Eny Hastuti
Akademi Farmasi 17 Agustus 1945 Semarang

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENGARUH PENAMBAHAN BUBUK BAWANG MERAH ( Allium ascalonicum ) TERHADAP BILANGAN ASAM LEMAK BEBAS PADA MINYAK JELANTAH Eny Hastuti; Rizka Lailatul Fitriyah
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 5, No 1 (2021): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v5i1.88

Abstract

Minyak merupakan  bahan pangan penting yang banyak dikonsumsi masyarakat. Pemakaian minyak goreng secara berulang atau minyak jelantah dengan suhu tinggi akan menyebabkan kerusakan minyak dengan meningkatnya kadar asam lemak bebas. Bawang merah sebagai antioksidan alami mengandung senyawa antibakteri yang mampu mematikan mikroba sehingga bakteri tidak mampu lagi menghidrolisis trigliserida menjadi asam lemak bebas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bubuk bawang merah terhadap bilangan asam lemak bebas pada minyak jelantah. Minyak   jelantah yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari penjual gorengan sebanyak 3 sampel.  Minyak jelantah M1,M2 dan M3 ditambahkan bubuk bawang merah dengan konsentrasi 0 % b/v, 25 % b/v, 50 % b/v dan 75 % b/v yang direndam selama 24 jam. Penetapan bilangan asam lemak bebas  pada minyak  jelantah dilakukan dengan metode Alkalimetri.  Hasil penelitian diperoleh konsentrasi optimum dalam menurunkan kadar bilangan asam lemak bebas pada sampel M1, M2 dan M3 adalah konsentrasi 75 % b/v dapat menurunkan bilangan asam lemak bebas pada sampel M1dari 0,4107 % b/b menjadi 0,1182 % b/b, pada sampel M2 dari 0,3353 % b/b menjadi 0,2561 % b/b dan pada sampel  M3 dari 0,2938 % b/b menjadi 0,1948 % b/b. Hasil  uji anova menunjukkan p=0.013, terdapat pengaruh penambahan bubuk bawang merah terhadap penurunan bilangan asam lemak bebas pada minyak  jelantah. 
Pengaruh Penambahan Ekstrak Lidah Buaya (Aloe Barbadensis-Miller) Terhadap Bilangan Peroksida pada Minyak Jelantah Eny Hastuti; Silvi Prastisa Sari
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 4, No 1 (2020): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v4i1.72

Abstract

Minyak goreng  merupakan salah satu bahan makanan yang dibutuhkan masyarakat untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Penggunaan berulang minyak goreng kelapa sawit  atau disebut minyak jelantah mengalami kerusakan karena mengalami pemanasan berulang, kontak dengan air, udara dan logam. Kerusakan minyak karena mengalami oksidasi dapat dicegah dengan menambahkan antioksidan.  Lidah buaya mengandung unsur vitamin dan mineral yang dapat berfungsi sebagai  antioksidan alami.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan ekstrak lidah buaya terhadap bilangan peroksida pada minyak jelantah. Minyak   jelantah yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari penjual gorengan, diuji kualitatif dan positif mengandung bilangan perosida. Minyak jelantah M1,M2 dan M3 ditambahkan ekstrak lidah buaya dengan konsentrasi 10 % b/v, 30 % b/v , 50 % b/v dan 70 % b/v yang direndam selama 5 jam. Penetapan bilangan peroksida pada minyak  jelantah dilakukan dengan metode Iodometri.  Hasil penelitian diperoleh kadar bilangan peroksida pada minyak jelantah tanpa penambahan ekstrak lidah buaya M1, M2 dan M3 adalah 7,60 mek O2/kg, 12,53 mek O2/kg  dan 12,30 mek O2/kg. Bilangan peroksida minyak jelantah dengan penambahan ekstrak lidah buaya konsentrasi 10 % b/v, 30 % b/v, 50 % b/v dan 70 % b/v pada M1, M2 dan M3 adalah M1 6,48 mek O2/kg, 3,62 mek O2/kg, 1,95 mek O2/kg, 0,91 mek O2/kg, M2 9,89 mek O2/kg , 4,24 mek O2/kg, 3,07 mek O2/kg, 1,90 mek O2/kg dan pada M3 6,18 mek O2/kg, 2,64 mek O2/kg, 1,18 mek O2/kg, 0,96 mek O2/kg. Berdasarkan hasil penelitian membuktikan bahwa terdapat pengaruh penambahan ekstrak lidah buaya terhadap penurunan bilangan peroksida minyak  jelantah.
GAMBARAN PENGGUNAAN FORMALIN PADA IKAN ASIN DI PASAR KARANGAYU KOTA SEMARANG Eny Hastuti
Jurnal Keperawatan dan Kesehatan Masyarakat Cendekia Utama Vol 6, No 1 (2017): Edisi Maret 2017
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (753.512 KB) | DOI: 10.31596/jcu.v2i5.167

