Mathelda Kurniaty Roreng
Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Papua, Jl. Gunung Salju, Amban, Manokwari 98314, Papua Barat

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : agriTECH

Sifat Organoleptik, Sifat Fisik, serta Kadar Β-Karoten dan Α-Tokoferol Emulsi Buah Merah (Pandanus conoideus) Zita Letviany Sarungallo; Murtiningrum Murtiningrum; Harry Triely Uhi; Mathelda Kurniaty Roreng; Aprida Pongsibidang
agriTECH Vol 34, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.326 KB) | DOI: 10.22146/agritech.9508

Abstract

The objective of this study was to determine the organoleptic and physical properties, and the level of β-carotene and α-tocopherol of red fruit (Pandanus conoideus) emulsion. The emulsion was made by mixing red fruit oil and water in ratio of 7:3, with addition of some emulsifiers as treatments, namely 0.20% of CMC (carboxyl methyl cellulose) (F0), 0.5% of Tween 80 and 0.2% of CMC  (F1), and 0.5% of Tween 20 and 0.2% of CMC  (F2). Based on the organoleptic evaluation, the most preferred formulation of red fruit emulsion was F1, which have complementary ingredients, namely 0.50% of Tween 80, 0.20% of CMC, 0.06% of sodium benzoate, 0.02% of ethylene diamine tetra acetic acid (EDTA), 1.5% of orange citrus essence, and 15% of sugar. The acceptance scores of the formulation for color, taste, aroma, and texture were 4.5 (like-extremely like), 3.8 (neutral-like), 3.8 (neutral-like), and 4.1 (like), respectively, and the level of viscosity was thick with organoleptic score of 6.1 (thick). Physically, red fruit emulsion has red orange in color, citrus in aroma, sweet in taste, viscous in texture, viscosity 20.5 dPa.s, pH 6.4,  and stability 100% in strorage for 30 days at room temperature.  The content  of β-carotene  and α-tocopherol were 14 mg/kg and 229.4 mg/kg respectively.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sifat organoleptik dan sifat fisik, serta kandungan β-karoten dan α-tokoferol dari emulsi buah merah (Pandanus conoideus). Emulsi buah merah dibuat dengan menggunakan rasio minyak dan air 7:3 dengan perlakuan jenis pengemulsi yaitu F0 (CMC (carboxyl methyl cellulose) 0,20%), F1 (Tween 80 0,5% dan CMC 0,2%), dan F2 (Tween 20 0,5% dan CMC 0,2%). Berdasarkan hasil pengujian organoleptik, formulasi emulsi buah merah yang paling disukai panelis adalah F1 dengan komposisi tween 80 0,50%, CMC 0,20%, sodium benzoat 0,06%, ethylene diamine tetra acetic acid (EDTA) 0,02%, esens orange citrus 1,5%, dan gula 15%, dengan tingkat kesukaan terhadap warna dengan nilai 4,5 (suka sampai sangat suka), rasa 3,8 (netral sampai suka), aroma 3,8 (netral sampai suka), tekstur 4,1 (suka), dan daya alir 6,1 (kental). Emulsi minyak buah merah secara fisik berwarna merah oranye, beraroma orange citrus, berasa manis, bertekstur kental, viskositas 20,5 dPa.s, pH 6,4 dan kestabilan 100% pada penyimpanan 30 hari suhu kamar. Kandungan β-karoten dan α-tokoferol masing-masing sebesar 14 mg/kg dan 229,4 mg/kg.
Karakteristik Fisiko-kimia , Organoleptik, dan Kandungan Gizi Mayones Minyak Buah Merah (Pandanus conoideus) Zita Letviany Sarungallo; Budi Santoso; Mathelda Kurniaty Roreng; Ester Papuani Yantewo; Indah Epriliati
agriTECH Vol 41, No 4 (2021)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.885 KB) | DOI: 10.22146/agritech.55328

Abstract

Mayones adalah produk nabati berbasis minyak dalam bentuk emulsi minyak semi-padat dalam air (o/w). Oleh karena itu, penggunaan berbagai jenis minyak dapat mempengaruhi sifat fisik dan penerimaan dari mayones. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat penerimaan panelis terhadap mayones yang terbuat dari beberapa jenis minyak yaitu minyak buah merah kasar (MBMK), minyak buah merah hasil degumming (MBMD), minyak wijen dan minyak sawit (sebagai pembanding), serta karakteristik fisikokimia dan organoleptiknya. Mayones dibuat menggunakan rasio minyak dan air 35:40 sesuai dengan jenis minyak, dengan bahan aditif lainnya yaitu kuning telur, pati jagung, selulosa karboksimetil, mustard, cuka, gula dan garam. Parameter mayones yang diamati adalah kadar air, viskositas, stabilitas emulsi, dan sifat organoleptik (warna, aroma, rasa, tekstur, dan tingkat penerimaan secara keseluruhan), serta kandungan gizi dan bahan aktif (total karotenoid dan tokoferol). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayones minyak buah merah memiliki karakeristik fisik yaitu berwarna merah-oranye, beraroma khas buah merah, stabil 3-6 hari penyimpanan pada suhu ruang, dengan viskositas 127-167 d.Poise. Penggunaan MBMD dapat meningkatkan stabilitas emulsi, viskositas dan tingkat kesukaan panelis terhadap warna, aroma dan rasa, tekstur dan penerimaan keseluruhan mayones; panelis menyukai mayones dengan aroma khas buah merah (original), tidak berbeda dengan aroma minyak wijen. Mayones minyak buah merah (MBMK dan MBMD) mengandung kadar air 46,3-48,8% (bb), abu 4,50-4,60% (bk), lemak 61,0-62,2% (bk), protein 1,58-1,95% (bk), karbohidrat 31,65-32,50% (bk), dengan kadar serat 0,30-0,38% (bk) dan total gula 10,66-10,84% (bk); dengan kadar total karotenoid 3160-4605 ppm (bk) dan total tocopherol 966-1105 ppm (bk), dimana formula mayones MBMK mengandung komponen aktif tertinggi.