Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Seduksi Seksual Dalam Berita Online: Tinjauan Politik Ekonomi Media Pada Pemberitaan Kasus Prostitusi Artis Vanessa Angel eko nugroho
Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 8 No 1 (2020): Communicology: Jurnal Ilmu Komunikasi, Volume 8 No 1 Juli 2020
Publisher : DIII Prodi Humas Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/Communicology.013.09

Abstract

Prostitusi artis dalam pemberitaan telah menjadi sebuah seduksi informasi yang berhubugan dengan skandal . Bahwa berita skandal bukan lagi memenuhi fungsi jurnalistiknya tetapi media menggnkan pemritaan skandal sebgai bentuk komoditas melalui seduksi seksual sebagai sebuh nilai berita. Seduksi seksual secara teoritis adalah bentuk konsumsi dari symbol symbol yang pada gilirannya memiliki konsekunsi politik ekonomi berupa bangkitnya nilai guna dan nilai tukar dari seduksi yang terjadi. Aritkel ini ingin menjelaskan logika politik ekonomi terhadap seduksi sexual di media massa online terkait kasus Vanessa Angel dan juga politik ekonomi media dalam hubungan antar produksi teks dan konsumsi teks media terkait seduksi seksual ini. Maslah in akan dibahas menggnakan prepektif konsep teoritik seduksi dari jean baidrillard dan juga prepektif potik ekonomi. Untuk menggali penjelasan dari masalah ini metode yang digunakan dalam penjelasan teoritik pada artikel ini mengacu pada tinjaun teoritis dengan berbasis teori seduksi dari Baudrillard dan kerangka analisis konsumsi dan produksi dari kajian politik ekonomi. Kajian ini menyimpulkan media menciptakan konfigurasi simbolik dalam hal ini seduksi seksual melalui berita prostitusi VA. Konsumsi media dibangkitkan oleh media dengan menyentuh libido dasar melalui seduksi ini, konfigurasi teks menunjukkan bahwa media berusaha menjadi seperti sebuah pasar persaingan media online untuk menyajikan kasus prostitusi. Dari logika komoditas tersebut, secara politik ekonomi, kasus prostitusi Vanesa Angel diubah kedalam bentuk seduksi agar bisa di konsumsi secara aktif dan “beretika” oleh publik melalui sebuah kode budaya seksualitas yang dibungkus pemberitaan dengan meletakkan struktur penyajiannya pada pakem pakem penberitaan yang ujungnya adalah penjualan “media” (space dan konten serta layanan citra lain).
EKSIBISIONISME Exhibitionism and Voyeurism in Live-Streaming Applications as Affection Labor Eko Nugroho; Dida Dirgahayu; Karman; Djoko Walujo
Jurnal Spektrum Komunikasi Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Spektrum Komunikasi : March 2023
Publisher : LPPM Stikosa - AWS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37826/spektrum.v11i1.415

Abstract

Despite having a positive impact on society, internet connectivity and accessibility have ethical consequences and have a real impact on Indonesian law. The impact of exhibitionism and voyeurism that we refer to in this work is exhibitionism and voyeurism. This practice is mediated through several new media-based communications venues. This article aims to explain these phenomena of exhibitionism and voyeurism from the perspective of a psychoanalytic framework and outline how the reification of the user into labor logic, and explain how the psychoanalytic process of consumerism is linked to nudity in live broadcasts. We collect information by monitoring the use of Live streaming applications (Bigo, Gogo-live, Tik Tok), either directly or indirectly through the YouTube program. This study concluded that consumerism, or voyeurism, occurs in live-chat streaming programs. The logic of capitalism and capitalization in the Internet and networking sectors encourage exhibitionism and voyeurism by users of live-streaming applications (labor). By turning audiences or content into commodities, voyeurism creates various commodities. In addition, nudity is a kind of merchandise from hard work that ethically has an impact like pornography which is regulated in the Indonesian legal system. Keywords: Exhibitionism; Voyeurism; Streaming Applications; Affection Labor.
Peningkatan Kesadaran Branding Tourist Information Center pada Desa Wisata Cisaat melalui Media Digital Menati Fajar Rizki; Eko Nugroho; Abdul Kholik
Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Vol. 20 No. 2 (2023): Jurnal ISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Publisher : Yayasan Kampus Tercinta-Institute of Social and Political Science Jakarta (Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jakarta - IISIP Jakarta)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36451/jisip.v20i2.74

Abstract

Cisaat, sebuah destinasi wisata berpotensi, masih belum dikenal di kalangan pelancong meskipun memiliki potensi pertumbuhan yang besar. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan  peningkatkan branding di Pusat Informasi Wisata (TIC) melalui media digital dengan menggunakan Teori Branding Mind-Behavior-Visual. Melalui studi kasus dengan empat informan, penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan platform seperti YouTube, Instagram, dan website khusus telah memperluas jangkauan Cisaat di luar batas wilayahnya. Analisis menggunakan Teori Branding menekankan perlunya penyempurnaan visualisasi pesan dan konsistensi di berbagai platform digital, serta optimalisasi fitur yang ada. Peningkatan signifikan dalam keterlibatan digital, terbukti dari peningkatan jumlah pengikut, menandakan perbaikan yang signifikan. Secara keseluruhan, memanfaatkan media digital untuk branding Desa Wisata Cisaat melalui TIC telah terbukti efektif dalam menarik perhatian publik. Implikasi teoritis menyarankan bahwa tiga aspek penting untuk perbaikan branding lebih cocok digunakan dalam media digital karena pembahasan yang komprehensif dalam konteks ini.