This Author published in this journals
All Journal DIALEKTIKA
Eni Zulaiha
Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

REKONSTRUKSI PENAFSIRAN AYAT-AYAT AL-QUR’AN TENTANG HAK POLITIK PEREMPUAN Eni Zulaiha; Rodhiyat Fajar Salim; Ayi Zaenal Mutaqin
Dialektika Vol 7 No 2 (2020): September
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Langlangbuana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32816/dialektika.v7i2.1734

Abstract

Tujuan dari penelitian ini menemukan penafsiran baru terhadap ayat -ayat al-Qur’an tentang hak politik perempuan dengan menggunakan analisa teologi feminis. Metode yang digunakan deskriptif analitis, teknik pencarian data studi kepustakaan, teknik analisa datanya content anaysis, dan sumber data primernya penafsiran dari ulama klasik dan kontemporer tentang ayat-ayat hak politik perempuan, sumber data sekundernya buku dan jurnal tentang teologi feminis dan hak politik perempuan di Indonesia. Penelitian ini menemukan bahwa (1) penggunaa analisa teologi feminis terhadap ayat-ayat al-Qur’an tentang hak poitik perempuan dapat menghasilkan legitimasi relegius bahwa perempuan bisa menjadi pemimpin baik di wilayah domestik maupun publik (2) Teologi feminis sebagai wordview dalam menafsirkan al-Qur’an, pada prakteknya meniscayakan analisa gender sebagai pendekatan dalam menafsir ayat-ayat tentang hak politik perempuan. (3) Penggunaan analisa gender dalam penafsiran ayat-ayat tentang hak politik perempuan menghasilkan penafsiran yang berbeda secara vis a vis dengan penafsiran yang patriarkal. (4) tafsir al-Qur’an dengan perspektf teologi feminis memberikan alternatif solusi pada persoalan kemanusiaan secara universal. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan perspektif teologi feminis dalam penafsiran ayat-ayat yang berkaitan dengan hak politik perempuan dapat menghasilkan penafsiran yang adil gender, sehingga dapat terpenuhinya hak politik perempuan, juga dapat mendukung tercapainya tujuan pemberdayaan perempuan (women empowering).