Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Perbandingan Variasi Pelarut dari Ekstrak Daun Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata) terhadap Rendemen dan Aktivitas Antibakteri Dewatisari, Whika Febria
Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek) 2019: Prosiding SNPBS (Seminar Nasional Pendidikan Biologi dan Saintek)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.836 KB)

Abstract

Lidah Mertua (Sansevieria trifasciata) memiliki kandungan berbagai macam metabolit sekunder sehingga berpotensi sebagai antibakteri. Salah satu bakteri yang sering menyerang tubuh manusia adalah Escheria coli. Bakteri E. coli merupakan bakteri yang terdapat pada saluran pencernaan manusia dan hewan, namun bakteri ini dapat berubah menjadi oportunis patogen bila hidup di luar usus, misal pada saluran kemih. Dalam penelitian ini dilakukan perbandingan variasi pelarut terhadap rendemen ekstrak Lidah Mertua untuk mendapatkan pelarut yang tepat yang berpotensi sebagai antibakteri. Ekstraksi lidah Mertua dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut n-heksan (non polar), aseton (semi polar), dan etanol(polar), menggunakan ekstraksi secara maserasi. Pengujian efektivitas antibakteri ekstrak kasar daun Lidah Mertua dilakukan terhadap bakteri E. coli menggunakan metode sumur difusi. Metode tersebut dilakukan dengan cara mengukur diameter zona bening di sekitar sumuran. Adanya zona bening di sekitar sumuran menunjukkan aktivitas antibakteri. Pelarut yang paling berpotensi sebagai antibakteri dilanjutkan dengan uji KHM (Konsentrasi Hambat Minimum). KHM dilakukan pada konsentrasi 250; 125; 62,5; 31,25; 15,625 mg/mL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etanol merupakan pelarut yang paling berpotensi menghambat pertumbuhan E. coli, hal ini ditunjukkan dengan pembentukan zona bening sebesar 24 mm, 23 mm, dan 24 mm, diikuti oleh n heksan sebesar 19 mm,18 mm, 18mm dan aseton sebesar 18 mm, 17 mm, 15 mm. Nilai KHM ekstrak etanol lidah mertua terhadap bakteri E. coli adalah 125 mg/mL.
Literature Review: Natural Anthelmintic from Moringa Leaves (Moringa oleifera) for Controlling Haemonchus contortus in Goats Wulandari, Aprilia Rizki; Dewatisari, Whika Febria
Jurnal Biologi Tropis Vol. 25 No. 4a (2025): Special Issue
Publisher : Biology Education Study Program, Faculty of Teacher Training and Education, University of Mataram, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jbt.v25i4a.10939

Abstract

Haemonchus contortus remains one of the most pathogenic gastrointestinal nematodes in goats, causing substantial productivity losses in small ruminant farming. The increasing resistance and residue concerns associated with synthetic anthelmintics highlight the need for safer, plant-based alternatives. This study aims to review the potential of Moringa oleifera leaves as a natural anthelmintic for controlling Haemonchus contortus infections in goats. A non-systematic literature review was conducted by screening scientific articles published between 2019 and 2024 through Google Scholar using keywords related to alternative natural anthelmintics, control of goat parasites, Haemonchus contortus infection, Moringa oleifera, and plant phytochemical compounds. Relevant in vitro and in vivo studies were analyzed descriptively to evaluate the plant’s phytochemical profile, mechanisms of action, and effectiveness. Findings indicate that Moringa oleifera leaves contain tannins, saponins, flavonoids, alkaloids, and terpenoids that inhibit egg hatching, disrupt larval development, and impair adult worm survival. In vitro studies consistently demonstrate high ovicidal, larvicidal, and vermicidal activity, with inhibition rates comparable to albendazole at higher concentrations. In vivo results also show significant reductions in fecal egg counts (FEC), particularly at doses of 200–400 mg/kg body weight, without reported adverse effects. These outcomes underline the effectiveness and safety of Moringa oleifera leaves as a promising natural anthelmintic. In conclusion, Moringa oleifera represents a viable, environmentally friendly option for integrated parasite control in goats, particularly for reducing infections caused by Haemonchus contortus. Further standardized dosing studies and long-term evaluations are recommended to optimize its practical application in small ruminant health management.