Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PROSPEK PEMBANGUNAN HUTAN TANAMAN RAKYAT DI KABUPATEN BIAK NUNFOR, PAPUA Irma Yeny; Sandhi Imam Maulana
Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Analisis Kebijakan Kehutanan
Publisher : Centre for Research and Development on Social, Economy, Policy and Climate Change

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jakk.2010.7.2.111-128

Abstract

Pembangunan hutan tanaman oleh rakyat diharapkan secara bertahap akan mengubah lahan kritis menjadi produktif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu faktor yang menyebabkan lambannya pembangunan hutan tanaman rakyat adalah kurangnya minat masyarakat. Untuk mendukung minat masyarakat dan pengusaha lokal dalam mengembangkan hutan tanaman rakyat dibutuhkan beberapa hal yaitu : sosialisasi program ditingkat masyarakat sehingga tepat sasaran, kepastian hukum atas status lahan, informasi kelayakan usaha baik secara teknis maupun finansialnya, dan pendampingan kelembagaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan memberikan informasi prospek hutan tanaman rakyat yang dapat dikembangkan di Kabupaten Biak Nunfor termasuk manfaat ekonomis yang diterima dengan keberadaan hutan tanaman rakyat tersebut. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode Desktiptif Kwantitatif dengan teknik survey. Prospek pengembangan hutan rakyat dihitung dengan melihat aspek finansial dan kontribusi kegiatan HTR pada pendapatan petani. Perhitungan aspek finansial dilakukan dengan mengambil contoh pada hutan rakyat KTH Insumarires Distrik Biak Timur yaitu pendapatan bersih pengusahaan hutan dengan menggunakan rumus Faustman, kelayakan finansial dihitung kriteria Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR) dan Internal Rate of Return (IRR) yang dinyatakan dalam satuan persen. Hasil penelitian menunjukkan 1) jika 10% dari hutan produksi di Kabupaten Biak Nunfor merupakan hutan produksi yang tidak produktif maka diperkirakan terdapat 7.477,8 ha yang dapat dimanfaatkan sebagai areal hutan tanaman rakyat dengan jenis unggulan Calophyllum inophyllum dengan menggunakan sistem silvikultur THPB. 2) Pengusahaan HTR layak dilaksanakan dalam daur 50 tahun dengan discount rate 5%. 3) Tingginya curahan hari kerja (5.724 HOK) memberikan dampak pada perluasan lapangan kerja dan tingkat pendapatan petani dari kegiatan tersebut. 4) Kontribusi pendapatan petani terbesar berasal dari nilai biodiesel dari biji Calophyllum inophyllum yang mencapai yang mencapai 68% dari total pendapatan. Perkiraan pendapatan bersih pengusahaan HTR yang dapat diterima pada akhir daur pengelolaan (50 tahun) oleh masing-masing anggota kelompok (1 kelompok 159 orang), dengan luas ideal pengusahaan ideal 1717.2 ha mencapai Rp. 724.008.070;90. Kondisi ini diharapkan mampu meningkatkan surplus di sektor kehutanan yang pada akhirnya meningkatkan pertumbuhan PDRB dan peningkatan sarana prasarana pendukung bagi pembangunan wilayah.
PRIVATE FOREST DEVELOPMENT PROSPECT IN JAYAPURA REGENCY, PAPUA Irma Yeny; Sandhi Imam Maulana
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 7, No 2 (2010): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2010.7.2.139-154

Abstract

Land availability in Jayawijaya District is not directly opening the opportunity for developing community forest in this region. The main factors that influencing the success of community forest development are the selection of appropriate species, the silviculture technique that implemented and the financial feasibility of it. This research conducted in Jayawijaya District and itaim to investigating technical, socio-culture, and financial feasibility in developing community forest in this region. Collected data are tabulated and calculated by using Microsoft Excel Program. The calculations of Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Internal Rate of Return (IRR) are worked for private forest with pure exertion system in Ibele's forest region. Besides that, Land Expectation Value (LEV) is also calculated by using Faustmann formula. Processed data are analyzed descriptively.The result of this research reveals that (a.) based on forest area allocation there are 198.515 ha available for developing private forest, (b.) there is planting culture as the part of cultivation technique exertion of Dani tribe in Jayawijaya District, (c.) based on financial feasibility study, the exertion of private forest are feasible for 15 years and 25 years cycle scenarios with 5% and 10% discount rates. The 25 years cycle scenario with 5% discount rate has the largest value of LEV, which is Rp. 61.371.850,19/ha
PERSAMAAN-PERSAMAAN ALLOMETRIK UNTUK PENDUGAAN TOTAL BIOMASSA ATAS TANAH PADA GENERA POMETIA DI KAWASAN HUTAN TROPIS PAPUA Sandhi Imam Maulana; Jarot Pandu P. A.
Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan Vol 8, No 4 (2011): Jurnal Penelitian Sosial dan Ekonomi Kehutanan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial, Ekonomi, Kebijakan dan Perubahan Iklim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jpsek.2011.8.4.288-298

Abstract

Persamaan-persamaan allometrik dapat digunakan untuk menduga kandungan biomassa dan stok karbon yang ada di hutan. Namun, hingga saat ini persamaan-persamaan allometrik untuk kelompok jenis komersial di kawasan hutan tropis Papua belum dibangun dengan tingkat akurasi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan persamaan-persamaan allometrik untuk menduga total biomassa di atas tanah secara spesifik terhadap situs dan genera Pometia di kawasan hutan tropis Papua. Pada penelitian ini, persamaan-persamaan allometrik dibangun berdasarkan hubungan antara diameter setinggi dada (DBH), tinggi bebas cabang (CBH), dan berat jenis kayu (WD) terhadap total biomassa di atas tanah (TAGB). Persamaan-persamaan allometrik tersebut dibangun mengikuti pola pertumbuhan eksponensial. Hasil akhir menunjukkan bahwa persamaan yang paling sesuai untuk menduga total biomassa di atas tanah pada genera Pometia adalah Log TAGB (Kg/tree) = -0.8406 + 2.572 Log DBH (cm). Berdasarkan hasil penerapan persamaan tersebut dengan persamaan-persamaan yang telah dipublikasikan sebelumnya terhadap data aktual, dapat disimpulkan bahwa penerapan persamaan yang spesifik terhadap situs dan genera harus diutamakan.