Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelayanan Akta Kelahiran Pada Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Surabaya Irwantoro Irwantoro
Matra Pembaruan: Jurnal Inovasi Kebijakan Vol 2 No 1 (2018)
Publisher : Research and Development Agency Ministry of Home Affairs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21787/mp.2.1.2018.49-58

Abstract

Improving the quality of public services is one of the policy issues in the current era of bureaucratic reform. This has become very important considering the quality of public services since the bureaucratic reforms have been rolled out there have been improvements but have not increased significantly. The performance of government bureaucracy in a simple way can be measured by assessing the good quality of public services. Public service performance measurement is a very important aspect to see the achievement of service delivery to the community. Research on the implementation of birth certificate services is important to do, because the public as customer service has not felt satisfied both in terms of time, procedures and quality of service that has been provided. This research was conducted to determine the implementation and constraints encountered in efforts to improve birth certificate services at the Surabaya City Population and Civil Registration Service. The focus of observation includes service procedures, completion time, cost of services, facilities and infrastructure, competence of service providers and constraints faced. The method used in this study is a qualitative method using descriptive analysis. Interactive model data analysis which begins with the process of collecting data, simplifying data, presenting data, and giving recommendations with conclusions shows that the implementation of birth certificate services in the Surabaya City Population and Civil Registration Service is good or quality that can be seen from the reliability indicator responsiveness, assurance, attention and tangibles. The advice given, should the Surabaya City Population and Civil Registration Service increase public knowledge and should service the issuance of birth certificates at the Surabaya City Population and Civil Registration Service can be carried out optimally.
Kebijakan Pengembangan Desa Inovasi Sektor Pariwisata di Jawa Timur Irwantoro Irwantoro
Bharanomics Vol 2, No 2: April 2022
Publisher : Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46821/bharanomics.v2i2.259

Abstract

Pembangunan ekonomi lokal tidak dapat dilepaskan dari upaya mendorong pengembangan tingkat desa berbasis pada kearifan lokal, potensi sumber daya dan keunikannya. Istilah Desa Inovasi adalah desa yang mampu memanfaatkan sumber daya desanya dengan cara baru, mengacu pada gagasan bahwa desa dalam kehidupannya harus selalu bergerak penuh dengan inovasi-inovasi dalam meningkatkan taraf hidup masyarakatnya. Tujuan yang hendak didapat dari kajian ini, adalah menganalisis arah kebijakan pemerintah daerah, mengidentifikasi hambatan dan strategi pemerintah daerah dalam pelaksanaan kebijakan pengembangan desa inovasi sektor pariwisata di Jawa Timur. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, yaitu suatu penelitian kontekstual yang menjadikan manusia sebagai instrumen dan disesuaikan dengan situasi yang wajar dalam kaitannya dengan pengumpulan data yang pada umumnya bersifat kualitatif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemerintah daerah mempunyai kebijakan yang mengarah ke pengembangan pariwisata tetapi masih belum fokus pada pengembangan desa inovasi sektor pariwisata meskipun telah ada usaha untuk membangun komitmen bersama dan memadukan langkah membangun pariwisata khususnya mengembangkan desa wisata. Saran yang diberikan adalah pemerintah daerah harus lebih proaktif dalam peningkatan sumberdaya pelaku desa wisata melalui kegiatan Capasity Building serta membentuk suatu forum untuk mensinergikan semua stakeholder serta perlu diselenggarakan atau digelar lomba desa inovasi sektor pariwisata.
PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL BERBASIS PADI ORGANIK SEBAGAI UPAYA KEMANDIRIAN DESA Irwantoro Irwantoro
Develop Vol 7 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Dr. Soetomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.627 KB) | DOI: 10.25139/dev.v7i1.6052

Abstract

ABSTRAK Desa sebagai wilayah yang bertumpu pada potensi lokal khususnya ekonomi pertanian di tengah pertumbuhan industri global ternyata posisinya lemah. Ada semacam dilema, karena kemiskinan dan pengetahuan menyebabkan pemanfaatan sumber daya alam terlalu rendah batasnya untuk bertahan hidup, tetapi di sisi lain, banyak kekuatan sember yang tampak secara optimal, belum sepenuhnya berkembang seperti matahari. ; air, angin, tanaman, ikan, ternak dan sumber daya manusia. Manfaat yang dapat diperoleh dari usaha pertanian adalah melestarikan sumber daya alam, melestarikan teknologi lokal dan meningkatkan pendapatan petani dan masyarakat sekitar. Karena pengembangan agribisnis ramah lingkungan adalah agribisnis yang dalam perencanaan usahanya telah memperhatikan dukungan kekuatan alam secara berkelanjutan, maka perlu dikembangkan ekonomi lokal berbasis beras Organik di Desa Lombok Kulon Kabupaten Bondowoso. Penelitian pengembangan lokal berbasis beras organik dalam upaya kemandirian desa dilakukan dengan menggunakan metode SWOT. Kesimpulannya alternatif strategi yang dapat dilakukan terdiri dari delapan strategi yaitu: mengembangkan produk beras organik yang dilakukan oleh Gapoktan Al Barokah dengan mengoptimalkan sumber daya yang ada, mengembangkan pasar dengan menjaga hubungan baik dengan Dinas Pertanian, mengembangkan produk dengan meningkatkan keahlian budidaya padi organik melalui kerjasama yang baik dengan dinas pertanian dan konsultan pertanian, penguatan kelembagaan kelompok tani, pengembangan produk dengan pemahaman akan pentingnya sektor pertanian untuk mendukung perekonomian keluarga, kerjasama dengan ahli teknologi baik dari lembaga pendidikan maupun dinas terkait memperoleh teknologi yang sehat, cepat, dan tepat guna. Keynote : pertanian, sumber daya alam, energi, lingkungan, produk primer lainnya