Abstract

Ikan merupakan bahan pangan yang mudah membusuk. Hanya dalam waktu sekitar 8 jam sejak ikan ditangkap dan didaratkan sudah akan timbul proses perubahan yang mengarah pada kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran ada tidaknya kandungan formalin dan mengetahui ciri-ciri ikan berformalin serta mengetahui karakter penjual ikan asin di Pasar Karangayu Semarang. Metode penelitian yang digunakan untuk identifikasi formalin pada ikan asin dengan uji kualitatif menggunakan reagen schiff pada sampel ikan asin dan dilakukan wawancara dengan pedagang ikan asin. Hasil dari penelitian ini adalah: (1) pedagang ikan asin di Pasar Karangayu sebesar 80% berjenis kelamin perempuan dan sebesar 50% adalah pedagang dengan pendidikan terakhir tamat SMA; (2) uji kualitatif dari 10 sampel ikan asin yang didapat dari pasar Karangayu Semarang pada bulan Februari 2016, didapat 1 sampel yang positif mengandung formalin;(3) Ciri–cirri ikan yang mengandung formalin yaitu warnanya bersih dan cerah, tidak berbau khas ikan asin, tidak dihinggapi lalat, tahan selama berbulan-bulan; (4) Pengetahuan tentang formalin pedagang ikan asin di pasar Karangayu Semarang masih sudah baik; (5) Sikap pedagang ikan asin di Pasar Karangayu Semarang terhadap penggunaan formalin pada ikan asin sudah baik; (6) Asal ikan asin semuanya diperoleh dari produsen di Pasar Ikan Rejomulyo atau Pasar Kobong Kota Semarang.     Kata kunci: Formalin, Ikan asin, Pasar
ANALISIS METIL PARABEN DALAM BEBERAPA MERK HAND AND BODY LOTION YANG BEREDAR DI PASAR PAGI KALIWUNGU SEMARANG Eny Hastuti; Cahya Mitsluna Qothrun Nada
JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama Vol 11, No 1 (2023): JKM (Jurnal Kesehatan Masyarakat) Cendekia Utama
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jkm.v11i1.1452

Abstract

Metil paraben pada sediaan kosmetik digunakan sebagai bahan pengawet yang “hypoallergenic”  dengan tidak adanya iritasi dan sensitisasi. Konsentrasi paraben yang digunakan sesuai dengan peraturan BPOM RI No.HK.00.05.1745, tanggal 5 Mei 2003 tentang batas maksimum kadar metilparaben adalah 0,4% sebagai pengawet tunggal pada beberapa sediaan kosmetik termasuk salah satunya hand and body lotion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan metil paraben dalam beberapa merk sediaan hand and body lotion  yang beredar di Pasar Pagi Kaliwungu Semarang, dan mengetahui apakah sesuai dengan persyaratan yang ditentukan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik, dengan menggunakan metode Kromatografi Lapis Tipis (KLT) untuk uji kualitatif dan uji kuantitatifnya secara Spektrofotometri UV. Dari hasil penelitian di dapatkan rata-rata kadar pada sampel merk X adalah 0,0058% dan sampel merk Y adalah 0,0057%, sehingga kedua merk hand and body lotion tersebut memenuhi peraturan BPOM RI.
ANALISIS ASAM RETINOAT DALAM SEDIAAN KRIM PEMUTIH YANG DIJUAL BEBAS DI BEBERAPA PASAR TRADISIONAL KOTA SEMARANG Eny Hastuti; Belycovia Hedy Choirunisa
Cendekia Journal of Pharmacy Vol 7, No 2 (2023): Cendekia Journal of Pharmacy
Publisher : STIKES Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v7i2.222

