Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Implementasi Kebijakan Program Sertifikasi Guru Rifqi Khairul Arifin
Politicon : Jurnal Ilmu Politik Vol 1, No 2 (2019): Politicon : Jurnal Ilmu Politik
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/politicon.v1i2.6284

Abstract

Genderang kebijakan sertifikasi sudah dimulai sejak tahun 2006 dimaksudkan untuk meningkatkan system pendidikan nasional dimana Indonesia pada tahun 2015 menurut laporan pisa indonensia berapa peringkat 62 dari 72 negara, dengan adanya kebijakan ini diharapkan tingkat pendidikan menjadi semakin baik yaitu dengan dimulainya dari peningkatan kompetensi guru. teori yang digunakan Shabbir Cheema dan Dennis A. Rondinelli yaitu melihat Kondisi Lingkungan, Hubungan Antar Organisasi, Sumber Daya Organisasi, Karakteristik dan Kemampuan Agen Pelaksana. Metode yang digunakan peneliti adalah menggunakan pendekatan kualitatif memeiliki prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa lisan atau kalimat tertulis bukan angka dan sifatknya kontekstual. Di Kabupaten Majalengka program sertifikasi masih berjalan dengan baik hanya saja masih ditemukan beberapa kesalahan tekhnis yaitu kurang siapnya operator dan kurang mengetahuinya guru akan persyaratan pencairan sertifikasi. menggunakan metode kualitatif dengan Studi kasus terhadap 2 Sekolah Dasar di Kabupaten Majalengka yang menghasilkan bahwa program serifikasi sudah berjalan dengan baik hanya saja masih kurang pada indicator struktur birokrasi dan komunikasi.
Peningkatan Kemampuan Perangkat Desa dalam Tata Kelola Arsip dan Pelayanan Masyarakat di Desa Patengan Kabupaten Bandung Rifqi Khairul Arifin; Mona Indrianie
Jurnal Pengabdian Masyarakat Formosa Vol. 2 No. 4 (2023): August 2023
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmf.v2i4.5557

Abstract

Fungsi pemerintahan adalah melayani dan melindungi masyarakat. Aparat perangkat desa di Pemerintah Desa memegang posisi strategis dalam melayani dan melindungi publik. Bentuk perlindungan bisa diwujudkan melalui layanan cepat, mudah, murah, tidak birokratis, dan tepat waktu. Salah satu upaya untuk mewujudkannya, berhubungan dengan dengan pengelolaan kearsipan yang baik dan tercipta tertib administrasi serta pelayanan kepada masyarakatsecara prima. Beberapa permasalahan dan hambatan yang dihadapi Kantor Desa Patenggang terkait tata kelola pengarsipan surat dan pelayanan masayarakat yaitu pegawai masih belum aktif dan paham akan sistem informasi secara meluas dan masih kurangnya fasilitas atau media untuk sistem informasi yang dibuat serta pegawai terbiasa dengan pengarsipan yang sifatnya manual dalam pendataan. Tujuan PkM Pemula ini adalah untuk memberikan media di Kelurahan Lanna untuk menata seluruh arsip surat secara terarsip. Pengelolaan administrasi yang lebih baik berbasis digital serta meningkatnya kemampuan dan keterampilan apartur desa. Luaran pengabdian ini adalah para peserta (perangkat desa) menjadi lebih terbuka wawasan berpikirnya mengenai pentingnya pengelolaan kearsipan dan pelayanan prima
Involvement Patterns of Pentahelix Elements in Tourism Village Development Andre Ariesmansyah; Rifqi Khairul Arifin
Khazanah Multidisiplin Vol. 6 No. 1 (2025): Khazanah Multidisiplin
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/kl.v6i1.48977

Abstract

The development of tourism villages in Patengan Village, Rancabali District, has attracted the attention of many parties. Although many promotional activities have been carried out, the tourism potential of Patengan Village is still not optimally utilized and requires improvements in area management. This research aims to deeply explain the phenomenon of the involvement patterns of Penta-helix elements in the development of Patengan tourism village. This research adopts a descriptive design with a qualitative approach, located in Patengan Village, and uses the theory of Halibas et al. Data collection was carried out through interviews, observation, and documentation, with source triangulation to verify data validity. Data analysis used the interactive model of Miles and Huberman. Initial observations from the Focus Group Discussion (FGD) in Patengan Village, involving village government stakeholders, the community, and businesses, showed that tourism village development has not been optimal due to the minimal involvement of multi-parties (Penta-helix). Challenges include inadequate infrastructure, limited understanding of human resources among village officials and BUMDES (Village-Owned Enterprises), lack of understanding of cross-sector collaboration, limited promotion, minimal involvement of communities and academics, and lack of support from the business world. Other crucial factors are the lack of trust among collaborating parties, as well as budget and human resource limitations. This research is expected to provide an overview of the Penta-helix involvement patterns and identify inhibiting factors, which will form the basis for formulating targeted solutions for the sustainable development of tourism villages.