Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Implementasi dan Perbandingan Keamanan PPTP dan L2TP/IPsec VPN (Virtual Private Network) Muhammad Alvin Gunawan; Sukma Wardhana
RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer) Vol 6, No 1 (2023): RESISTOR (Elektronika Kendali Telekomunikasi Tenaga Listrik Komputer)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/resistor.6.1.69-78

Abstract

VPN merupakan teknologi yang dapat membuat jaringan privat dengan memanfaatkan jaringan publik untuk mengamankan proses pertukaran data. Teknologi VPN biasanya digunakan untuk menghubungkan unit dan kantor cabang, yaitu dengan membangun terowongan antara dua lokasi. Penelitian ini memiliki tujuan utama untuk mengimplementasikan jaringan VPN antara cabang dan kantor cabang dengan penambahan jaringan keamanan untuk melindungi data agar tidak terkomunikasikan. Hal ini juga yang peneliti lakukan dalam makalah ini dengan membandingkan protokol VPN PPTP (Point-To-Point Tunneling Protocol) dan L2TP/IPsec (Layer Two Tunneling Protocol) menggunakan algoritma MPEE dan kunci enkripsi RSA RC4 128 untuk PPTP dan SHA -1 algoritma dengan AES 128 CBC, AES 128 CTR, enkripsi AES 128 GCM untuk protokol L2TP/IPsec. Setiap pengujian diberi beban lalu lintas unggah dan unduh sebesar 10MB, 20MB, dan 30MB. Hasil QoS (Quality of Service) yang meliputi throughput, packet loss, delay, dan jitter semuanya disajikan secara deskriptif dalam hasil penelitian ini. Kemudian dilakukan pengujian keamanan jaringan menggunakan Sniffing tanpa VPN, Sniffing PPTP, dan Sniffing L2TP. Pengujian keamanan jaringan menunjukkan bahwa data telah berhasil dienkripsi karena dalam pengujian keamanan ini Anda juga melihat aspek kerahasiaan apakah sudah terpenuhi atau belum. Kata Kunci: VPN; PPTP; L2TP/IPsec; Quality of Service; SecurityABSTRACTVPN is a technology that can create a private network by utilizing public network so that the data exchange process becomes secure. VPN technology is typically used to connect the unit and Branch offices, namely by constructing a tunnel between the two locations. This research has the main objective of implementing a VPN network between Branches and Branch offices with the addition of a security network to protect the data to be communicated. This is also what the researchers did in this paper by comparing the VPN protocols PPTP (Point-To-Point Tunnelling Protocol) and L2TP/IPsec (Layer Two Tunnelling Protocol) using the MPEE Algorithm and RSA RC4 encryption key 128 for PPTP and the SHA-1 Algorithm with AES 128 CBC, AES 128 CTR, AES 128 GCM encryption for L2TP/IPsec protocol. Each test is assigned upload and download traffic loads of 10MB, 20MB and 30MB. The QoS (Quality of Service) results including throughput, packet loss, delay, jitter all presented descriptively in the results of this study. Then the network security test is performed using Sniffing without VPN, PPTP Sniffing and L2TP Sniffing. The network security test shows that the data has been successfully encrypted because in this security test you also see the confidentiality aspect whether it has been met or not.
Computer Networks Optimization using Load Balancing Algorithms on the Citrix ADC Virtual Server Hardiyan Kesuma Ramadhan; Sukma Wardhana
JOIN (Jurnal Online Informatika) Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Department of Informatics, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/join.v6i1.672

Abstract

In the digital era and the outbreak of the COVID-19 pandemic, all activities are online. If the number of users accessing the server exceeds IT infrastructure, server down occurs. A load balancer device is required to share the traffic request load. This study compares four algorithms on Citrix ADC VPX load balancer: round-robin, least connection, least response time and least packet using GNS3. The results of testing response time and throughput parameters show that the least connection algorithm is superior. There were a 33% reduction in response time and a 53% increase in throughput. In the service hits parameter, the round-robin algorithm has the evenest traffic distribution. While least packet superior in CPU utilization with 76% reduction. So algorithm with the best response time and throughput is the least connection. The algorithm with the best service hits is round-robin. Large scale implementation is recommended using the least connection algorithm regarding response time and throughput. When emphasizing evenest distribution, use a round-robin algorithm.
Implementasi Algoritma Klasifikasi Naïvebayes Untuk Menentukan Kesulitan Soal Quiz Menggunakan Renpy Fathur Rosy; Sukma Wardhana
JURNAL TEKNIK KOMPUTER AMIK BSI Vol 9, No 2 (2023): JTK Periode Juli 2023
Publisher : Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31294/jtk.v9i2.15895

