ABSTRAK Pasta gigi merupakan produk kosmetik berupa sediaan lembek, digunakan untuk membersihkan gigi, menjaga permukaan gigi, menjaga kesehatan gigi dan gusi, menghilangkan bau yang disebabkan oleh aktivitas bakteri didalam mulut. Di pasaran terdapat berbagai produk dengan berbagai merk dan komposisi, dikenal pasta gigi herbal dan tidak mengandung herbal (non herbal). Surfaktan berupa detergent anionik ditambahkan pada pasta gigi karena memberikan efek pembusaan yang efektif, ditambahkan dalam batas persyaratan tertentu. Apabila kadar melebihi batas yang ditentukan dapat menimbulkan sariawan, korosi kulit dalam mulut dan iritasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berapa kadar detergent anionik yang terdapat pada pasta gigi herbal dan non herbal, apakah kadar tersebut memenuhi syarat Harry’s Cosmeticology yaitu 1% - 2% dan untuk mengetahui perbandingan kadar detergent anionik yang terdapat pada pasta gigi herbal dan non herbal. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif. Populasi diambil sampel pasta gigi herbal dan non herbal dari berbagai merk dan berbagai rasa. Sampel masing-masing dianalisis secara triplo. Dari hasil kuantitatif pada sampel pasta gigi herbal rata-rata kadar sampel A: 1,01%, B: 1,12% dan C: 0,92%. Sedangkan pada pasta gigi non herbal rata-rata kadar sampel D: 1,30%, E:1,31% dan F: 1,41%. Pasta gigi herbal dan non herbal tersebut memenuhi syarat dan pasta gigi herbal mempunyai kadar detergent anionik yang berbeda yaitu mempunyai kadar detergent anionik yang lebih rendah dibanding dengan pasta gigi non herbal. Kata Kunci: Pasta Gigi, Detergent Anionik, Volumetri.