Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

POLA SPASIAL DAN TEMPORAL JENIS AWAN DI SELATAN INDONESIA BERDASARKAN KANAL IR1 HIMAWARI-8 PADA PERIODE MUSIM HUJAN Robi Muharsyah; Novi Fitrianti
Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca Vol. 21 No. 1 (2020): June 2020
Publisher : BPPT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29122/jstmc.v21i1.4158

Abstract

Banyak kajian yang telah membahas perkiraan jenis awan atau intensitas curah hujan menggunakan citra satelit cuaca HIMAWARI-8, namun umumnya dalam skala wilayah yang kecil (pada satu kota) dan rentang waktu yang singkat (pengamatan beberapa jam). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola spasial dan temporal jenis awan yang diduga dari kanal IR1 HIMAWARI-8, pada cakupan wilayah yang lebih luas, yaitu di bagian selatan Indonesia (80E-150E;15S-1N), serta pada periode pengamatan lebih lama (musim hujan 2017/2018). Metode Convective Stratiform Technique (CST) dipilih untuk menduga jenis awan Stratiform dan Cumuliform. Hasilnya secara temporal, awan Stratiform lebih dominan muncul pada sore hingga malam hari. Kemudian secara spasial, bagian barat di selatan Indonesia selalu diliputi awan Stratiform dari pagi hingga malam hari. Berdasarkan jumlah awan Cumuliform, puncak musim hujan terjadi pada 21–31 Januari 2018. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa juga jumlah pixel awan Cumuliform berkorelasi kuat (r>0,75) terhadap jumlah pixel citra Global Satellite Mapping of Precipitation Near Real Time (GSMaP) dengan intensitas curah hujan >0,1 mm/jam. Terakhir, penelitian ini memberikan suatu pendekatan baru untuk mengukur akurasi antara jenis awan yang diduga dari kanal IR1 HIMAWARI-8 dengan terjadinya curah hujan di suatu wilayah yang dapat dipakai untuk mengevaluasi fenomena pada skala meso seperti Mesoscale Convective Complex (MCC).
Koreksi Bias Hasil Proyeksi MIROC5 Keluaran WRF dengan Metode CDFDM Robi Muharsyah
Megasains Vol 9 No 1 (2018): Vol 9 No 1 (2018)
Publisher : Stasiun Pemantau Atmosfer Global Bukit Kototabang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46824/megasains.v9i1.179

Abstract

Proyeksi Iklim wilayah Indonesia pada tahun 2006 -2040 dari data MIROC 5 telah dihasilkan melalui teknik Dynamical Downscaling menggunakan model WRF. Selanjutnya keluaran model WRF tersebut (data model) dikoreksi biasnya menggunakan Cumulative Distribution Function Downscaling Method (CDFDM) sehingga dihasilkan data terkoreksi. Data observasi berupa curah hujan harian pada 148 stasiun BMKG (2006 – 2015) digunakan sebagai data training pada metode CDFDM. Tingkat akurasi diukur dengan menghitung persentase kesesuaian antara data model dan data terkoreksi terhadap data observasi. Digunakan empat idikasi : Mean daily precipitation (MEA), Intensity of precipitation (INT), Fraction of Wet days (FRE) dan Percentile- 90 (Q90) untuk mengukur tingkat akurasi tersebut. Hasilnya penggunaan metode CDFDM mampu memberikan peningkatan akurasi dengan rata- rata sebesar 15% baik untuk periode JJA maupun DJF