Abstract

Banyak game edukasi berjenis trivia dikembangkan dengan tujuan menguji kemampuan berfikir pemain. Namun, seringkali  pemain menghadapi kesulitan dalam menjawab pertanyaan yang diberikan, Salah satu faktornya disebabkan oleh pertanyaan yang tidak seimbang, terlalu sulit atau terlampau mudah. Sehingga rasa monoton dan ketidaksesuaian dengan kemampuan si pemain membuat pengalaman bermain menjadi kurang memuaskan. Peluang untuk menghasilkan pertanyaan yang sesuai dengan kemampuan pemain sebenarnya bisa diprediksi berdasarkan data dari pemain dengan suatu metode. Salah satu metode yang bisa digunakan untuk mengatasi masalah ini dengan menggunakan teknik dalam data mining yaitu klasifikasi naïve bayes. Algoritma naïve bayes digunakan untuk mengklasifikasikan tingkat kesulitan soal berdasarkan parameter yang dihasilkan oleh pemain yaitu kecepatan menjawab soal,jawaban benar atau salah dan berapakali pemain salah dalam menjawab soal yang didesain dalam bentuk healtbar. Sedangkan parameter untuk keputusan tingkat kesulitan soal adalah Mudah, Sedang, dan Sulit. Hasil pengujian naïve bayes dengan sepuluh orang pemain mampu memberikan tingkat kesulitan soal yang sesuai dengan akurasi tertinggi sebesar 92.85% dan akurasi terendah sebesar 35.29% Sedangkan rata-rata akurasi yang didapat 66.5%. secara keseluruhan rata-rata akurasi Naïve Bayes menunjukkan tingkat keberhasilan yang cukup baik dalam pengujian tersebut.
PELATIHAN PENGGUNAAN MICROSOFT POWER POINT UNTUK GURU SMP 215 JAKARTA Sabar Rudiarto; Sukma Wardhana; Saruni Dwiasnati
PEMANAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nasional Vol 1, No 1 (2021)
Publisher : PEMANAS: Jurnal Pengabdian Masyarakat Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/pemanas.v1i1.13626

Abstract

Guru dan Staff SMP 215 Jakarta saat ini dituntut bersifat dinamis terhadap perkembangan teknologi yang sangat berkembang pesat agar peserta didiknya mampu berkompten dengan menggunakan aplikasi yang sudah tersedia seperti aplikasi powerpoint pada office. Pelatihan Microsoft Power Point yang telah di laksanakan ini ditujukan kepada para guru untuk dapat di manfaatkan sebagai salah satu cara untuk meningkatkan wawasan ilmu pengetahuan tentang pembuatan media pembelajaran multimedia yang interaktif dan atraktif menggunakan program Power Point. Teknik dalam pelatihan yang kami lakukan ini memberikan seminar berupa pelatihan kepada guru dan staf pada sekolah tersebut sebagai penambahan pendalaman materi microsoft powerpoint agar memberikan skill pada aplikasi powerpoint  yang terdapat pada bagian Microsoft Office menggunakan metode zoom dalam penyampaiannya. Dengan dikuasainya media pembelajaran Microsoft Power Point oleh para guru diharapkan dapat menjadikan Power Point sebagai sarana dalam proses penyajian presentasi sehingga dapat memaksimalkan peran serta para guru dalam kegiatan yang dilaksanakan proses belajar mengajar dilingkungan sekolah pada saat pandemi ini. Pengabdian kepada masyarakat ini menghasilkan beberapa kemajuan kepada para guru dan staff  untuk dapat lebih memahami lagi tentang tata cara pembuatan dan penggunaan powerpoint untuk membuat presentasi ke anak didiknya agar lebih menarik dalam proses belajar mengajar baik proses belajar mengajar yang online atau tatap muka nanti setelah program pemerintah telah usai.