Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS HEALTHY DATES SEBAGAI SUPLEMEN KOREKSI PERTUMBUHAN BALITA STUNTING DI KOTA CIMAHI Teguh Akbar Budiana; Dini Marlina
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v11i2.185

Abstract

Stunting merupakan keadaan kekurangan gizi kronis pada masa pertumbuhan dan perkembangan sejak awal kehidupan, sehingga anak terlalu pendek untuk usianya. Kurma merupakan salah satu buah dengan kandungan gizi lengkap yang dapat diberikan untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi. Tujuan: Mengetahui efektivitas Healthy Dates (sari kurma) sebagai suplemen koreksi pertumbuhan balita Stunting di Kota Cimahi. Penelitian ini merupakan penelitian Kuasi eksperimen dengan desain random sampling pretest dan post test control group design. Total sampel sebanyak 40 balita stunting usia 24-59 bulan perbandingan 1:1 (20 Healthy Dates : 20 Multivitamin) dengan menggunakan purposive sampling, diberi 5 ml setiap hari selama 3 bulan. Pendapatan dan pendidikan orang tua diambil menggunakan kuesioner,tinggi badan menggunakan microtoise, umur menggunakan bulan penuh, asupan zat gizi menggunakan recall 1x24 jam sebanyak 4 kali. Analisis menggunakan independent samples test, paired sample t-test, wilcoxon signed ranks test. Pendapatan keluarga 75% ≤UMK, 42.5% pendidikan ibu SMP, 37.5% pendidikan ayah SMA. Pada kelompok Healthy Dates rata-rata persentase asupan energy 54.12%, protein 91.16%, zink 56.09%, kalsium 69.55%. sedangkan kelompok multivitamin rata-rata persentase asupan energy 51.10%, protein 91.32%, zink 56.99%, kalsium 77.10%. Rerata Z-Score kelompok Healthy Dates sebelum perlakuan -2.62SD menjadi -2.30SD (p=0.001), rerata Z-Score kelompok multivitamin sebelum perlakuan sebesar -2.46SD menjadi -2.15SD (p=0.002). Rerata Z-Score akhir pada kelompok Healthy Dates 0.32±0.17, kelompok multivitamin 0.25±0.26 (p=0.147). Pada kelompok Healthy Dates terdapat koreksi tinggi badan lebih besar dibanding multivitamin.
PERAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL DALAM HUBUNGAN MITRA KERJA YANG BERKELANJUTAN Dini Marlina; Rieri Zahra; Suhendi
Journal Central Publisher Vol 2 No 8 (2024): Jurnal Central
Publisher : Central Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60145/jcp.v2i8.509

Abstract

Latar Belakang : Keberlangsungan suatu usaha tidak lepas dari hubungan mitra kerja. Hubungan ini harus dijaga agar terus mendukung performa kinerja perusahaan. Komunikasi menjadi dasar dan sekaligus celah dalam mempengaruhi hubungan mitra kerja. Analisis terhadap komunikasi interpersonal perlu dilakukan agar kita paham bagaimana komunikasi ini berperan dalam mendukung keberlanjutan bisnis. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam terkait peran komunikasi interpersonal dalam menciptakan hubungan kerja yang berdampak bagi keberlanjutan usaha. Metode : Dalam penelitian ini digunakan pendekatan kualitatif dengan analisis studi literatur. Menganalisis dari berbagai sumber jurnal dan artikel ilmiah serta e-book yang berkaitan dengan tujuan penelitian tentang peran komunikasi interpersonal, komunikasi yang efektif, dan dampanya terhadap keberlangsungan kerjasama. Hasil dan Pembahasan : Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan kerjasama yang berkelanjutan dipengaruhi oleh peran komunikasi interpersonal yang efektif. Hasil analisis menunjukkan adanya pengaruh positif antara komunikasi interpersonal yang efektif dengan hubungan kerjasama yang berkelanjutan. Dengan memperhatikan aspek pendukung dalam proses komunikasi, sehingga hubungan yang harmonis akan terjalin dalam jangka panjang. Kesimpulan : Komunikasi Interpersonal berperan penting dalam membangun kerja sama yang berkelanjutan. Unsur seperti keterbukaan, empati, saling menghargai, dan umpan balik meningkatkan kualitas hubungan. Keterbukaan dan empati memperkuat pemahaman, sementara saling menghargai menciptakan suasana positif. Umpan balik membantu perbaikan hubungan kerja. Secara keseluruhan, komunikasi yang efektif memperkuat sinergi dan komitmen bersama dalam kerjasama.