Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGEMBANGAN BAHASA INDONESIA MELALUI DIPLOMASI KEBAHASAAN DI LUAR NEGERI: SEBUAH PENGAMATAN AWAL Siti Salamah; Sudaryanto Sudaryanto; Eva Nur Fathonah; Dian Nova; Sholeha Rosalia
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 2, No 2 (2018): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.083 KB)

Abstract

Salah satu tujuan dari pengembangan Bahasa Indonesia adalah untuk meningkatkan fungsi Bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional. Untuk mencapai tujuan itu, perlu ditempuh adanya diplomasi kebahasaan di luar negeri melalui pengajaran Bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA). Berdasarkan data Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (2017), diplomasi kebahasaan di luar negeri dilakukan dengan sejumlah cara, antara lain, (1) pengiriman guru BIPA ke luar negeri sebanyak 200 penugasan, 22 negara, dan 79 lembaga oleh Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK), Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa (Badan Bahasa), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, (2) pendataan pemelajar BIPA, (3) pendataan wilayah benua, negara, dan lembaga penyelenggara BIPA, (4) penerbitan buku ajar BIPA Sahabatku Indonesia, dan (5) penyelenggaraan Simposium Internasional Pengajaran BIPA di Yogyakarta. Kata Kunci: pengembangan bahasa Indonesia, diplomasi kebahasaan, BIPA
STUDI RINGKAS PEMEROLEHAN BAHASA PADA ANAK Siti Salamah
BAHASTRA Vol 33, No 2 (2015): Bahastra
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.768 KB) | DOI: 10.26555/bahastra.v33i2.2636

Abstract

Language acquisition is an important part of a person's life. Language is a means of communication and social interaction that must be mastered an early by someone. Good capability in an early language mastery will support the quality of human life, especially in the social interaction aspect . Considering the importance of early language acquisition, child language acquisition is importance to be studied. This paper is presents a brief overview of language acquisition in terms of the ways and the stages of language acquisition in children. Furthermore, this paper is also presents the design and research methods into language acquisition.
STRATEGI KESANTUNAN MEMINTA TOLONG DALAM BAHASA ANAK (STUDI KASUS TK ABA KEPUH WETAN) Siti Salamah; Dedi Wijayanti
Fon: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 20 No 2 (2024)
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25134/bf1gph43

Abstract

Kesantunan merupakan hal penting dalam keterampilah hidup seorang anak dalam beradaptasi dengan lingkungan sekitar. Kajian ini berusaha mendeskripsikan jenis strategi kesantunan anak usia 5-6 tahun dalam meminta tolong/bantuan. Pendekatan kajian ini merupakan kualitatif dengan desain prosedur studi kasus pada TK ABA Kepuh Wetan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa, anak usia 5-6 tahun telah mampu menggunakan strategi kesantunan dalam meminta tolong. Strategi kesantunan yang digunakan adalah strategi tuturan langsung (tanpa basa-basi), strategi kesantunan positif, dan strategi kesantunan negatif. Dalam meminta tolong/bantuan dengan strategi kesantunan positif, anak menggunakan beberapa teknik, antara lain teknik ungkapan tidak langsung, teknik melibatkan penutur atau mitra tutur dalam suatu aktivitas bersama, teknik bertanya, dan teknik mempertimbangkan keinginan mitra tutur. Lebih lanjut, anak menggunakan strategi kesantunan negatif dalam meminta tolong/bantuan dengan teknik ungkapan tidak langsung dan bersikap pesimis.
Strategi Kesantunan Berbahasa Berperspektif Gender dalam Interaksi Tokoh Laki-laki dan Perempuan pada Film Jumbo Shabila Meidiana Utami; Siti Salamah
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 15, No 1 (2026): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v15i1.8391

Abstract

The purpose of this study is to: (1) describe the use of gender-perspective politeness strategies in the interaction of the characters in the film Jumbo; and (2) analyze the tendencies of their use within the context of character interaction. This study is a descriptive qualitative research with data sources in the form of character utterances in the film Jumbo. Data collection techniques were carried out through the observe and record method. Furthermore, data analysis was conducted using the pragmatic identity method. To ensure data validity, this study employed theory triangulation. The results indicate that male characters tend to use the bald on record strategy in 10 utterances, compared to female characters with 5 utterances. Other strategies include off record with 12 utterances (9 male, 3 female), positive politeness with 11 utterances (7 male, 4 female), and negative politeness with 3 utterances (2 male, 1 female). Therefore, these findings show a tendency for differences in the use of politeness strategies based on gender, which are also influenced by the social context and the roles of the characters in the interaction. Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (1) mendeskripsikan penggunaan strategi kesantunan berbahasa berperspektif gender dalam interaksi tokoh film Jumbo; dan (2) menganalisis peredaan penggunaannya dalam konteks interaksi tokoh. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan sumber data berupa tuturan tokoh dalam film Jumbo. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan simak dan catat. Selanjutnya, analisis data dilakukan menggunakan teknik padan pragmatik. Serta untuk menguji kebasahan data penelitian ini menggunakan triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh laki-laki menggunakan strategi bald on record sebanyak 10 tuturan, dibandingkan dengan tokoh perempuan sebanyak 5 tuturan. Strategi lainnya meliputi off record sebanyak 12 tuturan (9 laki-laki, 3 perempuan), positive politeness sebanyak 11 tuturan (7 laki-laki, 4 perempuan), dan negative politeness sebanyak 3 tuturan (2 laki-laki, 1 perempuan). Oleh karena itu, temuan ini menunjukkan adanya perbedaan penggunaan strategi kesantunan berdasarkan gender yang juga dipengaruhi oleh konteks sosial dan peran tokoh dalam interaksi.