Abstract

Asam Retinoat atau Tretinoin termasuk dalam salah satu bahan aktif dalam sediaan kosmetika pemutih kulit. Berfungsi untuk membentuk struktur atau lapisan kulit baru, mengganti lapisan kulit luar yang rusak. Asam Retinoat dilarang digunakan dalam krim pemutih karena dapat menyebabakan kulit kering, rasa terbakar, teratogenic (cacat pada janin) dan bisa menyebabkan kanker kulit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sampel krim pemutih apakah mengandung asam retinoat dan berapa kandungan asam retinoat dalam krim pemutih tersebut. Jenis penelitian ini deskriptif, analisaa kualitatif  dengan menggunakan metode KLT, sedangkan analisa kuantitatif dengan metode spektrofotometri Ultra Violet. Populasi dalam penelitian ini adalah krim pemutih yang dijual di kota Semarang, sedang sampelnya adalah krim pemutih merk X dengan no bach K420, F520, L820, I1520, K1519, B1320 dan merk Y dengan no bach KCK20061201B, KCB20061201C, KCB200611044C, KCK21060204F yang dijual di pasar Johar, pasar Karangayu dan pasar Bulu Kota Semarang. Hasil pengujian analisa kualitatatif dengan metode KLT menggunakan fase diam silica gel GF 254, fase gerak n-hexan : asam aseton (6:4) menunjukkan harga Rf baku dan sampel 0,55. Pada uji kuantitatif diperoleh kadar asam retinoat rata-rata sampel merk X adalah 0,16 % dan sampel merk Y 0,20 %.
ANALISIS DETERGENT ANIONIK PADA SEDIAAN PASTA GIGI HERBAL DAN NON HERBAL YANG BEREDAR DI PASARAN KOTA SEMARANG Eny Hastuti; Aufar Chandra Waisa'isnaindya
Jurnal Profesi Keperawatan Vol 10, No 2 (2023): Jurnal Profesi Keperawatan (JPK)
Publisher : Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/jprokep.v10i2.168

Abstract

ABSTRAK  Pasta gigi merupakan produk kosmetik berupa sediaan lembek, digunakan untuk membersihkan gigi, menjaga permukaan gigi, menjaga kesehatan gigi dan gusi, menghilangkan bau yang disebabkan oleh aktivitas bakteri didalam mulut. Di pasaran terdapat berbagai produk dengan berbagai merk dan komposisi, dikenal pasta gigi   herbal dan tidak mengandung herbal (non herbal). Surfaktan berupa detergent anionik  ditambahkan pada pasta gigi karena memberikan efek pembusaan yang efektif, ditambahkan dalam batas persyaratan tertentu. Apabila kadar melebihi batas yang ditentukan dapat menimbulkan sariawan, korosi kulit dalam mulut dan iritasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa kadar detergent anionik yang terdapat pada pasta gigi herbal dan non herbal, apakah kadar tersebut memenuhi syarat Harry’s Cosmeticology yaitu 1% - 2% dan untuk mengetahui perbandingan kadar detergent anionik yang terdapat pada pasta gigi herbal dan non herbal. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif. Populasi diambil sampel pasta gigi herbal dan non herbal dari berbagai merk dan berbagai rasa. Sampel masing-masing dianalisis secara triplo. Dari hasil kuantitatif pada sampel pasta gigi herbal rata-rata kadar  sampel A: 1,01%, B: 1,12% dan  C: 0,92%. Sedangkan pada pasta gigi non herbal rata-rata kadar  sampel D: 1,30%,  E:1,31% dan  F: 1,41%. Pasta gigi herbal dan non herbal tersebut memenuhi syarat dan pasta gigi herbal mempunyai kadar detergent anionik yang berbeda yaitu mempunyai kadar detergent anionik yang lebih rendah dibanding dengan pasta gigi non herbal.   Kata Kunci: Pasta Gigi, Detergent Anionik, Volumetri.