Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MENGAPA REMAJA BUGIS MAKASSAR BERSYUKUR?: PENDEKATAN INDIGENOUS PSYCHOLOGY Nurul Fitroh
Inquiry: Jurnal Ilmiah Psikologi Vol 7 No 2 (2016)
Publisher : Universitas Paramadina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (308.552 KB)

Abstract

Abstrak: Remaja memiliki masalah psikologis tersendiri yang begitu berbeda dengan tahapan perkembangan lainnya. Masa remaja cenderung berada dalam ketidakstabilan serta dipenuhi berbagai masalah, namun kemampuan bersyukur dapat menjadi hal pendukung bagi remaja untuk mengatasi hal tersebut. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui frekuensi syukur remaja Bugis Makassar, 2) untuk mengetahui hal yang membuat remaja Bugis Makassar bersyukur, 3) untuk mengetahui ekspresi syukur remaja Bugis-Makassar. Jumlah partisipan dalam penelitian ini berjumlah 312 siswa (laki-laki=100, perempuan= 212), seluruhnya adalah siswa Sekolah Menengah Atas di Sulawesi Selatan dengan melengkapi sebuah kuisioner pertanyaan terbuka. Data yang dikumpulkan dianalisis menggunakan pendekatan psikologi indigenous, menganalisis open-ended response, melalui kategorisasi open-coded, axial-coded, dan selanjutnya cross-tabulated. Hasil penelitian pun menunjukkan beberapa hal. Pertama, pada frekuensi bersyukur yang dialami remaja terdapat 46% yang sering bersyukur, 28% selalu bersyukur, kadang-kadang bersyukur 23% dan pernah bersyukur sebanyak 3%. Kedua, Para remaja bersyukur pada hal-hal yang berhubungan dengan pencapaian individu dibandingkan kelompok. Remaja akan sangat bersyukur dalam hal memiliki keluarga yang lengkap dan bahagia. Ketiga, Bentuk ekspresi bersyukur pada remaja cenderung hanya dalam bentuk mengucapkan secara lisan kalimat syukur kepada Tuhan.Kata kunci: syukur, remaja, psikologi indigenous, Bugis, Makassar
Peningkatan Kesadaran Masyarakat melalui Edukasi Pemilihan Sampah Organik dan Anorganik di Desa Tumanggal Marta Tania Gabriel Ching Ching; Sri Wahyuni; Naufal Ihsannur Imam; Melinda Nur Aisyah; Nurusyifa Alyani; Faiz Hamdan Al-Malik; Aura Sarah Azyahiyah; Rara Sumanding; Dwi Arti Mufidah; Nurul Fitroh; Zalfaa Aurora D’andriana; Ibnu Mubarak; Yustisia Tulistianingrum
ASPIRASI : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat Vol. 4 No. 5 (2026): September : ASPIRASI : Publikasi Hasil Pengabdian dan Kegiatan Masyarakat
Publisher : Asosiasi Periset Bahasa Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/aspirasi.v4i5.2933

Abstract

Household waste management remains one of the environmental challenges faced by communities, particularly due to the low habit of sorting waste at its source. This condition can cause organic and inorganic waste to become mixed, increase the practice of waste burning, and reduce the potential utilization of waste that has functional and economic value. This activity aimed to increase the awareness of the community in Tumanggal Village regarding the importance of sorting organic and inorganic waste and to encourage more sustainable waste utilization. The activity was implemented through several stages, including observation of the initial conditions, the production and provision of mesh waste bins made from wire mesh and used gallons, education on waste sorting, and practical waste sorting and utilization activities. The results showed that education accompanied by the provision of waste-sorting facilities could improve the community's understanding and awareness of the differences between organic and inorganic waste, as well as the benefits of sorting waste at the household level. Paper waste was utilized as material for making keychain crafts, plastic bottles were sorted and sold to collectors to generate additional village funds, while organic household waste was processed into liquid organic fertilizer. These activities provided environmental, economic, and skill-development benefits for the community. The sustainability of the program requires community consistency, facility maintenance, structured waste management, and support from the village government. Thus, waste-sorting education and practical activities can serve as an initial step toward establishing a more orderly, economically beneficial, and sustainable community-based waste management system.