Wahid Ibnu Purwanto
Universitas Muhammadiyah Purworejo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pandangan Masyarakat terhadap Upacara Tolakan di Desa Ketawangrejo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Purworejo Wahid Ibnu Purwanto
ADITYA - Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa Vol 11, No 1 (2017): ADITYA
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.511 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) prosesi upacara tolakan, (2) makna simbolik sesaji yang digunakan dalam upacara tolakan, dan (3) pandangan masyarakat dari segi agama, pendidikan, dan kebudayaan pada upacara tolakan. Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan dan dokumentasi. Data dalam penelitian ini berupa informasi tentang upacara tolakan. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri (participant observer). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi, wawancara, dan teknik dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis model interaktif. Teknik penyajian data menggunakan teknik informal. Hasil penelitian menunjukkan (1) prosesi upacara tolakan meliputi: (a) bersih lokasi dan pembuatan sesaji, (b) pembakaran dupa, (c) pembacaan mantra-mantra dan do’a, (d) ngalap berkah, (e) surak-surak, (2) makna simbolik sesaji yang digunakan meliputi: (a) kembang telon mempunyai makna agar manusia meraih tiga kesempurnaan dan kemuliaan hidup yaitu kaya materi, kaya ilmu, kaya kekuasaan, (b) bubur mempunyai makna sebagai peringatan kepada cucu Nabi Muhammad Saw yaitu Hasan, Husen dan juga sebagai lambang asal mula diri manusia yaitu dari ayah dan ibu, (c) dupa atau kemenyan mempunyai makna sebagai perantara interaksi antara dunia nyata dan dunia gaib, (d) sega kenong mempunyai makna sesaji slametan setiap masing-masing anggota keluarga, (e) takir mempunyai makna dalam mengarungi bahtera kehidupan harus menata diri dengan menata pikiran karena laju perjalanan bahtera selalu terombang-ambing mengikuti gelombang kehidupan, (f) lauk dan pelengkap merupakan pelengkap sesaji upacara tolakan,  (3) pandangan masyarakat terhadap upacara tolakan dalam segi agama bahwa pelaksanaannya tetap tertuju kepada Allah Swt, dalam segi pendidikan terdapat beberapa nilai diantaranya nilai pendidikan budaya, pelestarian tradisi, dan pendidikan sosial, dalam segi kebudayaan upacara tolakan merupakan sebuah tradisi untuk memperpanjang atau nguri-uri budaya Jawa.   Kata Kunci: upacara tolakan