Sampah merupakan masalah sehari-hari yang dihadapi oleh manusia. Hal ini tidak hanya sedap dipandang, tetapi juga menyebabkan bau yang dapat mempengaruhi masalah serius karena penanganan yang tidak tepat. Oleh karena itu masalah penanganan limbah membutuhkan dukungan dan kerjasama dari semua pihak. Berdasarkan masalah tersebut, perlu penerapan teknologi untuk mengatasi limbah padat dengan menggunakan teknologi daur ulang limbah padat menjadi produk bernilai tinggi kompos. Pengomposan dianggap sebagai teknologi berkelanjutan karena tujuannya untuk pelestarian lingkungan, keselamatan manusia, dan nilai ekonomi. Kompos dapat membantu pelestarian lingkungan dengan cara mengurangi penggunaan pupuk kimia yang dapat menyebabkan degradasi lahan. Kompos tidak langsung juga membantu keselamatan manusia dengan mencegah pembuangan sampah organik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan tingkat aerasi yang tepat pada pembuatan kompos dari limbah sayuran yang menggunakan komposter dilengkapi dengan sistem pengaduk rotary. Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Mekanisasi Pertanian Politeknik Banjarnegara pada Oktober 2012. Penelitian ini menggunakan 5 kg limbah sayuran dari pasar tradisional di Banjarnegara kemudian dicampur dengan 1 kg dedak, serbuk gergaji sebanyak 8.50 kg, 2 kg kotoran sapi , dan 10 ml EM4 dengan memberikan 3 ( tiga ) variasi aerasi : 0,5 L / Menit ,1,0 L / Menit; 1,5 L / Menit. Data pengamatan dianalisis dengan menggunakan metode grafik dan analisis statistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kompos yang dihasilkan telah memenuhi SNI: 19-7030-2004 . Tingkat aerasi terbaik untuk kompos dari limbah sayuran adalah dengan memberikan 0,5 L / Menit aerasi dengan suhu maksimum 46,7 ° C selama 6 jam kompos . Tingkat air terbaik turun 1,5 L / Menit untuk proses pengomposan, level air menurun dari 60.40 % menjadi 43.20 % pada akhir proses pengomposan. PH tertinggi diperoleh dengan memberikan aerasi 1.5L / Menit adalah 7.69 pada akhir proses pengomposan. Hasil rasio CN dan perkecambahan 3 perawatan menunjukkan bahwa kompos telah matang dan siap untuk digunakan . Kata kunci : limbah sayuran, pembuatan kompos, laju aerasi.