Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gangguan Pendengaran Pada infeksi Citomegalovirus Kongenital Tri Juda Airlangga; Rossa Martiastini; Retta .
Medica Hospitalia : Journal of Clinical Medicine Vol. 4 No. 2 (2017): Med Hosp
Publisher : RSUP Dr. Kariadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (201.897 KB) | DOI: 10.36408/mhjcm.v4i2.314

Abstract

Citomegalovirus merupakan penyebab gangguan pendengaran non genetik yang merupakan infeksi virus intrauterin dan bersifat kongenital. Infeksi CMV pada kehamilan, berpotensi menimbulkan kecacatan permanen seperti sensorineural hearing loss (SNHL), gangguan penglihatan, epilepsi dan global delay development Infeksi citomegalovirus dapat bersifat simptomatik dan asimptomatik yang sangat sulit dideteksi keberadaannya bila tidak dilakukan pemeriksaan awal fungsi pendengaran. Diperlukan pemeriksaan skrining, dan diagnosis serta  follow up fungsi pendengaran pada bayi baru lahir yang berisiko maupun positif terinfeksi CMV. Sifat gangguan pendengaran yang ditimbulkan yang fluktuatif mengakibatkan perlunya pemeriksaan yang berulang dan konsisten setiap 3 bulan merupakan kendala yang dihadapi dalam deteksi ini. Kata Kunci : CMV asimptomatik, SNHL fluktuatif, BERA
Jabir deltopektoral pada rekonstruksi diseksi leher radikal: seri kasus berbasis bukti Dini Widiarni; Marlinda Adham; Rossa Martiastini
Oto Rhino Laryngologica Indonesiana Vol 43, No 1 (2013): Volume 43, No. 1 January - June 2013
Publisher : PERHATI-KL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (230.139 KB) | DOI: 10.32637/orli.v43i1.16

Abstract

Latar belakang: Jabir deltopektoral merupakan salah satu pilihan untuk rekonstruksi defek yang luasakibat tindakan ekstirpasi tumor dan pemberian radioterapi pada keganasan kepala leher. Jabir deltopektoralbukan merupakan pilihan utama dalam rekonstruksi defek kepala leher, namun pada kondisi tertentu, jabirtersebut memiliki tingkat keberhasilan yang lebih baik dibandingkan dengan metode jabir yang lain. Tujuan:Mengingatkan kembali para ahli THT tentang indikasi dan teknik penggunaan jabir deltopektoral pada kasusrekonstruksi defek akibat reseksi tumor dengan telaah sistematis kepustakaan. Kasus: Dilaporkan tiga kasuspenggunaan jabir deltopektoral sebagai penutup defek, satu kasus laki-laki 73 tahun dengan unknown primarytumor dengan penyulit diabetes melitus yang dilakukan tindakan diseksi leher radikal. Dua kasus lain dengandefek akibat stoma rekuren pascalaringektomi total. Penatalaksanaan: Pada ketiga kasus ini dilakukanpenutupan defek menggunakan jabir deltopektoral. Kesimpulan: Pada kondisi pemakaian jabir bebasmerupakan kontraindikasi, adanya keterbatasan fasilitas atau dokter ahli serta kondisi sistemik pasien maka jabirdeltopektoral merupakan salah satu alternatif untuk rekonstruksi defek luas pada daerah kepala leher, sebelumatau sesudah radioterapi.Kata kunci : jabir deltopektoral, rekonstruksi, defek kepala leher.ABSTRACTBackground: Deltopectoral flap is one of the options for execessive defect caused by tumor ablation andradioterapy in head and neck cancer. Deltopectoral flap is not the main option in head and neck reconstruction,but in some certain condition, it has a better success rate than other flap techniques. Purpose: To presentevidence based case report in order to broaden otolaryngologists’ knowledge about indications and techniquesof deltopectoral flap in reconstruction of defect caused by tumor resection. Cases: We reported 3 cases ofdeltopectoral flap used as a defect closure, one of them was a man 73 years old who had an unknown primarytumor with diabetic status and had undergone radical neck dissection. Two other cases were patients withdefect caused by postlaryngectomy reccurent stoma. Management: We used deltofectoral flap for closing thedefect our patients. Conclusion: In conditions in which the use of free flaps are contraindicated, limitedinstrumentations or experienced surgeons, and poor systemic condition of the patient, deltopectoral flap can beconsidered as an alternative for reconstruction of wide defect of the neck, either pre or post radiotherapy.Keywords: deltopectoral flap, reconstruction, head neck defect.