Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IDENTITAS DIRI PADA REMAJA DARI KELUARGA BERBEDA AGAMA (STUDI FENOMENOLOGI PADA REMAJA DARI KELUARGA DENGAN LATAR BELAKANG AGAMA YANG BERBEDA) Nita Cintiawati; Tri Naimah
Sainteks Vol 12, No 2 (2015): SAINTEKS
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/sainteks.v12i2.1549

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan identitas diri di kalangan remaja dari keluarga dengan latar belakang agama yang berbeda. Ini adalah studi kualitatif yang menerapkan pendekatan fenomenologis. Informannya adalah remaja dari latar belakang agama yang berbeda di Purwokerto. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara dan observasi. Analisis dilakukan dengan menerapkan model analisis interaktif. Berdasarkan analisis, identitas diri di kalangan remaja yang diamati berasal dari aspek genetika, subjek DWP, AKM, AD, dan RD mempelajari nilai-nilai agama dari orang tua mereka masing-masing. Memiliki nilai. Selain itu, mereka juga menerima pengaruh eksternal dan AD mendapatkannya dari ayahnya. Dari aspek struktural, DWP dan AD berbagi keinginan yang kuat untuk berubah sebagai persiapan untuk masa depan mereka, RD dan AKM berharap bisa menemukan seseorang yang memiliki kepercayaan yang sama. Dilihat dari aspek dinamis, subjek tidak mengalami krisis identitas apapun, kecuali RD. Pada aspek pshycology interaktif, DWP dan RD memiliki hubungan normal di lingkungan mereka, AKM mengalami kesalahpahaman dari temannya tentang agama tersebut, mereka pikir dia adalah seorang chistian dari namanya. AD merasa tidak enak untuk memiliki agama yang berbeda dari ibunya dan kakak laki-lakinya. Pada aspek kepercayaan pada orang tua, DWP dan RD mendapat dukungan dalam mengambil pilihan religius. AD tidak mendapat dukungan dari sang ibu, RD mengalami konflik dengan sang ayah. Dari ketaatan religius mereka, hanya AKM yang memiliki masalah pemujaan identitas, karena dia tidak bisa menghindari persuasi teman. Kata kunci: identitas diri, remaja, agama yang berbeda dalam keluarga ABSTRACT This study is aimed at reveaveling self-identity among the adolescents from the families with different religion background. This is a qualitative study appliying a phenomenological approach. The informants are the teens from different religion backgroundin Purwokerto. The data collection was done using interview and observasion. The analysis was doneby applying interactive model of analysis.Based on the analysis, self-identity among the adolescents observed is from the genetic aspect, the subject of DWP, AKM, AD, and RD learn the religious values from their parents each has own in obtaining the values. Besides, they also receive the external influences and AD gets it from her father. From the structural aspect, DWP and AD share a strong willing to change as a preparation for their future, RD and AKM hope to find someone who have a same faith. Seen from the dynamic aspect, the subjects do not experience any identity crisis, except RD. On the interactive pshycology aspect, DWP and RD have a normal relation in their neighborhood, AKM experiences a misperception from his friend about the religion, they think he is a chistian from the name. AD feels uneasy to have a different religion from her mother and older sibling. On the aspect of trust in the parents, DWP and RD get support in taking the religious option. AD has no support from the mother, RD experiences a conflict with the father. From their religious obedience, it is only AKM who have a problem of worshipping identity, as he can not avoid the persuasion of the friends. Keyword : self-identity, adolescent, different religion in the family
Konsep dan Aplikasi Homeschooling dalam Pendidikan Keluarga Islam Tri Naimah
Islamadina : Jurnal Pemikiran Islam ISLAMADINA, Volume 20, No. 2, September 2019
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (743.779 KB) | DOI: 10.30595/islamadina.v0i0.4495

Abstract

Penulisan artikel ini bertujuan untuk mengkaji model  homeschooling,  serta aplikasi homeschooling dalam pendidikan keluarga islam. Motif orangtua memasukkan anaknya ke homeschooling ada 2 kategori, yaitu motif ideologi dan motif paedagogi.  Motif ideologi atau motif keagamaan orangtua yang kuat sehingga memasukkan anaknya ke homeschooling, sedangkan  motif  pedagogi adalah adanya anggapan bahwa  lingkungan sekolah sering tidak memberikan pengalaman pendidikan yang baik. Berbasis pada motif ideologi, maka homeschooling dapat dipilih sebagai bentuk pendidikan keluarga islam. Homeschooling yang berbasis pendidikan fitrah berisi pendidikan tauhid, pendidikan ibadah, pendidikan akhlak, pendidikan kepemimpinan, dan pendidikan keahlian. Adapun metode yang dapat diterapkan metode hiwar, keteladanan, targhib & tarhib dan Ibrah & Mauizah
Kepribadian Hardiness dan Dukungan Sosial sebagai Faktor Determinan Optimisme Mahasiswa Penyintas Covid-19 Shofi Maulina Fitrananda; Tri Naimah
Psikoislamedia : Jurnal Psikologi Vol 7, No 2 (2022): PSIKOISLAMEDIA:JURNAL PSIKOLOGI
Publisher : State Islamic University (UIN) Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/psikoislamedia.v7i2.14252

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepribadian hardinessdan dukungan sosial terhadap optimisme pada mahasiswa penyintas covid-19. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik insidental.Subjek penelitian ini berjumlah 154 mahasiswa penyintas covid-19.Data dikumpulkan dengan memodifikasi instrumen skala kepribadian hardiness (α = 0.869),  skala dukungan sosial (α =0.915)  dan skala optimisme (α = 0.911). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Teknik analisis data  yang digunakan adalah teknik regresi ganda.  Hasil analisis data menunjukkan ada pengaruh kepribadian hardiness dan dukungan sosial terhadap optimisme mahasiswa penyintas covid-19. Kontribusi kepribadian hardiness dalam menjelaskan optimisme sebesar 67.6%, sedangkan kontribusi dukungan sosial terhadap optimisme sebesar 19,4%. Kata Kunci : Kepribadian Hardiness, Dukungan Sosial, Optimisme