Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Media Sosial TikTok dan Fenomena #KaburAjaDulu: Perspektif Generasi Z terhadap Nasionalisme Ni Kadek Indah Fitriyanti Kusuma Dewi; Anak Agung Mia Intentilia
Jurnal Media Informatika Vol. 6 No. 6 (2025): Edisi Desember 2025
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jumin.v6i6.7136

Abstract

Fokus utama penelitian ini ialah menganalisis fenomena tagar #KaburAjaDulu di media sosial TikTok serta melihat bagaimana hal tersebut berimplikasi terhadap perspektif nasionalisme pada Generasi Z. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tren digital yang berkembang di kalangan anak muda, di mana TikTok menjadi salah satu media paling berpengaruh dalam membentuk pola pikir, sikap, dan perilaku sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus, dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam terhadap informan Generasi Z, observasi konten terkait, serta dokumentasi digital. Analisis dilakukan dengan pendekatan tematik dan divalidasi melalui triangulasi sumber serta metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fenomena ini tidak hanya dimaknai sebagai bentuk ekspresi hiburan semata, tetapi juga merefleksikan pola pikir Generasi Z dalam merespons isu sosial, identitas diri, dan rasa kebangsaan. Sebagian besar informan menilai tren tersebut memiliki potensi melemahkan nilai-nilai nasionalisme apabila tidak disertai kesadaran kritis, namun di sisi lain dapat menjadi ruang untuk mengonstruksi identitas nasionalisme baru yang lebih sesuai dengan era digital. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial, khususnya TikTok, memainkan peran penting dalam memengaruhi persepsi nasionalisme Generasi Z di Indonesia, sekaligus menegaskan pentingnya literasi digital agar nilai kebangsaan tidak tereduksi hanya menjadi tren populer.
Peran Komunikasi Interpersonal Guru dalam Meningkatkan Self-Disclosure dan Pembentukan Karakter Sosial Anak Komang Eishya Jayarani Sapanca; Anak Agung Mia Intentilia
Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Ilmu Komunikasi Pattimura
Publisher : Department of Communication Science, University of Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/JIKPvol4iss2pp160-174

Abstract

Kajian ini ditujukan guna mengidentifikasi peran komunikasi interpersonal guru guna meningkatkan keterbukaan diri pelajar sebagai dasar penanaman kepribadian sosial pelajar usia dini di TK Saraswati Tabanan. Latar belakang kajian ini berangkat dari fenomena bahwa beberapa anak masih mengalami hambatan dalam beradaptasi sosial dan mengekspresikan perasaannya di lingkungan sekolah. Guru berfungsi penting sebagai fasilitator utama dalam proses belajar-mengajar dan interaksi harian agar tertanam nilai-nilai sosial yang mendukung perkembangan karakter anak. Riset ini memakai teknik kualitatif deskriptif lewat teknik pengumpulan data dihimpun dari pengamatan, wawancara intensif, dan dokumentasi menyangkut lima pendidik sekaligus dua orang tua murid yang terpilih secara purposif. temuan kajian membuktikan kalau praktik komunikasi antarpribadi yang memuat keterbukaan, empati, dukungan, sikap positif, dan kesetaraan secara konsisten sanggup mewujudkan suasana belajar yang kondusif, menyeluruh, dan penuh kehangatan. Guru yang menampilkan komunikasi terbuka dan empatik mendorong anak untuk lebih berani bercerita, mengekspresikan pikiran, serta berinteraksi dengan teman sebayanya secara alami. Proses komunikasi yang suportif dan setara membantu anak membangun rasa percaya diri, mengembangkan empati, serta menumbuhkan sikap menghargai perbedaan dalam konteks sosial yang lebih luas. Peningkatan keterbukaan diri anak terlihat tidak terbatas pada konteks sekolah, namun juga terbawa ke lingkungan keluarga melalui peningkatan komunikasi dan kelekatan emosional dengan orang tua. Riset ini menekankan bahwa komunikasi interpersonal pengajar mempunyai kontribusi mendasar dalam menumbuhkan keterampilan sosial, kecerdasan emosional, dan karakter adaptif anak sejak usia dini. Penelitian ini memberikan implikasi teoritis terhadap penguatan kajian komunikasi pendidikan serta rekomendasi praktis bagi guru untuk terus mengembangkan kompetensi komunikasi interpersonal yang empatik, terbuka, dan berorientasi pada pembentukan karakter sosial anak secara berkelanjutan.
Uses & Gratifications pada @basudewa_wear dalam Mengenalkan Budaya Endek Lokal Bali Made Ari Premayanti Premayanti; Anak Agung Mia Intentilia
Journal of Communication Sciences (JCoS) Vol. 8 No. 2 (2026): April
Publisher : Departement of Communication Sciences, Faculty of Social and Political Sciences, UIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55638/jcos.v8i2.1980

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana audiens memaknai konten akun Instagram @basudewa_wear dalam mengenalkan budaya endek lokal Bali melalui perspektif Uses & Gratifications. Latar belakang penelitian ini muncul dari rendahnya tingkat keterlibatan audiens meskipun akun secara konsisten memproduksi konten. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari pemilik sekaligus pengelola akun, kreator konten, serta pengikut aktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi audiens sesuai dengan delapan tipologi Uses & Gratifications, yaitu passing time, companionship, escape, enjoyment, social interaction, relaxation, information, dan excitement. Audiens tidak hanya memperoleh informasi dan edukasi mengenai kain endek, tetapi juga hiburan, relaksasi, serta kebanggaan terhadap budaya lokal. Komunitas “Teman Ngantor” turut memperkuat interaksi sosial dan identitas kolektif, sementara partisipasi Basudewa dalam kegiatan seperti fashion show meningkatkan daya tarik dan legitimasi budaya endek di ruang publik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa media sosial, khususnya Instagram, dapat menjadi sarana strategis dalam promosi budaya lokal bila dikemas kreatif, edukatif, dan interaktif. Rekomendasi penelitian ini ditujukan bagi pelaku usaha budaya dan institusi pendidikan agar lebih aktif memanfaatkan media digital dalam mendukung pelestarian kain endek Bali.
Model Outclass Berbasis Komunikasi Interpersonal pada Kemampuan Bahasa Inggris Siswa I Wayan Gede Cahya Wiguna; Anak Agung Mia Intentilia
Journal of Communication Sciences (JCoS) Vol. 8 No. 1 (2025): Oktober
Publisher : Departement of Communication Sciences, Faculty of Social and Political Sciences, UIM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55638/jcos.v8i1.1981

Abstract

Berkomunikasi dengan Bahasa Inggris menjadi kebutuhan penting di era globalisasi, khususnya di Bali yang pariwisatanya berkembang pesat. Youth Center Bumi Sehat hadir dengan kursus gratis melalui model pembelajaran outclass yang menekankan komunikasi interpersonal untuk meningkatkan kemampuan siswa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik observasi, wawancara semi-terstruktur kepada 8 informan, serta dokumentasi. Analisis dilakukan melalui reduksi, penyajian, dan verifikasi data dengan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model outclass efektif dalam meningkatkan keterampilan speaking dan listening, sekaligus membangun kepercayaan diri siswa melalui keterbukaan, empati, dukungan, kesetaraan, dan manajemen interaksi. Penurunan jumlah peserta dari 176 menjadi 150 lebih dipengaruhi faktor eksternal seperti benturan jadwal, bukan kelemahan model atau proses pembelajaran. Dengan demikian, tujuan utama untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris dan kepercayaan diri siswa tetap tercapai secara optimal.