Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

STUDI PENGGUNAAN ASBUTON JBMA-50 PADA FLEXIBLE PAVEMENT AC-WC DAN HRS-WC TERHADAP GENANGAN AIR Helmi Haki; Mirka Pataras; Aztri Yuli Kurnia; Ricky Andrian; Yovie Kurnia
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (576.157 KB)

Abstract

Ketika saat hujan, konstruksi jalan terendam dengan genangan air hujan, yang dapat mempengaruhi kualitas perkerasan aspal. Genangan air hujan ini mengakibatkan terjadinya penurunan daya dukung bagian perkerasan jalan khususnya bagian lapis permukaan.Maka dilakukan penelitian untuk mengetahui perbandingan karakteristik perkerasan lentur laston wearing course (AC–WC) menggunakan aspal penetrasi 60/70 dan aspal buton modifikasi JBMA-50 apabila terkena genangan air hujan dengan variasi waktu rendaman. Dari hasil pengujian didapat KAO 5,4% untuk campuran menggunakan aspal penetrasi 60/70 dan 5,75% untuk campuran menggunakan aspal JBMA-50. Sedangkan untuk Lataston (HRS-WC), dari hasil pengujian marshall, untuk aspal penetrasi 60/70 didapat nilai KAO sebesar 7,6% dan aspal JBMA-50 sebesar 7,9%. Selanjutnya dibuat bendauji dari KAO masing-masing 2 benda uji untuk tiap aspal dengan waktu rendaman yang telah ditentukan. Hasil pengujian menunjuk kan bahwa nilai flow relative stabil sedangkan nilai stabilitas, MQ, dan VFA mengalami penurunan dan nilai VIM dan VMA mengalami peningkatan. Setelah direndam selama lebih dari 24 jam, nilai VIM sudah melewati batas spesifikasi yang diizinkan menurut spesifikasi Bina Marga 2010 revisi 3.
KARAKTERISTIK LASTON WEARING COURSE MENGGUNAKAN LIMBAH KATALIS DESULFURIZER DAN BOTTOM ASH PT. PUSRI SEBAGAI FILLER Mirka Pataras; Aztri Yuli Kurnia; Yulia Hastuti; Arfie Safitri; Meilianti Bindari
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (649.165 KB)

Abstract

Laston adalah campuran aspal dan agregat dengan gradasi menerus yang dikerjakan dengan cara dicampur, dihampar dan dipadatkan pada suhu tertentu, salah satu jenis laston ialah wearing course (AC-WC). AC-WC merupakan lapisan permukaan paling atas pada perkerasan jalan tipe laston yang berfungsi sebagai lapisan aus. Pada penelitian ini akan dilakukan pemanfaatan limbah katalis desulfurizer dan bottom ash PT. Pupuk Sriwidjaja Palembang sebagai filler untuk meningkatkan mutu campuran laston. Pada penelitian ini dilakukan pengujian agregat yang bertujuan untuk mengetahui karakteristiknya. Hasil dari pengujian berat jenis limbah katalis desulfurizer ialah 3,48 gr/cm3 dan berat jenis bottom ash sebesar 2,33 gr/cm3 . Rentang kadar aspal yang digunakan yaitu 5%, 5,5%, 6%, 6,5% dan 7%. Berdasarkan hasil pengujian marshall pada campuran laston didapat nilai Kadar Aspal Optimum (KAO) campuran limbah katalis desulfurizer sebesar 6,315% dan nilai KAO pada campuran limbah bottom ash sebesar 6,325%. Pada hasil pengujian Marshall didapat nilai stabilitas yaitu 1400 kg dan flow sebesar 3,25 mm untuk campuran limbah katalis desulfurizer, sedangkan untuk bottom ash memiliki stabilitas sebesar 1340 kg dan flow sebesar 3,207 mm. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa limbah katalis desulfurizer dan bottom ash dapat digunakan sebagai agregat pengganti karena memenuhi spesifikasi PU Bina Marga 2010 Revisi 3.
PENGARUH GENANGAN AIR HUJAN TERHADAP LASTON WEARING COURSE MENGGUNAKAN MODIFIKASI ASBUTON LGA TIPE 50/30 Mirka Pataras; Aztri Yuli Kurnia; Yulia Hastuti; Rizki Prasetya Person; Nanda Putri Anindita
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (562.021 KB)

