Aulina Adamy
Magister Kesehatan Masyarakat, Pascasarjana, Universitas Muhammadiyah Aceh, Banda Aceh 23245

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Demografi Ibu dan Asupan Makanan Asal Hewan terhadap Perkembangan Motorik Kasar Balita di Kecamatan Blang Bintang Aceh Besar Safrizal Safrizal; Ridwan Amiruddin; Aulina Adamy
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v3i2.665

Abstract

Latar Belakang: Salah satu faktor utama yang mempengaruhi perkembangan motorik kasar seorang anak adalah ibu sebagai sumber memperoleh kasih sayang, perhatian dan perawatan selayaknya sehingga dapat menerapkan pola asuh yang tepat. Tujuan penelitian untuk mengetahui demografi ibu dan asupan makanan asal hewan terhadap perkembangan motorik kasar balita di wilayah Kecamatan Blang Bintang di Kabupaten Aceh Besar. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan desain cross-sectional. Terdapat 73 responden yang diambil dengan accidental sampling. Pengambilan data dilakukan pada tanggal 25 Januari-8 Februari 2017 melalui kuesioner. Analisis data menggunakan uji Chi-square untuk analisis bivariat dan uji regresi berganda untuk analisis multivariat. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pekerjaan (p-value 0,033), pendapatan (p-value 0,044), pengetahuan (p-value 0,035), pendidikan (p-value 0,003) dan asupan makanan asal hewan (p-value 0,036) dengan perkembangan motorik kasar balita. Analisis multivariat pengaruh antara demografi ibu dan asupan makanan hewan dari hasil analisis statistik regresi menunjukkan bahwa ada pengaruh nyata antara pendapatan, pekerjaan, pendidikan, pengetahuan dan asupan makanan asal hewan terhadap perkembangan motorik kasar balita, metode persamaan regresi menjelaskan keterkaitan faktor pekerjaan (OR = 4,10), pendapatan (OR = 3,99), pengetahuan (OR = 4,70), pendidikan (OR = 3,70) dan asupan makanan asal hewan (OR = 1,99) dapat mengalami peningkatan perkembangan motorik kasar balita. Kesimpulan: Perkembangan motorik kasar balita didasari dari pengetahuan dan tingkat kecerdasan, tapi juga dari waktu.Â