Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

RASISME DALAM NOVEL BUMI MANUSIA KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA Muhammad Fauzi Ridwan; Kunto Sofianto
Diglosia : Jurnal Pendidikan, Kebahasaan, dan Kesusastraan Indonesia Vol 3, No 2 (2019): Agustus
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (296.719 KB)

Abstract

AbstrakKarya sastra novel menjadi salah satu media bagi pengarang untuk menyalurkan ide dan gagasan tentang kondisi sosial masyarakat pada zamannya, sebab novel merupakan salah satu karya yang bisa mencerminkan kondisi sosial di masyarakat secara detail. Salah satu isu yang muncul kepermukaan pada masa penjajahan Belanda di Indonesia adalah tentang perilaku rasisme. Novel Bumi Manusia milik Pramoedya Ananta Toer, salah satu karya sastra masterpiece yang membahas tindakan rasisme pada masa kolonial. Penelitian perlu dilakukan untuk mengetahui sejauhmana praktik rasisme terhadap masyarakat Indonesia oleh penjajah Belanda. Pendekatan yang digunakan dalam kajian yaitu Sosiologi Sastra dengan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil yang diperoleh, rasisme yang dilakukan oleh kolonial Belanda tidak sebatas hanya membedakan orang berdasarkan warna kulit. Namun, bentuk rasisme yang muncul dalam novel hinggga pada hak-hak masyarakat yang dibatasi oleh kolonial.
Discourse Of Islamization In Indonesia: Hoesein Djajadiningrat’s Vision In The Colonial And Postcolonial Periods Mohammad Refi Omar Ar Razy; Kunto Sofianto; Gani Ahmad Jaelani
Criksetra: Jurnal Pendidikan Sejarah Vol. 12 No. 1 (2023)
Publisher : Sriwijaya University in collaboration with  Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Se-Indonesia (P3SI) dan Masyarakat Sejarawan Indonesia (MSI). 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jc.v12i1.134

Abstract

Discourses on Islamization in Indonesia are quite varied, including giving birth to the opinion that Islam originated in Gujarat, Mecca, Persia and China. The problem is, the discourse about the opinion of the coming of Islam to Indonesia which later became a unified historical story is rarely found. The discourse on Islamization became a long discourse in the colonial and postcolonial periods. This paper aims to elaborate on the vision of Islamization according to Hoesein Djajadiningrat. Hoesein argues that Islam in Indonesia originates from Persia. The argument in this paper is that Hoesein as an intellectual can be aligned with scholars who give opinions on Islamization such as Snouck Hurgronje, Pijnappel, JP Moquette, Hamka, and Abu Bakar Aceh. This paper uses historical methods consisting of heuristics, criticism, interpretation, and historiography. The results in this paper find that the Islamization discourse originating from Persia is a strengthening of the Islamization of Gujarat and a counter discourse of Arab Islamization. Therefore, this paper will analyze, first, the Islamization Debate in Western discourse. Second, the postcolonial Islamization Debate, and Third, the Arab vs Persian Islamization debate.