Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

ANALISIS PERHITUNGAN PERKUATAN STRUKTUR BETON BERTULANG DENGAN BAJA PROFIL AKIBAT PENAMBAHAN BEBAN SERVER DENGAN BANTUAN PROGRAM ETABS Slamet Wahyudi; Haryo Koco Buwono
Jurnal Infrastruktur Vol 4 No 1 (2018): Jurnal Infrastruktur
Publisher : Jurnal Infrastruktur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35814/infrastruktur.v4i1.703

Abstract

Penelitian dilakukan pada sebuah gedung didaerah Jakarta Pusat memerlukan ekspansi ruangan untuk kebutuhan ruang server utama dengan beban 1200 kg/m2. Sehingga perlu adanya analisis untuk meninjau kekuatan strukturnya apakah masih mampu untuk menerima beban tambahan tersebut. Dan perlu dilakukan perhitungan untuk struktur perkuatannya apabila struktur existing tidak mampu menahan beban tambahan. Dengan menggunakan program ETABS dan perhitungan manual yang berdasar pada peraturan SNI dilakukan analisis tersebut. Pada analisis ini dibuat 3 modeling dengan menggunakan program ETABS. Modeling pertama adalah kondisi normal sebagai kontrol. Modeling kedua adalah struktur existing dengan beban tambahan server tanpa struktur perkuatan. Dan Modeling ketiga dengan beban tambahan dan dengan struktur perkuatan baja profil. Dari hasil output dari masing-masing modeling digunakan analisa perbandingan untuk mendapatkan peningkatan luas tulangan perlu dan gaya dalam yang terjadi serta dimensi baja profil untuk struktur perkuatannya. Hasil dari penelitian ini mendapatkan kesimpulan bahwa dengan ditambahkan beban tambahan server pada sebagian area akan menimbulkan peningkatan luas tulangan dan gaya dalam pada struktur lainnya. Dan dihasilkan dimensi baja profil struktur perkuatannya menggunakan HB-400x400x13x21, HB300x300x10x15 dan IWF-200x100x5,5x8.
Does audit fee stickiness and audit quality are reciprocal? Slamet Wahyudi
JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia) Vol. 10 No. 3 (2024): JPPI (Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia)
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Theraphy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/020244453

Abstract

This study examines the relationship between audit fee stickiness and audit quality to determine whether they mutually affect each other. Using panel data and fixed-effects as well as common-effects regression methods, the study evaluates how total assets, leverage, audit changes, and the Covid-19 pandemic influence both variables. This methodology was chosen for its ability to control for individual differences and handle panel data, allowing for a more accurate analysis of the relationship between audit fee rigidity and audit quality. The main findings show that total assets and audit changes have a significant positive effect on audit fee stickiness, while the Covid-19 pandemic does not significantly affect audit fee stickiness. Additionally, total assets and leverage have a significant positive impact on audit quality, whereas audit changes do not influence audit quality and the Covid-19 pandemic actually improves audit quality. Although audit fee stickiness contributes to the enhancement of audit quality, audit quality does not have a significant effect on audit fee stickiness, indicating that there is no reciprocal relationship between the two. The study suggests the need for adjustments in the audit fee setting mechanism to ensure that audit quality is maintained optimally without being influenced by fee rigidity.
Pengaruh GCG, Pengendalian Internal, Whistleblowing terhadap Pencegahan Fraud dengan Moderasi Komite Audit Muhammad Saddam Fahrezi; Slamet Wahyudi
Value : Jurnal Manajemen dan Akuntansi Vol. 21 No. 2 (2026): Mei - Agustus 2026
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32534/jv.v21i2.8634

