Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Diikili Sebagai Ekspresi Islam Nusantara dalam Budaya Islam Lokal Gorontalo : Perspektif Dakwah Islamiyah Erwin Jusuf Thaib
Al-Ulum Vol. 16 No. 1 (2016): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.293 KB) | DOI: 10.30603/au.v16i1.46

Abstract

Preaching has been deployed with a variety of media and approaches used. One medium of propaganda that is often used is culture. This phenomenon can be found in the majority culture of Gorontalo people embraced Islam. Melting the boundaries between religion and culture is a common thing for people of Gorontalo. Dikili is seen as one of the expressions of Islam Nusantara in Islamic culture of Gorontalo. Moral messages contained in the narrative Kitabi Lo Dikili relevant to preaching in general involves two aspects, aspects of the teachings of monotheism and moral teaching aspect / character of the Prophet Muhammad. Both of these aspects stand as it relates to the social setting that is faced by the Prophet when preaching for the first time in the city of Mecca.
Konsepsi Dakwah Islamiyah dalam Konteks Konservasi Alam dan Lingkungan Erwin Jusuf Thaib
Al-Ulum Vol. 11 No. 1 (2011): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (137.983 KB)

Abstract

Currently, Islamic preaching seems mostly dealing with the problems of Muslims’ prays and rituals. Whereas, the problem faced by most Muslims today are more complicated if this fact is explored farther. Therefore, the need for an alternative preaching (dakwah) to tackle the environmental degaradation is crutial. Based on this fact, Islamic reaching is expected to be able to be an alternative medium to alert Muslim about how important the natural conservation and environmental preservation are. It becomes a manifestation of the human leadership (khalifah) and a quarantee of human’s life in this world.
Pola Komunikasi Politik: Studi Pilkada Gubernur Gorontalo Erwin Jusuf Thaib; Abdul Razak Mozin
Al-Ulum Vol. 18 No. 1 (2018): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1245.406 KB) | DOI: 10.30603/au.v18i1.327

Abstract

This study is about to reveal how political communication of Golkar Party actors in Gorontalo Governor Election of 2011. The results of this study indicate that the strength of Golkar's political communication performance in Gorontalo Governor Election in 2011 is on party communicators and actors. Where the model of political communication occurs at several levels, namely; (a) the individual level, Rusli Habibie-Idris Rahim managed to manage the impression in each of them well. (b). At the group level, it is clear how Rusli Habibie-Idris Rahim managed to manage his political communications with harmonization in policy sharing and political talks. (c) at the organizational level impacted further from the group level, ie how Golkar and PPP determine the political direction of the party that position itself as the defender of the people; and (d) At the mass level, the Golkar Party is melting in coalition partners with the PPP, so the Gorontalo public sees any positive value from Golkar and PPP. Golkar and PPP always get a positive score. This is because Rusli Habibie-Idris Rahim always advances as a public policy advocate.
EFEKTIFITAS RRI GORONTALO SEBAGAI MEDIA PEMBINAAN SPIRITUALITAS MASYARAKAT DI KOTA GORONTALO Erwin Jusuf Thaib
Farabi Vol 10 No 1 (2013): Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dakwah merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk memberikan pemahaman terhadap masyarakat Islam tentang persoalan-persoalan keislaman terutama mengenai syariat Islam, sehingga tingkah laku masyarakat (yang menjadi sasaran dakwah) lebih mencerminkan sifat terpuji sementara sifat-sifat yang tercela dapat ditekan. Namun berdasarkan kenyataan yang ada, khususnya di kalangan masyarakat banyak ditemukan berbagai kasus yang membuktikan bahwa seruan-seruan dakwah yang sering disampaikan tidak memberikan pengaruh terhadap perilaku masyarakat ke arah yang lebih baik sesuai harapan dakwah itu sendiri. Kondisi seperti ini tentu saja merupakan kondisi yang tidak ideal, karena sejatinya gerakan dakwah Islamiyah diharapkan dapat meningkatkan pembinaan spiritualitas masyarakat. Banyak aspek yang harus diperbaiki dalam kaitannya dengan permasalahan di atas, salah satunya adalah aspek pemasalan gerakan dakwah Islamiyah itu sendiri. Semakin luas cakupan penyiaran dakwah dapat diasumsikan bahwa akan semakin berpengaruh di masyarakat. Kondisi ini sudah pasti membutuhkan media yang memiliki cakupan yang luas di masyarakat. Salah satu media yang bisa digunakan adalah radio. Di Kota Gorontalo sudah banyak radio yang eksis dan bisa dimanfaatkan sebagai media pembinaan spiritualias umat salah satunya adalah RRI Gorontalo. Radio Republik Indonesia (RRI) Gorontalo telah lama menjadi salah satu media massa yang sudah lama eksis di Gorontalo. Di antara sekian banyak program acaranya, salah satu yang mendapat perhatian yang begitu besar adalah siaran dakwah Islamiyah. Bagi sebagian masyarakat, pemilikan pesawat radio seolah sudah menjadi sebuah keharusan karena selain karena murah, siarannya bisa diperoleh secara gratis dan beragam informasi yang bisa diperoleh melalui media ini. Hal inilah yang bisa menjadi alasan untuk menjadikan media radio khususnya RRI sebagai sarana peningkatan spiritualitas masyarakat Islam di Kota Gorontalo.
STUDI DAKWAH DAN MEDIA DALAM PERSPEKTIF USES AND GRATIFICATION THEORY Erwin Jusuf Thaib
Farabi Vol 11 No 1 (2014): AL-Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dakwah Islamiyah adalah salah satu aspek yang tidak terpisahkan dengan kehidupan umat Islam. Dalam kenyataannya, di mana ada eksistensi umat Islam ada, maka ada pula eksistensi dakwah Islamiyah di tempat itu. Kenyataan ini mutlak harus ada, karena dakwah adalah Islam dan Islam adalah dakwah. Karena pentingnya dakwah Islamiyah bagi kehidupan umat Islam, maka semua potensi yang dimiliki sedapat mungkin untuk dapat menunjang eksistensi dakwah Islamiyah. Dalam kehidupan masyarakat modern, media memainkan peranan penting bagi kehidupan sosial. Media, baik media cetak maupun media elektronik, telah menjadi salah satu kebutuhan dasar bagi masyarakat modern. Itulah sebabnya, media massa --khususnya media televisi—telah menjadi saluran primer bagi penyebaran dakwah Islamiyah dewasa ini. Begitu tingginya penetrasi media televisi dalam kehidupan modern, maka fenomena ini telah menjadi kajian penting dalam studi ilmu komunikasi khususnya yang berkaitan dengan dengan media komunikasi. Di antara banyak teori komunikasi yang dikembangkan para pakar komunikasi, maka teori uses and gratification yang dicetuskan oleh Elihu Katz, Jay G. Blumlerm dan Michael Gurevitch, banyak dipakai untuk menganalisis relasi antara media massa dan pemirsanya. Dari perspektif teori ini, pemirsa mempunyai kewenangan mutlak untuk menentukan program dakwah di televisi mana yang akan diikutinya sesuai dengan tingkat kepuasan yang ingin dicapainya dari program yang diikutinya. Fakta ini merupakan kontra teori yang menyatakan bahwa media massa yang mendominasi pemirsanya.
Komunikasi Politik Ditinjau dari Perspektif Ilmu Komunikasi, Ilmu Politik dan Komunikasi Islam Erwin Jusuf Thaib
Farabi Vol 16 No 1 (2019): Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/jf.v16i1.1030

