Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Integrasi Zachman Framework dan TOGAF ADM Rully Pramudita; Nadya Safitri
INFORMATION SYSTEM FOR EDUCATORS AND PROFESSIONALS : Journal of Information System Vol 1 No 2 (2017): INFORMATION SYSTEM FOR EDUCATORS AND PROFESSIONALS (Juni 2017)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Bina Insani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.968 KB)

Abstract

Abstrak: Zachman framework merupakan salah satu framework arsitektur enterprise yangbanyak digunakan, namun framework ini belum memiliki metodologi khusus dalampenerapannya. Selain Zachman framework ada juga The Open Group Architecture FrameworkKata kunci: TOGAF ADM, Sistem Informasi Enterprise, Zachman frameworkAbstract: Zachman framework is one of the enterprise architecture framework that is widelyused, but this framework does not yet have the specific methodology in its application. Inaddition to the Zachman framework there is also The Open Group Architecture FrameworkKeywords: Enterprise Information System, TOGAF ADM, Zachman framework
Algoritma Bellman-Ford Untuk Menentukan Jalur Tercepat Dalam Sistem Informasi Geografis Rully Pramudita; Nadya Safitri
PIKSEL : Penelitian Ilmu Komputer Sistem Embedded and Logic Vol. 6 No. 2 (2018): September 2018
Publisher : LPPM Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/piksel.v6i2.1502

Abstract

Abstract In a large city, there are many congestion problems, so the selection of the fastest route to reach the destination is needed. The city of Bandung is one of the big cities in Indonesia which has a fairly crowded traffic density and tends to be a lot of congestion in it. So we need a study that can discuss the path of independence. In the study to determine the shortest path there are several algorithm options to solve it. This research was conducted using the Bellman Ford algorithm to try to solve the problem of selecting the fastest path. The case that will be focused on in this study covers the route that starts from Ir. H. Juanda street and ends at the Leuwipanjang bus terminal. The road node that will be passed is taken from several main points that will be passed. Calculation of coordinates will be calculated using the concept of graph and haversine formula. The impact of this research is that it can be known the fastest path needed using the Bellman Ford algorithm. Keywords: Algoritm, Bellman Ford, Graph, Haversine Formula, Shortest Path. Abstrak Dalam sebuah kota besar saat ini banyak sekali permasalahan kemacetan, maka dibutuhkan pemilihan rute jalan yang tercepat untuk mencapai tujuan. Kota Bandung merupakan salah satu kota besar di Indonesia yang memiliki kepadatan lalu lintas cukup ramai dan cenderung banyak terjadi kemacetan didalamnya. Maka diperlukan sebuah penelitian yang dapat membahas mengenai jalur tependek. Dalam kajian untuk menentukan jalur terpendek terdapat beberapa pilihan algoritma untuk menyelesaikannya. Penelitian ini dilakukan menggunakan algoritma Bellman Ford untuk mencoba menyelesaikan masalah pemilihan jalur tercepat. Kasus yang akan difokuskan dalam penelitian ini mencangkup rute yang dimulai dari jalan Ir.H.Djuanda dan berakhir di terminal bis Leuwipanjang. Simpul jalan yang akan dilalui diambil dari beberapa titik utama yang akan dapat dilewati. Perhitungan koordinat akan dihitung menggunakan konsep graf dan haversine formula. Dampak dari penelitian ini yaitu dapat diketahuinya jalur tercepat yang dibutuhkan menggunakan algoritma Bellman Ford. Kata kunci: Algoritma, Bellman Ford, Graf, Haversine Formula, Shortest Path.
Algoritma Dijktra Untuk Menentukan Jalur Terpendek Dalam Sistem Informasi Geografis Rully Pramudita; Nadya Safitri
PIKSEL : Penelitian Ilmu Komputer Sistem Embedded and Logic Vol. 7 No. 1 (2019): Maret 2019
Publisher : LPPM Universitas Islam 45 Bekasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33558/piksel.v7i1.1662

Abstract

Abstract Big cities in Indonesia always experience a lot of congestion, especially during holidays. It needs the right route to reach the tourist destination. Bandung city will be the location of this study, which every holiday it always happens congestion in this city. Therefore, a solution should be carried out that can provide solutions in finding independent pathways that can help government to manage the traffic. In determining the shortest path there are several choices of algorithms. This study uses one of the shortest path algorithms, namely the Dijktra algorithm to calculate the shortest path. The case area in this study is the road in Bandung city which starts from the road Ir. H. Juanda to Leuwipanjang. The road points passed are obtained from several main road nodes that are often used. The coordinate calculation of each node will be calculated by the concept of graph and haversine formula. The results of this study are the shortest route through the use of the Dijktra algorithm. Keywords: Algorithm Graph, Shortest Path, Dijktra, Haversine Formula. Abstrak Kota-kota besar di Indonesia saat ini banyak mengalami masalah kemacetan, terutama ketika masa-masa liburan. Dibutuhkan rute jalan yang tepat untuk mencapai tempat wisata tujuan. Kota Bandung akan menjadi lokasi penelitian ini, dimana setiap masa liburan selalu terjadi kemacetan. Perlu penelitian untuk memberikan solusi dalam mencari jalur tependek yang dapat membantu dinas terkait dalam mengelola lalu-lintas. Dalam menentukan jalur terpendek ada beberapa pilihan algoritma penyelesaian, salah satunya digunakan dalam penelitian ini yaitu algoritma Dijktra, salah satu algoritma shortest path untuk menghitung jalur terpendek. Kasus yang diambil dalam penelitian ini yaitu rute jalan di Kota Bandung yang bermula dari jalan Ir.H.Djuanda hingga di jalan Leuwipanjang. Titk-titik jalan yang dilalui didapatkan dari beberapa simpul jalan utama yang sering digunakan. Perhitungan koordinat setiap simpul akan dihitung dengan konsep graf dan rumus haversine formula. Rute jalur terpendek terbukti dapat ditemukan menggunakan perhitungan algoritma Dijktra. Kata kunci: Algoritma Graf, Jalur Terpendek, Dijktra, Formula Haversine