Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS MITIGASI PERMUKIMAN KUMUH DI SEKITAR SUNGAI JE'NEBERANG KELURAHAN SUNGGUMINASA KABUPATEN GOWA Risnawati K
Teknosains Vol 14 No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/teknosains.v14i2.15403

Abstract

Penelitian ini tentang Analisis Mitigasi Permukiman Kumuh di Sekitar Sungai Je'neberang Kelurahan Sungguminasa Kabupaten Gowa. Pokok permasalahannya adalah Bagaimana konsep mitigasi permukiman kumuh di sekitar tanggul Sungai Je’neberang Kelurahan Sungguminasa Kabupaten Gowa? Masalah ini dilihat dengan kondisi Secara fisik permasalahan yang muncul di permukiman sekitar Sungai Je’neberang Kelurahan Sungguminasa Kabupaten Gowa adalah merebaknya hunian dengan kondisi semi permanen yang menempel pada sisi tanggul Sungai Je’neberang. Maka, dengan demikian penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kualitatif. Alat analisis ini digunakan untuk menganalisis kondisi fisik dasar di lokasi penelitian yakni analisa data yang bertujuan untuk menggambarkan keadaan wilayah pengamatan atau sesuai data yang diperoleh yaitu mengklasifikasikan dan menyajikan data dalam bentuk tabel, penguraian dan gambar dan analisis ini dilakukan untuk mempertimbangkan kondisi fisik yang ada di lokasi penelitian guna mengantisipasi berkembangnya permukiman kumuh di sekitar sungai Je’neberang.
PERAN AKTOR PENTAHELIX DALAM PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA HUTAN BAKAU DI KECAMATAN SINJAI TIMUR KABUPATEN SINJAI Putri, Rosya Malindo; Handayani, Risma; Risnawati K
Jurnal EkoRegion Vol 1 No 2 (2026): Jurnal EkoRegion
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the roles of pentahelix actors as well as the levels of stakeholder interest and influence in the development of the Tongke-Tongke Mangrove Forest tourism destination in East Sinjai District, Sinjai Regency. The research was motivated by the suboptimal management of the tourism destination, as reflected in weak stakeholder collaboration, inadequate infrastructure, limited promotional efforts, and low community participation. A descriptive qualitative approach was employed, with data collected through observation, in-depth interviews, and documentation. The data were analyzed using descriptive qualitative analysis combined with stakeholder analysis based on the interest–power matrix. The findings indicate that the five pentahelix actors—government, academia, business sector, community, and media—have carried out their respective roles; however, their collaboration remains fragmented and insufficiently integrated. The government has the highest level of influence, while the contributions of academia and the media remain limited in fostering innovation and destination promotion. Weak coordination, communication, and integrated planning were identified as the primary constraints to tourism development. Therefore, strengthening sustainable collaboration among stakeholders is essential to enhance the effectiveness, competitiveness, and long-term sustainability of the Tongke-Tongke Mangrove Forest tourism destination.