Penghematan sumber daya alam merupakan suatu yang sangat diperlukan saat ini, baik di lingkungan rumah tangga maupun di lingkungan yang lebih luas. Penggunaan tandon atau tangki air yang digunakan untuk menampung air dapat mengurangi penggunaan energi listrik dan menyediakan pasokan air secara berkelanjutan. Penggunaan kran otomatis juga punya andil yang cukup besar dalam penghematan air ketika tingkat kepedulian seseorang kurang baik.Untuk mengetahui level ketinggian air dialam tandon sangat sulit jika dilakukan secara manual. Sedangkan letak tandon berada ditempat yang susah dijangkau. Sehingga pada saat proses pengisian air sering terjadi meluap atau melewati batas ketinggian tandon, dan jika tidak adanya sistem peringatan jika aliran air mengalami gangguan. Serta penggunaan air wudhu yang berlebihan ketika kran tidak segera dimatikan ketika kegiatan wudhu telah selesai. Dengan demikian terjadilah pemborosan sumber daya air.Sensor ultrasonik berfungsi sebagai pengukur jarak antara air dengan sensor, kemudian di konversi menjadi persentasi level air, sehingga level air yang tersedia dapat diawasi secara terus menerus dan melakukan pengisian tandon secara otomatis jika sudah melewati batas terendah yang telah di tentukan. Sedangkan sensor Passive Infra Red (PIR) berfungsi sebagai pendeteksi keberadaan objek khususnya manusia di dekat kran, jika terdeteksi objek/manusia maka kran otomatis membuka kran dan menutupnya kembali jika objek/manusia meninggalkannya. Sensor ultrasonik yang digunakan adalah HC-SR05 sedangkan sensor PIR yang digunakan adalah HC-SR501. Dalam penelitian ini diteliti bagaimana efektifitas sensor ultrasonik dalam mendeteksi level air dan efektifitas sensor PIR dalam mendeteksi keberadaan objek/manusia.Kata kunci : pengendali level air, kran otomatis, sensor gerak, sensor ultrasonik.