Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Ritual Massuro Baca Pada Masyarakat Bugis Tinco Bone Perspektif Maqashid al-Syari’ah Budiarti Budiarti
Al-Mizan (e-Journal) Vol. 17 No. 2 (2021): Al-Mizan (e-Journal)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institut Agama Islam Negeri Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/am.v17i2.2185

Abstract

This study aims to explore the functional relation of the meaning of massuro baca as a local wisdom of the Bugis Tinco community in Bone, South Sulawesi, from the perspective of maqashid al-syari'ah. Maqashid al-syari'ah is used as the main research approach, supported by theological, historical, and sociological normative approaches. Utilizing the techniques of observation, interviews, and documentation in data collection. The results showed that the ritual of massuro baca was an expression of the Shari'a in the cultural and customary domains identified in the social relationship category. The ritual of massuro baca in the Bugis Tinco community from the perspective of maqashid al-syari'ah is an expression of gratitude to Allah swt. on the one hand and the discursive practice of avoiding the harm of kufr. This cultural ritual has benefits for the community with the level of benefit tah}siniyat (terseier) and 'urf hasanah (good custom) because it serves to glue kinship and family solidity.
APLIKASI MASLAHAT DENGAN PENERAPAN DALIL SYARAK KIAS DALAM KONSTRUKSI HUKUM ISLAM INDONESIA Budiarti Budiarti
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 4, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.54 KB) | DOI: 10.31332/zjpi.v4i2.1084

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi aplikasi maslahat melalui penerapan dalil syarak sekunder kias dalam konstruksi hukum Islam di Indonesia yang diproduksi melalui proses ijmak ulama, yaitu Kompilasi Hukum Islam (KHI). Produk hukum Islam tersebut, diakui eksistensinya sebagai hukum mandiri dalam negara hukum Pancasila. Materi muatan dalam KHI merupakan hasil aplikasi tujuan hukum Islam dengan orientasi maslahat melalui penerapan dalil syarak kias yang diformulasikan oleh Imam Syafii sebagai peletak dasar teori dalam hukum Islam. Aplikasi maslahat melalui penerapan dalil syarak kias, menghasilkan perumusan hukum tentang wali nikah, mahar yang cacat, dan nafkah mut’ah (pesangon) bagi istri yang dicerai seperti termaktub dalam KHI. Implikasi penelitian menegaskan bahwa penting mengoptimalkan metodologi dalam melakukan penggalian hukum yang berorientasi kepada kemaslahatan pada satu sisi dan tetap mempertimbangkan nas syarak pada sisi lain, sebagaimana dibuktikan efektifitasnya dalam penerapan dalil syarak kias pada materi KHI. 
ISLAM DAN NEGARA MODERN: IJTIHAD PEMIKIRAN POLITIK SOEKARNO TENTANG HUBUNGAN AGAMA DAN NEGARA PANCASILA Budiarti Budiarti
Zawiyah: Jurnal Pemikiran Islam Vol 4, No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : IAIN Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (303.301 KB) | DOI: 10.31332/zjpi.v4i1.995

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk mengeksplorasi ijtihad pemikiran politik Soekarno tentang hubungan Islam dengan negara. Ijtihad pemikiran Politik  Soekarno tentang Islam dan negara modern bahwa Islam sebagai agama hendaknya menjadi landasan moralitas dan etika masyarakat. Upaya menyatukan agama Islam dengan negara akan mengakibatkan kemandekan dan menjadikan degradasi agama Islam sebagai suatu agama yang suci. Gagasan keagamaan keislaman Soekarno mempunyai kecenderungan melalui pendekatan rasionalitas akal, hal ini dapat dilihat dari pemikirannya tentang persoalan ketuhanan dan hubungan Islam dengan negara. Negara harus dikelola dalam era modern dan demokratis secara bebas berdasarkan nalar publik dan membangun jiwa nasionalisme yang senantiasa bersikap tegas terhadap kolonialisme dan imperialisme agar rakyat tidak terpuruk dan tertindas. Bahwa pengkajian tentang pemikiran relasi agama (Islam) dan negara di era modern sangat signifikan untuk dikaji lebih mendalam dalam rangka merumuskan lebih lanjut tentang relasi Islam dengan negara dalam konteks Negara Republik Indonesia dengan berbasis pada dasar negara yang telah diletakkan oleh para pendiri bangsa dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 yang menjadikan nilai-nilai agama sebagai basis dan dasar dalam penyelenggaraan kekuasaan pemerintahan negara dengan berdasarkan kepada Ketuhanan Yang Maha Esa.
THE STUDY OF SOCIAL JURIDIC AGAINST IMPLEMENTATION OF WAKAF IN MAKASSAR Budiarti Budiarti; Imelda Wahyuni
Jurnal Ilmiah Al-Syir'ah Vol 18, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jis.v18i1.960

Abstract

Waqf is a legal act that lives, grows, and develops in the life of the Islamic community as one of the religious institutions that are considered capable of improving the welfare of the people. Along with this, the government has established organic legal products as a basis for optimizing the implementation of representation during community life through Law Number 41 of 2004 concerning Waqf. For this reason, this study analyzes the effectiveness of the application of legal products in improving the welfare of the people in Makassar City. The socio-juridical approach used during the research process. Observations, in-depth interviews, and document searches applied during data collection. The research confirms that the management of waqf has not run optimally as the basis for reference in legal products about waqf. The waqf not optimally because the socialization factor does not run optimally. Besides, the use of waqf objects that have not professionally managed leads to productive waqf. The factors that happen because it is a factor of understanding about waqf by Muslims. Waqf object factors, and factors of waqf management and professionalism of Nazir because it is very urgent to advocate the community and Nazir to optimally develop the potential waqf that has been represented by the community.
TUDANG ADEQ DAN INTERNALISASI SYARIAT ISLAM MASYARAKAT BUGIS BONE DI SULAWESI SELATAN Budiarti Budiarti
Al-'Adl Vol 13, No 1 (2020): Al-'Adl
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/aladl.v13i1.1643

Abstract

Internalisasi Syariat Islam pada aspek budaya memantik tumbuh dan berkembangnya berbagai ragam tradisi masyarakat yang mengakar demi terwujudnya suatu kehidupan harmonis. Perjumpaan Syariat Islam sebagai suatu doktrin universal keagamaan pada masyarakat Bugis Bone di Sulawesi Selatan adalah penghormatan dan penghargaan masyarakat pada pelaksanaan tudang adeq sebagai wujud keteguhan berpegang teguh pada nilai tatanan sosial, dan norma dasar pangngadereng. Tudang adeq merupakan pranata yang pelaksanaannya oleh masyarakat itu sendiri dan legitimasinya direpresentasikan dengan hadirnya penyelenggara eksekutif atau adat (pampawa adeq) dan penyelenggara di bidang Syariat Islam (pampawa saraq) duduk secara bersama untuk memenuhi layanan berbagai hajatan masyarakat pada bidang hukum keluarga Islam (ahwal al-syakhsiyyah). Karena itu, konkretisasi syariat Islam sebagai ajaran universal keagamaan perlu mempertimbangkan nilai kearifan lokal dalam merespons hukum yang secara nyata hidup dan dipraktekkan secara berkelanjutan oleh masyarakat (living law) seperti tatanan sosial pangngadereng untuk menjadikan role mode bagi pengembangan hukum Islam di nusantara.