Effrem Warung
Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : Bahasa Indonesia Prima

IDEOLOGI WACANA DALAM BUKU PELAJARAN BAHASA INDONESIA: STUDI KASUS BUKU SISWA SMA/MA KELAS X Effrem Warung; Antonius Nesi; Petrus Sii
Jurnal Bahasa Indonesia Prima (JBIP) Vol. 4 No. 1 (2022): Bahasa Indonesia Prima (BIP)
Publisher : BIP: Jurnal Bahasa Indonesia Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.446 KB) | DOI: 10.34012/jbip.v4i1.2337

Abstract

Abstrak-Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan wujud dan makna ideologi yang terkandung dalam wacana buku pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa SMA/MA Kelas X terbitan Kemdikbud edisi 2017. Metode pengumpulan data penelitian ini ialah metode simak. Dalam metode simak, peneliti menerapkan teknik teknik baca dan catat. Analisis isi digunakan sebagai metode analisis data. Dalam menerapkan metode tersebut, peneliti mengidentitifikasi, mengklasifikasi, menginterpretasi, dan menyimpulkan hasil analisis data. Pada tahap identifikasi data, peneliti (1) menentukan teks-teks nonfiksi pada buku pelajaran, (2) membaca intensif setiap teks yang telah ditentukan, dan (3) mengutip bagian-bagian dari setiap teks yang disinyalisasi mengandung muatan ideologi. Pada tahap klasifikasi data, peneliti (1) mengelompokkan data-data menurut jenis ideologi dan (2) menginventarisasi wujud dan makna ideologi. Selanjutnya, pada tahap interpretasi data, peneliti (1) memaknai dan membahas setiap wujud dan makna ideologi dan (2) merefleksikan secara kritis setiap wujud dan makna ideologi. Berdasarkan hasil analisis data ditemukan 3 (tiga) wujud ideologi, yakni (1) nasionalisme, (2) patriotisme, dan (3) liberalisme.  Berdasarkan wujud-wujud ideologi tersebut dapat diidentifikasi beberapa makna, yakni (1) ketuhanan (religiostitas), (2) persatuan dan kesatuan, (3) pendidikan dan politik, (4) kemanusiaan dan peradaban, (5) musyawarah untuk mufakat, dan (6) makna keadilan sosial.