Asnawi Abdullah
Magister Kesehatan Masyarakat

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Loyalitas Pasien terhadap Kualitas Pelayanan di Rumah Sakit Kabupaten Pidie Nuryani Nuryani; Nizam Ismail; Asnawi Abdullah
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v3i1.618

Abstract

Latar Belakang: Penelitian ini menilai lima dimensi kualitas pelayanan yang dikembangkan parasuraman, untuk menilai persepsi pasien terhadap kualitas pelayanan di Rumah Sakit Kabupaten Pidie. Lima dimensi tersebut adalah tangibility, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy. Pelayanan kesehatan juga berefek kepada perubahan perilaku apakah tetap atau berpindah dari rumah sakit. Perubahan tersebut berupa menyarankan kepada yang lain dan bersedia kembali di masa akan datang. Tujuan penelitian adalah menilai hubungan persepsi kualitas pelayanan terhadap loyalitas kepada penyedia layanan. Metode: Penelitian dengan pendekatan cross sectional menggunakan kuesioner dari 196 pasien di 4 rumah sakit di Kabupaten Pidie. Kuesioner terdiri dari 22 item pertanyaan dari instrumen SERVQUAL, dan 5 item pertanyaan untuk Loyalitas. Jawaban pertanyaan menggunakan skala Likert. Data statistik dianalisa dengan menggunakan SEM modeling. Hasil: penelitian menunjukkan 85,2% responden berumur di atas 50 tahun, 80,6% pendidikan responden dibawah SLTA dan dengan pendapatan di bawah 2 juta rupiah sebanyak 66,9%. Persepsi pelayanan kesehatan sebesar 92,3 % dan loyalitas pasien sebesar 93,4%. Dengan menggunakan Uji SEM dengan SmartPLS didapatkan hubungan yang bermakna antara ekpektasi terhadap persepsi dan loyalitas dan hubungan persepsi terhadap loyalitas. Loyalitas dipengaruhi 70,3% dari faktor persepsi, sisanya 29,7% dipengaruhi faktor lainnya. Kesimpulan: SERVQUAL sangat berguna menilai kualitas pelayanan dan bisa mengidentifikasi bagian yang memerlukan perubahan. Pasien yang mempunyai persepsi yang baik terhadap kualitas pelayanan akan mempunyai loyalitas yang tinggi. Penelitian ini dapat diterapkan untuk menilai dan mengevaluasi faktor loyalitas pasien terhadap pelayanan di Rumah Sakit Kabupaten Pidie.
Motivasi Berhenti Merokok pada Pelanggan Warung Kopi di Banda Aceh Raudhatul Jannah; Asnawi Abdullah; Said Usman
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v3i1.630

Abstract

Latar Belakang: Sekitar 12,7% kematian di Indonesia disebabkan merokok. Namun ironinya jumlah perokok cenderung naik dan di Aceh prevalensi merokok mencapai 25,3%. Penelitian ini akan mengkaji tingkat motivasi berhenti merokok pada pelanggan warung kopi di Banda Aceh. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain Cross-sectional.  Populasi dalam penelitian adalah seluruh pengunjung warung kopi yang mengkonsumsi rokok secara aktif di kota Banda Aceh. Jumlah sampel sebanyak 175 orang dari 5 warung kopi teknik pengambilan sampel secara Quota Sampling. Hasil: Hasil  uji model SEM diketahui variabel yang berhubungan dengan motivasi berhenti merokok adalah variabel ekspektasi dengan nilai estimate loading factor 1,20. Variabel ekpektasi ini dipengaruhi oleh sosial dan prestasi. Variabel fisiologi dengan nilai estimate loading factor 0,32, variabel valensi dengan nilai estimate loading factor 0,04, dan  variabel maintenance tidak berhubungan dengan motivasi dimana nilai estimate loading factor 0,13. Kesimpulan: Variabel yang berhubungan dengan motivasi berhenti merokok hanya variabel ekspektasi, sedangkan variabel lain: maintenance, sosial dan valensi tidak berhubungan motivasi berhenti merokok. Saran: Disarankan kepada Provinsi Aceh agar dapat mengeluarkan regulasi Qanun Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di setiap wilayah khususnya wilayah Banda Aceh dengan memperluas wilayah KTR di tempat-tempat umum khususnya warung kopi yang ada di Banda Aceh.
Perbedaan Tingkat Kepuasan Pasien di Puskesmas Banda Aceh setelah Berlakunya Kebijakan 144 Sitti Sarah; Asnawi Abdullah; Aulina Adamy
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v3i1.619

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan kesehatan pada kebijakan 144 (diagnosis penyakit) era Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dilaksanakan secara berjenjang dimulai dari pelayanan kesehatan tingkat pertama di puskesmas. Implementasi kebijakan 144 berimplikasi pada peningkatan jumlah kunjungan pasien ke puskesmas yang akan mempengaruhi tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan menganalisis perbedaan tingkat kepuasan pasien di Puskesmas Kota Banda Aceh setelah dan sebelum berlakunya kebijakan 144 (diagnosis penyakit). Metode: Penelitian ini bersifat observasional analitik dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien rawat jalan yang menerima pelayanan kesehatan pada saat penelitian. Sampel diambil dengan tehnik purposive sampling sebanyak 121 orang di Puskesmas Baiturrahman dan 25 orang di Puskesmas Lampaseh. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon matched-pairs signed-rank test dan uji Wilcoxon rank-sum test. Hasil: Terdapat perbedaan tingkat kepuasan pasien sebelum berlakunya kebijakan 144 dengan setelah berlakunya kebijakan 144 di Puskesmas Baiturrahman dan Lampaseh pada dimensi kehandalan (p-value 0,0001), dan secara keseluruhan (p-value 0,0009). Selanjutnya terdapat perbedaan tingkat kepuasan pasien antara Puskesmas Baiturrahman dengan Puskesmas Lampaseh setelah berlakunya kebijakan 144 pada setiap dimensi: penampilan fisik (p-value 0,0001), kehandalan (p-value 0,0001), ketanggapan (p-value 0,012), jaminan (p-value 0,002), dan empati (p-value 0,0001). Saran: Puskesmas diharapkan mampu meningkatkan kepuasan pasien secara keseluruhan terutama meliputi kenyamanan ruang pemeriksaan, pemberian informasi kepada pasien, kelengkapan alat-alat kesehatan dan obat-obatan serta memberikan pelayanan yang cepat dan tidak berbelit-belit.