Abstract

This article discusses political communication from three perspectives, namely the perspective of communication science, political science, and Islamic communication. The study in this article was carried out by descriptive analysis with the relevant literacy study approach. The results of this study indicate that from the perspective of communication science, political communication is seen from two aspects, namely the mechanistic communication aspect which is based on the Lasswell's theory, namely communicators convey messages to certain audiences through a medium with certain effects. The second aspect is symbolic interaction that rests on Mead's theory which views that every politician or political group will put forward a distinctive attribute as a symbol of his or her identity in a positive communication process. In a political science perspective, political communication is a vehicle that can be used to communicate political messages whose ultimate goal is the attainment of power in its various dimensions. Political communication can be played by politicians who have the goal of gaining certain power, or it can be played by professionals in which they skillfully connect political interests with their target audiences. Political communication in the perspective of Islamic communication emphasizes ethical political communication practices. This communication model is built based on Hefni’s theory which states that Islamic communication is a communication built on Islamic principles that have the spirit of peace, hospitality and safety. On this basis, the political communication model that is built is ethical political communication that is far from the practice of political communication which attacks and overthrows each other.
PESANTREN AL-HUDA DAN JEJAK SEJARAH DAKWAH ULAMA HADRAMAUT DI GORONTALO Erwin Jusuf Thaib
Jurnal Ilmiah Pesantren Vol 6 No 2 (2020): Jurnal Ilmiah Pesantren
Publisher : Pondok Pesantren Modern Islam Assalaam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Islamisasi Gorontalo terjadi pada abad ke-16 (1525 M) di era Sultan Amai. Meskipun Islamisasi ini sudah lama, namun perkembangan Islam di Gorontalo berjalan lamban. Dalam bidang pendidikan, belum terdapat perguruan Islam formal di Gorontalo. Hal ini terwujud dengan inisiatif ulama Hadramaut di Gorontalo melalui Madrasah Al-Fata> Al-’Arabiyyah yang bertansformasi menjadi Pondok Pesantren Al-Huda Gorontalo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran ulama Hadramaut dalam Islamisasi Gorontalo. Melalui metode kualitatif dengan pendekatan historis, tehnik pengambilan data berupa wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan para ulama Hadramaut berperan penting dalam pengembangan Islam di Gorontalo utamanya dalam bidang pendidikan dan dakwah. Dalam bidang pendidikan, mereka mendirikan Madrasah Al-Fata> Al-’Arabiyyah yang bertansformasi menjadi Pondok Pesantren Al-Huda yang melahirkan guru agama yang mengembangkan pendidikan Islam di wilayah lain. Dalam bidang dakwah, alumni madrasah ini telah menjadi juru dakwah membina masyarakat Islam bidang keagamaan dan aspek sosial kemasyarakatan. Kata Kunci: Pondok Pesantren, Ulama, Hadramaut, Al-Huda