Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Konstruksi filosofis akad-akad ekonomi syariah Ridwan Ridwan
Ijtihad : Jurnal Wacana Hukum Islam dan Kemanusiaan Vol 15, No 2 (2015)
Publisher : State Institute of Islamic Studies (IAIN) Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/ijtihad.v15i2.257-274

Abstract

The problem that frequently appears in Islamic economic contract is the debate on its normative legaland philosophical basis. This article will explain that many contracts in Islamic economic law are basedon the philosophy of law. The philosophy of Islamic economic law is based on triangle concept, i.e.philosophy of God, human being, and nature. It is characterized by God-oriented (rabbani) and humanity-oriented (insani) economy. Its God-oriented character preceives Allah (God) as the center ofhuman awareness in performing economic activities and it reflects in economic behavior considering thenature of human being and promoting the values of goodness, justice, and mutual relationship.
Paradigma Relasi Agama dan Negara dalam Islam Ridwan Ridwan
Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum dan Konstitusi Vol. 1 Issue 2 (2018) Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum dan Konstitusi
Publisher : Faculty of Sharia, Universitas Islam Negeri (UIN) Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri Purwokerto, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.69 KB) | DOI: 10.24090/volksgeist.v1i2.2139

Abstract

The paradigmatic debate on the relationship between religion and state in Islam is an actual classic problem. The debate rises due to the absence of the normative basis and historical precedents that definitively state the relation between religion and state. Therefore, the paradigm formulation between religious and state relations is a matter of ijtihadiyah which is always open for debate. This article shows that theoretical debates about the relations between religious and state leads to three paradigms: integralistic, secularistic and symbiotic-mutualistic paradigms.
Legislasi Hukum Ekonomi Syariah Dalam Bingkai Hukum Nasional Indonesia Ridwan Ridwan
Al-Risalah Vol 16 No 01 (2016): June 2016
Publisher : Faculty of Sharia, Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.034 KB) | DOI: 10.30631/alrisalah.v16i01.338

Abstract

Legislasi hukum ekonomi syariah di Indonesia lahir sebagai konsekuensi logis dari dialog dan persinggungan ajaran Islam dengan lingkungan sosialnya. Oleh karena itu, formulasi, karakteristk dan ekspresilegislasi hukum ekonomi syariah mewujud dalam bentuk yang ragam, sebangun dengan dengan keragamannilai-nilai lokal (local wisdom) yang mengitari pertumbuhan hukum ekonomi syariah. Perkembangan sejarahlegislasi hukum ekonomi syariah di Indonesia menampilkan watak dinamis dengan khas ke Indonesiaan. Tatanilai, setting sosial politik dan budaya menjadi elemen penting yang mempengaruhi laju dan arah legislasihukum ekonomi syariah Islam di Indonesia.Tulisan ini membuktikan bahwa hukum ekonomi Islam telah menampakkan diri sebagai salah satu sub sistem dalam tatanan hukum nasional Indonesia dengan lahirnyaberbagai instrumen regulasi dalam bentuk undang-undang / qanun sebagai hukum nasional Indonesia