Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EVALUASI PROGRAM PEMBINAAN KARAKTER BERBASIS AGAMA DI MADRASAH IBTIDAIYAH MUHAMMADIYAH GORONTALO Muhammad Mursyid
Irfani Vol. 15 No. 1 (2019): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.893 KB) | DOI: 10.30603/ir.v15i1.1060

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan program pembinaan karakter siswa berbasis agama di madrasah ibtidaiyah Muhammadiyah Gorontalo, mengetahui pelaksanaan program pembinaan karakter siswa berbasis agama di madrasah ibtidaiyah Muhammadiyah Gorontalo, dan mengetahui kendala dari pelaksanaan program pembinaan karakter siswa berbasis agama di madrasah ibtidaiyah Muhammadiyah Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengambil latar Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Gorontalo. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisa data dilakukan dengan analisis kualitatif. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan metode triangulasi dengan membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara, dan membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumentasi yang berkaitan dengan penelitian.Hasil penelitian ini menunjukkan 1) Perencanaan program pembinaan karakter berbasis agama di Madrasah Ibtidaiyah Gorontalo telah direncanakan dan dirancang dengan menanamkan nilai – nilai karakter, seperti (a) kejujuran (b) kedisiplinan (c) religious (d) kerjasama (e) tanggung jawab (f) dan percaya diri. 2) pelaksanaan program program pembinaan karakter berbasis agama di Madrasah Ibtidaiyah Gorontalo dilakukan dengan cara (a) cerita tentang keteladanan di kelas (b) kerja kelompok di kelas (c) bakti sosial (d) kunjungan ke panti asuhan (e) infak setiap hari jumat (f) kantin kejujuran (g) lomba – lomba atau kompetisi yang dilakukan di setiap tahunnya, seperti lomba bercerita, membaca puisi dan ESQ untuk siswa akhir. 3) kendala pelaksanaan program pembinaan karakter berbasis agama di Madrasah Ibtidaiyah Gorontalo adalah (a) factor kendaraan (b) kondisi siswa yang baru mengenal pengetahuan tentang agama (c) beberapa orang tua peserta didik yang kurang akan pengetahuan agama (d) lingkungan tempat tinggal sebagian peserta didik kurang mendukung.
Determinants of District/City Income Disparity in Bali Province Muhammad Mursyid; Putu Ayu Pramitha Purwanti
International Journal of Economics, Commerce, and Management Vol. 2 No. 1 (2025): January : International Journal of Economics, Commerce, and Management
Publisher : Asosiasi Riset Ekonomi dan Akuntansi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijecm.v2i1.358

Abstract

In regional scale of Bali Province infected symptom disparity marked income​ with Still concentrated development of the South Bali region compared to other parts of Bali. The goal study This For identify disparity income districts / cities in Bali Province 2018-2023 and analyze influence growth economy, power work, level education, allocation funds, and capital expenditures on disparity income district / city Bali Province is good in a way simultaneous and also partial. Research This use method quantitative and using secondary data obtained​ from the Central Bureau of Statistics. Data analysis techniques using Williamson index and Klassen typology as analysis disparity and continued with multiple linear regression For analyze influence growth economy, power work, level education, allocation funds, and capital expenditures on disparity income. Research results show growth economy, power work, level education, allocation funds, and capital expenditures simultaneous influential and significant to disparity income. Furthermore, growth economy, level education, allocation funds, and capital expenditures partial influential negative and significant to disparity income. Meanwhile, energy Work in a way partial influential positive and significant to disparity income. Research suggestions among other things to do equalization development for poor and depressed areas decrease, increase transportation common connecting​ all areas, development infrastructure and creation field work, availability help education and also scholarship to college tall and also postgraduate, government center still provide allocation funds especially to poor and depressed areas , and maximize potential area so that investors can invest.
EVALUASI PROGRAM PEMBINAAN KARAKTER BERBASIS AGAMA DI MADRASAH IBTIDAIYAH MUHAMMADIYAH GORONTALO Muhammad Mursyid
Irfani (e-Journal) Vol. 15 No. 1 (2019): Irfani (e-Journal)
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/ir.v15i1.1060

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan program pembinaan karakter siswa berbasis agama di madrasah ibtidaiyah Muhammadiyah Gorontalo, mengetahui pelaksanaan program pembinaan karakter siswa berbasis agama di madrasah ibtidaiyah Muhammadiyah Gorontalo, dan mengetahui kendala dari pelaksanaan program pembinaan karakter siswa berbasis agama di madrasah ibtidaiyah Muhammadiyah Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan mengambil latar Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Gorontalo. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Analisa data dilakukan dengan analisis kualitatif. Pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan metode triangulasi dengan membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara, dan membandingkan hasil wawancara dengan isi suatu dokumentasi yang berkaitan dengan penelitian.Hasil penelitian ini menunjukkan 1) Perencanaan program pembinaan karakter berbasis agama di Madrasah Ibtidaiyah Gorontalo telah direncanakan dan dirancang dengan menanamkan nilai – nilai karakter, seperti (a) kejujuran (b) kedisiplinan (c) religious (d) kerjasama (e) tanggung jawab (f) dan percaya diri. 2) pelaksanaan program program pembinaan karakter berbasis agama di Madrasah Ibtidaiyah Gorontalo dilakukan dengan cara (a) cerita tentang keteladanan di kelas (b) kerja kelompok di kelas (c) bakti sosial (d) kunjungan ke panti asuhan (e) infak setiap hari jumat (f) kantin kejujuran (g) lomba – lomba atau kompetisi yang dilakukan di setiap tahunnya, seperti lomba bercerita, membaca puisi dan ESQ untuk siswa akhir. 3) kendala pelaksanaan program pembinaan karakter berbasis agama di Madrasah Ibtidaiyah Gorontalo adalah (a) factor kendaraan (b) kondisi siswa yang baru mengenal pengetahuan tentang agama (c) beberapa orang tua peserta didik yang kurang akan pengetahuan agama (d) lingkungan tempat tinggal sebagian peserta didik kurang mendukung.
Implementasi indoBERT dalam Analisis Sentimen Program Makan Bergizi Gratis pada Platform Media Sosial X Muhammad Mursyid; Setiawan, Arif; Arifin, Muhammad
Jurnal Teknologi Informasi dan Pendidikan Vol. 19 No. 1 (2026): Jurnal Teknologi Informasi dan Pendidikan
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jtip.v19i1.1104

Abstract

The Free Nutritious Meal Program (MBG) is a strategic initiative by the Indonesian government to improve child nutrition and prevent stunting. However, its implementation has sparked diverse public opinions on social media, which are difficult to analyze manually due to the large volume of data. This study aims to identify public sentiment toward the MBG program through social media X by implementing the IndoBERT model. A total of 4,380 tweets were collected using web scraping techniques with relevant keywords between March and May 2025. The research process included preprocessing (data cleaning, stopword removal, stemming, and tokenization), semi-automatic data labeling, and data division into a 71.97% training set, 8.02% validation set, and 20.01% test set. The model used was the Indonesian RoBERTa Base Sentiment Classifier architecture, which underwent a fine-tuning process for 20 epochs. The results showed that the IndoBERT model achieved an accuracy rate of 80.11% and a weighted average F1-score of 0.8000. Negative sentiment was detected most accurately with an F1-score of 0.8301. Although effective, the model still faces challenges in handling linguistic ambiguity in neutral sentiment and the risk of overfitting. Further research is recommended to expand slang language normalization and apply stricter model regulation techniques.