Fauziana Fauziana
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR EKSTERNAL PENYEBAB KESULITAN BELAJAR SISWA SMP MELALUI PEMBELAJARAN SCIENTIFIC APPROACH Arief Aulia Rahman; Fauziana Fauziana
MAJU : Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika Vol 5, No 2 (2018): MAJU: Jurnal Ilmiah Pendidikan Matematika
Publisher : STKIP Bina Bangsa Meulaboh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang dilakukan di Tingkat SMP Aceh Barat yang menggunakan kurikulum 2013 dalam proses belajar mengajarnya dengan tujuan untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kesulitan belajar siswa selama menggunakan Scientific Approach. Penelitian ini juga bertujuan memberikan gambaran dari solusi atas permasalahan yang ditemukan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah lembar angket, observasi dan wawancara. Data dianalisis melalui langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Teknik pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber, teknik dan waktu. Subyek dalam penelitian ini adalah guru dan siswa kelas VII tingkat SMP. hasil penelitian menujukkan bahwa faktor yang menyebabkan kesulitan belajar matematika berasal dari faktor eksternal yang berasal dari luar diri siswa antara lain kurangnya variasi mengajar guru, dan penggunaan media pembelajaran yang belum maksimal. Upaya yang dapat dilakukan untuk mengurangi kesulitan belajar matematika berdasarkan kesulitan yang dialami dan faktor yang melatarbelakangi antara lain mengajarkan matematika dengan menyenangkan, menggunakan media pembelajaran yang kongret, memperbanyak latihan soal, dan menjalin kerja sama dengan orang tua siswa. Kata Kunci : Scientific Approach, Kesulitan Belajar, Pembelajaran Matematika
PARENTS' COMMUNICATION PATTERNS ON THE LEARNING BEHAVIOR OF CHILDREN AGED 7-12 YEARS DURING THE COVID-19 IN PURWOSARI VILLAGE, BANDAR DISTRICT - BENER MERIAH REGENCY Ruhama Fitri; Samsul Bahri; Asmaul Husna; Fauziana Fauziana
Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Matematika Vol 1, No 1, Juni (2021): JIPPMA: Jurnal Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran Matematika
Publisher : Prodi Tadris Matematika Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jippma.v1i1, Juni.1045

Abstract

Every child has a different character, therefore communication patterns will result in learning behavior. This study aims to see how the communication patterns of parents to the behavior of children who learn 7-12 years during the COVID-19 period in Desa Purwosari, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah. This research is a qualitative research, descriptive method. The research subjects were 10 families of parents and children aged 7-12 years. The data technique uses observation, interview and documentation methods. Data analysis using data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that in desa Purwosari, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah, parents used different communication patterns in accompanying children when learning, namely: permissive, authoritarian and democratic communication patterns. The pattern of communication frees parents to tend to ignore children when studying so that children's learning behavior is not directed and structured, children learn according to their own wishes, easily neglect their duties and obligations to study at home. Parents who use authoritarian communication patterns, parents give orders and restrictions so that children's learning behavior is forced in learning. While parents use democratic communication patterns, openness between parents and children, so that children's learning behavior is directed and structured, children learn casually, are not burdened and quickly absorb lessons with a study schedule that has been compiled together. Of the three communication patterns above, the effective communication pattern when children study at home during the COVID-19 pandemic is a democratic communication pattern.