Abstract

Penelitian ini membahas mengenai pengaruh genangan air hujan terhadap laston ACWC dengan memanfaatkan modifikasi asbuton LGA tipe 50/30. Proporsi yang digunakan pada modifikasi LGA adalah 50% asbuton LGA tipe 50/30 dan 50% aspal penetrasi 80/100. Proporsi tersebut dipilih berdasarkan hasil pengujian karakteristik modifikasi LGA yang memenuhi untuk menggantikan aspal penetrasi 60/70. Berdasarkan pengujian Marshall yang telah dilakukan, didapatkan nilai KAO sebesar 5,8% untuk campuran laston AC-WC standar dan 6,2% untuk campuran laston AC-WC modifikasi. Dari nilai KAO tersebut didapatkan parameter Marshall untuk campuran laston AC-WC standar, yaitu nilai stabilitas senilai 1036,608 Kg dan flow sebesar 3,422 mm. Sedangkan campuran laston AC-WC modifikasi menghasilkan nilai stabilitas senilai 1045,183 Kg dan flow sebesar 3,358 mm. Setelah itu dilakukan perendaman benda uji dengan air hujan yang telah ditampung dengan durasi perendaman 0 jam, 4 jam, 8 jam, 24 jam, dan 48 jam, dan dilanjutkan dengan pengujian Marshall. Persentase perubahan karakteristik pada campuran laston AC-WC standar pada durasi perendaman akhir (48 jam) sebesar -23,12% pada stabilitas dan -4,01% pada flow serta campuran laston AC-WC modifikasi sebesar -21,35% pada stabilitas dan -3,43% pada flow. Sesuai hasil tersebut di atas, modifikasi asbuton LGA tipe 50/30 dapat menjadi alternatif pengganti aspal penetrasi 60/70 pada campuran laston AC-WC.
PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG DAN ABU TANDAN SAWIT TERHADAP KARAKTERISTIK LASTON WEARING COURSE DAN BINDER COURSE Aztri Yuli Kurnia; Mirka Pataras; Joni Arliansyah; Jerry Firmansya; Yohanes Christian Chandra
Simposium II UNIID 2017 Vol 2 (2017)
Publisher : Simposium II UNIID 2017

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.64 KB)

Abstract

Berkembangnya industri kelapa sawit menjadi salah satu sumber penghasil limbah di Indonesia. Hal ini menyebabkan banyaknya ketersediaan limbah sawit yang dihasilkan. Pada penelitian ini, limbah yang digunakan berupa cangkang dan abu tandan sawit. Pengujian dilakukan dalam 2 tahap yaitu pengujian benda uji standar dan pengujian benda uji campuran. Pada tahap pertama, pengujian benda uji standar dilakukan untuk mendapatkan nilai KAO dan parameter marshall. Pada tahap kedua, pengujian benda uji campuran limbah sawit menghasilkan nilai parameter marshall lalu hasilnya dibandingkan dengan benda uji standar. Adapun standar pengujian yang digunakan dalam penelitian ini berpedoman pada Spesifikasi Umum Bina Marga 2010 revisi 3. Kadar aspal rencana untuk benda uji standar lapis AC-WC yaitu 5%, 5,5%, 6%, 6,5%, 7%, dan pada lapis AC-BC yaitu 4,5%, 5%, 5,5%, 6%, 6,5%. Pada benda uji campuran limbah sawit, sebagian dari agregat kasar akan digantikan oleh cangkang sawit dengan variasi 0%, 25%, dan 50% sedangkan abu tandan sawit digunakan sebagai filler, untuk kadar aspal benda uji campuran limbah sawit menggunakan nilai KAO benda uji standar lapis AC-WC yang didapat sebesar 6,35%, sementara itu pada lapis AC-BC didapat sebesar 5,85%. Berdasarkan hasil penelitian, benda uji campuran limbah sawit pada lapis AC-WC dan AC-BC masih memenuhi standar dan dapat digunakan.