Overweight dan obesitas merupakan masalah utama kesehatan baik di negara-negara maju maupun negara-negara berkembang. Obesitas yang menjadi permasalahan di seluruh dunia, karena kecenderungan meningkat dari tahun ketahunnya. Antropometri merupakan salah satu metode untuk mengukur status gizi masyarakat. Beberapa indeks antropometri antara lain Indeks Massa Tubuh (IMT), berat badan terhadap umur, tinggi badan terhadap umur, berat badan terhadap tinggi badan, lingkar lengan atas, tebal lemak bawah kulit menurut umur dan Rasio Lingkar Pinggang Pinggul (RLPP). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh IMT dan Rasio Lingkar Pinggang Pinggul terhadap kadar gula darah puasa di Kelurahan Ajibarang Kulon Banyumas. Metode penelitian ini bersifat observasional analitik dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Kelurahan Ajibarang Kulon Banyumas pada bulan Maret 2015. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan teknik consecutive non random sampling sehingga di dapatkan sampel dalam penelitian ini 64 responden. Data diolah dengan program SPSS 20.0 for windows dengan uji statistik uji t tidak berpasangan dan uji korelasi Pearson. Hasil analisis uji t tidak berpasangan menunjukkan bahwa IMT tidak berpengaruh terhadap kadar gula darah puasa yang secara statistik ditunjukkan dengan p>0,05. Sedangkan RLPP berpengaruh terhadap kadar gula darah puasa yang bermakna secara statistik dengan p