Sari Utami
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Menakar Keadilan Sistem Pengupahan Go-Jek: Bukti Empiris dari Yogyakarta. Syaparuddin Razak; Sari Utami
Al-Ulum Vol. 20 No. 1 (2020): Al-Ulum
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1641.05 KB) | DOI: 10.30603/au.v20i1.500

Abstract

This study aims to evaluate the wage system fairness of GO-JEK, namely whether the policies and strategies of GO-JEK's profit distribution have corresponded with the economic, religious and cultural standards in the operational area of ​​Yogyakarta, and using the Index of Fairness of Wage System (I-FWS) to measure that. The evaluation results showed that the wage system fairness of GO-JEK in the operational area of Yogyakarta both partially and simultaneously were in the category of “fair”. It means that all drivers got the same opportunity and equal and transparent treatment without any discrimination from PT. GO-JEK Indonesia in the operational area of Yogyakarta in obtaining a profit sharing as the partners of GO-JEK from the partnership business it operates.
AUDITOR SYARIAH DENGAN SERTIFIKASI SYARIAH (ANALISIS PELUANG DAN TANTANGAN) Sari Utami
Jurnal Akuntansi dan Keuangan Syariah (Jurnal Akunsyah) Vol 1, No 2 (2021): Vol. 1 No. 2 Desember 2021
Publisher : Program Studi Akuntansi Syariah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/akunsyah.v1i2.3024

Abstract

Lembaga Keuangan Syariah yang diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah memiliki suatu tanggung jawab dari segi aspek Syariah. Auditor Syariah hadir untuk memperbaiki segala yang menjadi tanggung jawab dan tugasnya, penelitian ini hadir untuk membahas perkembangan audit syariah di Indonesia yang menjadi peluang sekaligus tantangan kedepannya agar audit syariah ini menjadi bagian dalam menjaga kesesuaian prinsip syariah pada lembaga keuangan syariah di Indonesia. Dimana menjadi seorang auditor Syariah itu harus memiliki sertifikasi Syariah yang menjadi penunjang dalam melaksanakan tugasnya. Sebuah organisasi profesi akuntansi, IAI memberikan serta memfasilitasi Sertifikasi Akuntansi Syariah (SAS) bagi auditor syariah, namun sertifikasi yang ada ini dirasa masih belum optimal karena materi dalam SAS belum mencakup konsep dasar dan proses audit syariah seperti yang diterapkan oleh lembaga sertifikasi atau pelatihan auditor syariah di beberapa negara yang telah memiliki auditor syariah. Jenis penelitian ini menggunakan metode kualitatif, pendekatan deskriptif dengan data studi pustaka. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa ada beberapa peluang auditor akuntansi syariah di antaranya: 1) Mengikuti ujian sertifikasi akuntansi umum dan syariah, 2) Mengikuti Shariah Audit in Islamic Finance Workshop, dan 3) Mengikuti Shariah Audit Certificate Course. Adapun beberapa tantangan terkait kompetensi auditor syariah di Indonesia adalah 1) Memperbaharui pengetahuan serta kompetensi dewan pengawas syariah, 2) Kerjasama antara DSN-MUI dengan OJK dalam menciptakan sertifikasi dewan pengawas syariah yang wajib, 3) Lembaga pendidikan mampu memenuhi kebutuhan Industri terkait dewan pengawas syariah. 
Eksistensi Perkembangan Perekonomian Perempuan di Era Digitalisasi Sari Utami
AN-NISA Vol. 12 No. 1 (2019)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bone-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30863/an.v12i1.454

Abstract

Saat ini industri dunia telah memasuki tahap revolusi industri 4.0 (RI 4.0). RI 4.0 adalah nama otomatisasi terbaru dan tren pertukaran data dalam teknologi pabrik. Istilah ini mencakup sistem cyber-fisik, internet untuk semuanya, komputasi awan, dan komputasi kognitif. Kehadiran Revolusi Industri 4.0 dengan peluang kerja yang besar dianggap sebagai peluang besar untuk meningkatkan pendapatan perempuan. Era ekonomi digital telah meningkatkan literasi keuangan dan literasi digital terutama bagi perempuan di Indonesia. Ini didukung oleh kehadiran empat unicorn yang telah berhasil mengubah ekonomi dan membuka akses ke pengusaha termasuk wanita. Pengusaha yang sebelumnya tidak memiliki akses ke pasar menjadi sangat mudah terhubung ke pasar. Perkembangan ini telah sangat membantu perempuan untuk terlibat aktif dalam inklusi keuangan. Keberadaan perusahaan unicorn di Indonesia telah memudahkan perempuan untuk dapat menjalankan dua hal, yaitu menjaga keluarga dan mencari uang pada saat yang bersamaan. Salah satu efek positif dari perubahan teknologi adalah meningkatnya inklusi keuangan bagi perempuan. Revolusi industri keempat menuju ekonomi dan teknologi digital membuat industri sains, teknologi, teknik dan matematika (STEM) memiliki prospek yang menjanjikan. Salah satu masalah utama adalah bahwa industri STEM dianggap memiliki lingkungan yang tidak ramah bagi perempuan, tetapi perempuan memiliki potensi yang belum dijelajahi dalam industri STEM, jika lebih dari itu kita akan melihat perusahaan teknologi hangat, konstruksi yang lebih ramah. Semoga peran perempuan dalam industri STEM di Indonesia meningkat.At present the world industry has entered the stage of the industrial revolution 4.0 (RI 4.0). RI 4.0 is the name of the latest automation and data exchange trends in factory technology. This term encompasses cyber-physical systems, the internet for everything, cloud computing and cognitive computing. The presence of the 4.0 Industrial Revolution with large employment opportunities is considered a great opportunity to increase women's incomes. The era of the digital economy has increased financial literacy and digital literacy especially for women in Indonesia. This is supported by the presence of four unicorns who have succeeded in transforming the economy and opening access to entrepreneurs including women. Entrepreneurs who previously did not have access to the market became very easily connected to the market. This development has greatly helped women become actively involved in financial inclusion. The existence of a unicorn company in Indonesia has made it easier for women to be able to run two things, namely looking after the family and looking for money at the same time. One of the positive effects of technological change is the increasing financial inclusion for women. The fourth industrial revolution towards the digital economy and technology makes the science, technology, engineering and mathematics (STEM) industries have promising prospects. One of the main issues is that the STEM industry is considered to have an inhospitable environment for women, but women have unexplored potential in the STEM industry, if more then we will see warm technology companies, more friendly construction. Hopefully the role of women in the STEM industry in Indonesia increases.