N. Suwarno
Universitas Padjadjaran

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Thermoregulasi Domba Ekor Gemuk yang Dipelihara pada Ketinggian Tempat (Altitude) yang Berbeda A. Mushawwir; N. Suwarno; A. A. Yulianti
Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan Vol 5 No 2 (2019): DESEMBER
Publisher : State Islamic University (UIN) Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (185.847 KB) | DOI: 10.24252/jiip.v5i2.11884

Abstract

Seratus empat puluh ekor ternak domba ekor gemuk berjenis kelamin campuran (jantan dan betina), dengan kisaran umur  18 – 24 bulan telah digunakan dalam penelitian ini. Untuk mengkaji respon thermoregulasi domba ekor gemuk yang dipelihara pada berbagai ketinggina tempat (altitude). Tujuh lokasi penelitian tersebar dari Kabupaten Tegal (Jawa Tengah) hingga Kabupaten Sukabumi (Jawa Barat), dengan  topografi ketinggian tempat mulai <350 dpl  di Kabupaten Tegal Jawa Tengah,  sampai dengan  ketinggian tempat > 1350 dpl di  Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Setiap lokasi penelitian terdiri dari 20 ekor sampel domba ekor gemuk. Pengukuran terhadap respon fisiologik (thermoregulasi) telah dilakukan sekali dalam dua minggu  selama dua bulan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi altitude maka respon thermoregulasi ternak, nyata (P<0,05) lebih rendah. Disimpulkan bahwa temperatur lingkungan yang rendah dengan meningkatnya altitude menyebabkan radiasi panas lingkungan menurun sehingga beban panas tubuh domba semakin rendah.
Model Prediksi Metabolit Melalui Jalur Glikogenolisis Berdasarkan Fluktuasi Mikroklimat Lingkungan Kandang Sapi Perah N. Suwarno; A. Mushawwir
Jurnal Ilmu dan Industri Peternakan Vol 5 No 2 (2019): DESEMBER
Publisher : State Islamic University (UIN) Alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.873 KB) | DOI: 10.24252/jiip.v5i2.11886

Abstract

Empat puluh ekor sapi perah laktasi 3-4 telah digunakan dalam penelitian ini untuk mengkaji hubungan mikroklimat dengan metabolisme melalui jalau glikogenolisis. Dua buah thermometer bola basah dan bola kering dipasang di dalam kandang serta di sekitar kandang pada masing-masing lokasi peternakan di Sukabumi dan Bandung Barat. Fluktuasi temperature, kelembaban serta temperature humidity index (THI) dicatat dan dihitung setiap hari. Penetapan kelembaban berdasarkan temperature bola kering serta perbedaan temperature antara bola kering dengan baola basah. Indeks temperatur dan kelembaban ditetapkan berdasarkan temperatur bola kering dan kelembaban. Koleksi data penelitian (kadar glikogen, glukosa 1-fosfat, glukosa 6-fosfat, glukosa 6-fosfatase dan glukosa) dilakukan sekali sebulan selama empat bulan. Plasma darah telah dikoleksi dari vena coccigeae. Sampel plasma darah telah dianalisis dengan menggunakan spektrofotometer berdasarkan biolabo kit dan eliza biosource kit. Data yang telah dikalkulasi, kemudian dianalisis menggunakan analisis korelasi regresi. Software SPSS IBM 21 telah digunakan untuk menganalisis semua parameter tersebut. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat korelasi baik positif maupun negatif antarparameter mikrolingkungan, metabolit melalui jalur glikogenolisis. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh model prediksi kadar glikogen = 14,272 - 1,383 Temp + 0,935 RH -1,628 THI; Glukosa 1-Fosfat = 3,572 + 1,381 Temp + 0,733 RH + 1,836 THI; Glukosa 6-Fosfat = 81,771 + 1,373 Temp + 0,729 RH + 1,471 THI; Glukosa 6-Fosfatase = 53,381 + 1,274 Temp + 0,527RH +1,618 THI dan Glukosa = 43,721 + 0,787 Temp + 0,3061RH – 1,840 THI.