Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Farabi

EFEKTIFITAS RRI GORONTALO SEBAGAI MEDIA PEMBINAAN SPIRITUALITAS MASYARAKAT DI KOTA GORONTALO Erwin Jusuf Thaib
Farabi Vol 10 No 1 (2013): Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dakwah merupakan suatu upaya yang dilakukan untuk memberikan pemahaman terhadap masyarakat Islam tentang persoalan-persoalan keislaman terutama mengenai syariat Islam, sehingga tingkah laku masyarakat (yang menjadi sasaran dakwah) lebih mencerminkan sifat terpuji sementara sifat-sifat yang tercela dapat ditekan. Namun berdasarkan kenyataan yang ada, khususnya di kalangan masyarakat banyak ditemukan berbagai kasus yang membuktikan bahwa seruan-seruan dakwah yang sering disampaikan tidak memberikan pengaruh terhadap perilaku masyarakat ke arah yang lebih baik sesuai harapan dakwah itu sendiri. Kondisi seperti ini tentu saja merupakan kondisi yang tidak ideal, karena sejatinya gerakan dakwah Islamiyah diharapkan dapat meningkatkan pembinaan spiritualitas masyarakat. Banyak aspek yang harus diperbaiki dalam kaitannya dengan permasalahan di atas, salah satunya adalah aspek pemasalan gerakan dakwah Islamiyah itu sendiri. Semakin luas cakupan penyiaran dakwah dapat diasumsikan bahwa akan semakin berpengaruh di masyarakat. Kondisi ini sudah pasti membutuhkan media yang memiliki cakupan yang luas di masyarakat. Salah satu media yang bisa digunakan adalah radio. Di Kota Gorontalo sudah banyak radio yang eksis dan bisa dimanfaatkan sebagai media pembinaan spiritualias umat salah satunya adalah RRI Gorontalo. Radio Republik Indonesia (RRI) Gorontalo telah lama menjadi salah satu media massa yang sudah lama eksis di Gorontalo. Di antara sekian banyak program acaranya, salah satu yang mendapat perhatian yang begitu besar adalah siaran dakwah Islamiyah. Bagi sebagian masyarakat, pemilikan pesawat radio seolah sudah menjadi sebuah keharusan karena selain karena murah, siarannya bisa diperoleh secara gratis dan beragam informasi yang bisa diperoleh melalui media ini. Hal inilah yang bisa menjadi alasan untuk menjadikan media radio khususnya RRI sebagai sarana peningkatan spiritualitas masyarakat Islam di Kota Gorontalo.
STUDI DAKWAH DAN MEDIA DALAM PERSPEKTIF USES AND GRATIFICATION THEORY Erwin Jusuf Thaib
Farabi Vol 11 No 1 (2014): AL-Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dakwah Islamiyah adalah salah satu aspek yang tidak terpisahkan dengan kehidupan umat Islam. Dalam kenyataannya, di mana ada eksistensi umat Islam ada, maka ada pula eksistensi dakwah Islamiyah di tempat itu. Kenyataan ini mutlak harus ada, karena dakwah adalah Islam dan Islam adalah dakwah. Karena pentingnya dakwah Islamiyah bagi kehidupan umat Islam, maka semua potensi yang dimiliki sedapat mungkin untuk dapat menunjang eksistensi dakwah Islamiyah. Dalam kehidupan masyarakat modern, media memainkan peranan penting bagi kehidupan sosial. Media, baik media cetak maupun media elektronik, telah menjadi salah satu kebutuhan dasar bagi masyarakat modern. Itulah sebabnya, media massa --khususnya media televisi—telah menjadi saluran primer bagi penyebaran dakwah Islamiyah dewasa ini. Begitu tingginya penetrasi media televisi dalam kehidupan modern, maka fenomena ini telah menjadi kajian penting dalam studi ilmu komunikasi khususnya yang berkaitan dengan dengan media komunikasi. Di antara banyak teori komunikasi yang dikembangkan para pakar komunikasi, maka teori uses and gratification yang dicetuskan oleh Elihu Katz, Jay G. Blumlerm dan Michael Gurevitch, banyak dipakai untuk menganalisis relasi antara media massa dan pemirsanya. Dari perspektif teori ini, pemirsa mempunyai kewenangan mutlak untuk menentukan program dakwah di televisi mana yang akan diikutinya sesuai dengan tingkat kepuasan yang ingin dicapainya dari program yang diikutinya. Fakta ini merupakan kontra teori yang menyatakan bahwa media massa yang mendominasi pemirsanya.
Komunikasi Politik Ditinjau dari Perspektif Ilmu Komunikasi, Ilmu Politik dan Komunikasi Islam Erwin Jusuf Thaib
Farabi Vol 16 No 1 (2019): Farabi
Publisher : LPPM IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/jf.v16i1.1030

Abstract

This article discusses political communication from three perspectives, namely the perspective of communication science, political science, and Islamic communication. The study in this article was carried out by descriptive analysis with the relevant literacy study approach. The results of this study indicate that from the perspective of communication science, political communication is seen from two aspects, namely the mechanistic communication aspect which is based on the Lasswell's theory, namely communicators convey messages to certain audiences through a medium with certain effects. The second aspect is symbolic interaction that rests on Mead's theory which views that every politician or political group will put forward a distinctive attribute as a symbol of his or her identity in a positive communication process. In a political science perspective, political communication is a vehicle that can be used to communicate political messages whose ultimate goal is the attainment of power in its various dimensions. Political communication can be played by politicians who have the goal of gaining certain power, or it can be played by professionals in which they skillfully connect political interests with their target audiences. Political communication in the perspective of Islamic communication emphasizes ethical political communication practices. This communication model is built based on Hefni’s theory which states that Islamic communication is a communication built on Islamic principles that have the spirit of peace, hospitality and safety. On this basis, the political communication model that is built is ethical political communication that is far from the practice of political communication which attacks and overthrows each other.