Abstract

Financial statement fraud continues to pose a danger to the viability and integrity of businesses, underscoring the necessity of strong control systems to stop fraud. With the audit committee acting as a moderating variable, this study attempts to examine how the whistleblower system, internal control, and good corporate governance (GCG) affect the prevention of financial statement fraud. This study used a quantitative methodology using primary data gathered from 100 PT Pegadaian (Persero) employees via questionnaires. Convenience sampling was the method employed. Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) using SmartPLS 4.0 was used to evaluate the data. The findings show that both effective company governance and the whistleblower system have a positive and significant impact on preventing financial statement fraud. On the other hand, the audit committee and internal control have little impact. The audit committee does not moderate the link between the whistleblower system and GCG on financial statement fraud prevention, according to the moderating study. It does, however, considerably lessen the unfavorable link between financial statement fraud prevention and internal control. This study adds to the body of knowledge on fraud prevention by showing that formal oversight mechanisms through audit committees are not as important in preventing financial statement fraud as the efficacy of whistleblowing systems and the application of sound corporate governance.
Pengaruh profesionalisme independensi Skeptisme Auditor Terhadap Pendeteksian Fraud dengan Peran Whistleblowing System sebagai Variabel Moderasi FARID AQNI YUSRIZAL; SLAMET WAHYUDI
JURNAL AKUNTANSI DAN KEUANGAN Vol 15 No 1 (2026): Jurnal Akuntansi dan Keuangan
Publisher : Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/gxevwr84

Abstract

Pendeteksian kecurangan (fraud) merupakan tanggung jawab krusial bagi auditor guna menjaga integritas laporan keuangan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh profesionalisme, independensi, dan skeptisisme profesional terhadap pendeteksian fraud, serta mengevaluasi apakah Whistleblowing System (WBS) dapat memperkuat hubungan tersebut. Fenomena fraud di Indonesia yang dinamis, seperti yang dilaporkan oleh BPK dengan potensi kerugian negara mencapai triliunan rupiah, melatarbelakangi pentingnya studi ini. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 70 auditor di Kantor Akuntan Publik (KAP) Jakarta Selatan. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa profesionalisme, independensi, dan skeptisisme berpengaruh positif signifikan terhadap pendeteksian fraud. Whistleblowing System terbukti memoderasi dan memperkuat pengaruh independensi terhadap pendeteksian fraud, namun tidak berperan sebagai moderator fungsional bagi profesionalisme dan skeptisisme. Hasil ini memberikan implikasi bagi KAP untuk meningkatkan independensi melalui dukungan sistem pelaporan yang aman.
Pengaruh Etika Profesi, Locus of Control, dan Risiko Audit terhadap Kualitas Audit pada Kantor Akuntan Publik di DKI Jakarta Setiawan Surya Rahmat; Slamet Wahyudi
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.12899

Abstract

Kualitas audit merupakan pilar utama dalam menjaga kepercayaan publik terhadap kredibilitas sebuah laporan keuangan. Oleh karena itu, auditor senantiasa dituntut untuk mempertahankan kualitas dan profesionalisme pekerjaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis secara empiris pengaruh etika profesi, locus of control, dan risiko audit terhadap kualitas audit pada auditor yang bekerja di Kantor Akuntan Publik (KAP) wilayah DKI Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitik. Data primer dikumpulkan melalui instrumen kuesioner berskala Likert empat poin yang dibagikan kepada para responden. Dari total 100 kuesioner yang disebarkan, sebanyak 79 kuesioner (response rate 79%) terisi dengan lengkap dan dianalisis lebih lanjut menggunakan pendekatan Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil evaluasi model pengukuran (outer model) menunjukkan bahwa seluruh indikator penelitian valid dan reliabel. Uji model struktural menghasilkan nilai R-Square (R²) sebesar 0,826, yang mengindikasikan bahwa ketiga variabel independen tersebut secara simultan mampu menjelaskan 82,6 persen variasi kualitas audit. Hasil pengujian hipotesis membuktikan bahwa etika profesi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas audit (koefisien 0,425; statistik t 6,743). Locus of control juga memberikan pengaruh positif dan signifikan (koefisien 0,420; statistik t 7,139). Risiko audit terbukti berpengaruh positif dan signifikan, sekaligus menjadi prediktor dengan pengaruh paling kuat (koefisien 0,612; statistik t 13,128). Seluruh variabel memiliki nilai p-value di bawah 0,001.