Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Efektifitas Metode Pendidikan terhadap Perubahan Perilaku Tentang Kesehatan Gigi dan Mulut pada Murid MIN Mesjid Raya Banda Aceh Niakurniawati Niakurniawati; Said Usman; Faisal bin Abdurrahman
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v3i1.617

Abstract

Latar belakang: Kesehatan gigi dan mulut merupakan masalah yang rentan dihadapi oleh kelompok anak usia sekolah dasar. Hasil studi pendahuluan, sekolah MIN Mesjid Raya Banda Aceh pernah melakukan penyuluhan kesehatan, tetapi penyuluhan tentang kesehatan gigi hanya dilakukan setahun sekali. Dari wawancara 17 murid didapati menderita karies, 5 murid yang memiliki pengetahuan yang baik dan masih ada murid acuh tak acuh tentang kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini untuk mengetahui efektifitas metode pendidikan terhadap perubahan perilaku tentang kesehatan gigi dan mulut terhadap 173 murid kelas VI, diambil secara total populasi. Pengumpulan data dan intervensi dari tanggal 2 sampai 28 September 2016 dengan menggunakan kuesioner. Metode: Desain penelitian ini adalah quasi experiment dengan rancangan pre test post test non equivalent group design terhadap 2 kelompok yaitu kelompok intervensi yang terdiri dari metode diskusi di kelas VI A (42 murid), metode simulasi di kelas VI B (44 murid), metode demonstrasi di kelas VI C (44 murid) dan kelompok kontrol di kelas VI D (43 murid). Intervensi diberikan dua kali, rentang waktu pre test dan post test selama empat minggu. Analisis data menggunakan t-test dan oneway anova. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan terhadap pengetahuan (p=0,001), perubahan terhadap sikap (p=0,001) dan perubahan terhadap tindakan (p=0,001) tentang kesehatan gigi dan mulut. Saran: Di antara ketiga metode tersebut, ternyata metode diskusi merupakan metode yang paling efektif untuk meningkatkan perilaku tentang kesehatan gigi dan mulut. Diharapkan kerjasama pihak sekolah dengan pihak puskesmas dan dinas kesehatan dalam meningkatkan kunjungan program UKGS ke sekolah-sekolah melalui UKS dengan difokuskan pada pelayanan promotif preventif kesehatan gigi dan mulut.
Motivasi Berhenti Merokok pada Pelanggan Warung Kopi di Banda Aceh Raudhatul Jannah; Asnawi Abdullah; Said Usman
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v3i1.630

Abstract

Latar Belakang: Sekitar 12,7% kematian di Indonesia disebabkan merokok. Namun ironinya jumlah perokok cenderung naik dan di Aceh prevalensi merokok mencapai 25,3%. Penelitian ini akan mengkaji tingkat motivasi berhenti merokok pada pelanggan warung kopi di Banda Aceh. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan menggunakan desain Cross-sectional.  Populasi dalam penelitian adalah seluruh pengunjung warung kopi yang mengkonsumsi rokok secara aktif di kota Banda Aceh. Jumlah sampel sebanyak 175 orang dari 5 warung kopi teknik pengambilan sampel secara Quota Sampling. Hasil: Hasil  uji model SEM diketahui variabel yang berhubungan dengan motivasi berhenti merokok adalah variabel ekspektasi dengan nilai estimate loading factor 1,20. Variabel ekpektasi ini dipengaruhi oleh sosial dan prestasi. Variabel fisiologi dengan nilai estimate loading factor 0,32, variabel valensi dengan nilai estimate loading factor 0,04, dan  variabel maintenance tidak berhubungan dengan motivasi dimana nilai estimate loading factor 0,13. Kesimpulan: Variabel yang berhubungan dengan motivasi berhenti merokok hanya variabel ekspektasi, sedangkan variabel lain: maintenance, sosial dan valensi tidak berhubungan motivasi berhenti merokok. Saran: Disarankan kepada Provinsi Aceh agar dapat mengeluarkan regulasi Qanun Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di setiap wilayah khususnya wilayah Banda Aceh dengan memperluas wilayah KTR di tempat-tempat umum khususnya warung kopi yang ada di Banda Aceh.
Faktor Kelengkapan Imunisasi Dasar pada Bayi di Puskesmas Sawang Kabupaten Aceh Utara Marlina Marlina; Said Usman; Marzuki Marzuki
Jukema (Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Kesehatan Masyarakat Aceh (JUKEMA)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37598/jukema.v3i1.625

Abstract

Latar Belakang: Indikator untuk mengukur keberhasilan program imunisasi adalah cakupan imunisasi dasar lengkap. Di Aceh tahun 2015 hanya mencapai 74% dan dianggap serius menurut WHO karena belum mencapai imunisasi dasar lengkap 90%. Imunisasi dasar lengkap di Kabupaten Aceh Utara tahun 2015 hanya mencapai 71,2% dan di Puskesmas Sawang di Aceh Utara mencapai 17,9%. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Sawang. Metode: Penelitian ini bersifat analitik deskriptif dengan desain Cross-sectional. Populasi adalah ibu yang mempunyai bayi 0-12 bulan berjumlah 790 orang, sampel sebanyak 88 orang dari 39 desa diambil dengan teknik Proposional Sampling. Uji statistik yang digunakan yaitu Chi-square test, analisis multivariat dengan Logistic Regresi. Hasil: Analsisi bivariat menunjukkan kelengkapan imunisasi tidak ada hubungannya dengan sumber informasi (p-value 0,16), peran tenaga kesehatan (p-value 0,12), tetapi ada hubungan dengan dukungan keluarga (p-value 0,03). Namun analisa multivariat menemukan hanya 3 variabel yang berhubungan secara bermakna: pengetahuan ibu (OR = 5,5; p-value 0,00), peran tokoh masyarakat (OR = 5,6; p-value 0,04) dan partisipasi ibu (OR = 5; p-value 0,01). Kesimpulan: Variabel yang paling dominan adalah peran tokoh masyarakat dibandingkan dengan variabel-variabel lain. Saran: Perlu  kerjasama pemerintah  dengan lintas sektor terkait, peran aktif tokoh masyarakat, peningkatan pengetahuan ibu melalui penyuluhan dari petugas kesehatan.