas pekerjaan yang dilakukan. Penggunaan alat pelindung diri yang digunakan oleh radiografer di masa pandemi covid-19 diantaranya adalah mengenakan baju kerja sesuai ketentuan rumah sakit, gaun isolasi bedah, respirator N95, pelindung mata, sarung tangan medis, sepatu tertutup, pelindung wajah jika melakukan tindakan medis intervensi dan alat pelindung diri tambahan sesuai dengan resiko aktifitas pekerjaan yang dilakukan. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa alat pelindung diri yang digunakan oleh apoteker dan radiografer di Kabupaten Kendal selama bertugas di masa pandemi covid-19 sudah memenuhi unsur syarat kepatuhan dalam upaya pengendalian penularan covid-19 seperti penggunaan alat pelindung diri berdasarkan indikasi penggunaannya dengan mempertimbangkan resiko paparan dan dinamika transmisi yang mungkin terjadi. Kata Kunci: alat pelindung diri, apoteker, radiografer. Abstract: This study aims to determine the use of personal protective equipment used by pharmacists and radiographers in Kendal Regency during the covid-19 pandemic while in service. The research method used was descriptive qualitative by giving questionnaires electronically using google form to research respondents. The research results obtained included that all respondents were female, the health workers who participated as research respondents consisted of 38% pharmacists and 62% radiographers. The use of personal protective equipment used by pharmacists during the covid-19 pandemic includes masks and gloves which are adjusted to the risks of the work activities carried out. The use of personal protective equipment used by radiographers during the covid-19 pandemic includes wearing work clothes according to hospital regulations, surgical isolation gowns, N95 respirators, eye protection, medical gloves, closed shoes, face shields when carrying out medical interventions and tools. Additional personal protection according to the risks of the work activities carried out. So it can be concluded that the personal protective equipment used by pharmacists and radiographers in Kendal Regency while on duty during the covid-19 pandemic has met the elements of compliance requirements in efforts to control the transmission of covid-19, such as the use of personal protective equipment based on indications for use by considering the risk of exposure and possible transmission dynamics. Keywords: personal protective equipment, pharmacists, radiographers.