Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

PENGARUH POLA PENGGUNAAN LAHAN AKIBAT ADANYA BENDUNGAN LAMASI KECAMATAN LAMASI POMPENGAN KABUPATEN LUWU Risma Handayani
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 2 No 1 (2012)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v2i1.753

Abstract

Tingkat pertumbuhan dan perkembangan bangunan masih cenderung menurun. Hal ini terlihat dari sample yang disebarkan yakni 29 dari 40 sample atau 70 persen, mereka memperbaiki atau menambah bangunan yang sudah ada dalam kurun waktu antara tahun 2000 sampai 2110. Hal ini disebabkan lahan untuk bangunan baru semakin berkurang karena lahan sebagian desa sudah sempit seperti desa Wiwitan dan Lamasi, lahan untuk bangunan baru semakin terbatas sehingga pembangunan yang pada umumnya bersifat renovasi ataupun menambah bangunan-bangunan yang sudah ada. Penduduk yang tinggal pada kawasan jaringan irigasi Pompengan 95,0 persen atau 38 dari 40 sample yang disebarkan, mereka tinggal sebelum tahun 1998 sedangkan sisinya pendatang sesudah tahun 2009 dari dalam lingkungan kecamatan Lamasi dan Walenrang. Dan penduduk yang tinggal pada kawasanDengan dibangun jaringan irigasi teknis Pompengan atau Lamasi Kiri maka tata guna lahan berubah. Keadaan akhir tahun 2009 yang menunjukkan perubahan yang cukup besar yang dapat diuraikan sebagai berikut : Lahan kering 8,178 Ha, tegalan 1.452 Ha, perkebunan 295 Ha, padang rumput/rawa 527 Ha, hutan 3.054 Ha, pekarangan 2.789 Ha, kolam tambak 20 ha dan lain-lain 3.189 Ha.
PERILAKU MASYARAKAT DALAM PENYEDIAAN RUANG TERBUKA HIJAU PADA PERUMAHAN DI KELURAHAN GUNUNG SARI Risma Handayani; Laily Fitri Ramadhani
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 5 No 1 (2016)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v5i1.982

Abstract

Penelitian ini membahas tentang Perilaku Masyarakat dalam Penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Permukiman (Studi Kasus: Perumahan di Kelurahan Gunung Sari). Permasalahan pokok yang dibahas adalah bagaimana perilaku masyarakat dalam mendukung penyediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) privat pada perumahan di Kelurahan Gunung Sari dan bagaimana upaya-upaya masyarakat meningkatkan penyediaan RTH privat di Kelurahan Gunung Sari. Atas dasar masalah tersebut, penulis mengadakan penelitian untuk mengetahui perilaku masyarakat dalam mendukung penyediaan RTH privat dan mengetahui upaya-upaya untuk meningkatkan penyediaan RTH privat dalam pengembangan RTH privat di Kelurahan Gunung Sari. Pengolahan data yang digunakan adalah analisis kuantitatif, dengan menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian disimpulkan bahwa perilaku masyarakat memiliki kesadaran kepentingan udara bersih dan lingkungan asri, mempunyai keinginan bersama dalam menciptakan penghijauan secara privat, serta memiliki kesediaan waktu memberi perhatian lebih terhadap tanaman bagi sebagian rumah tangga. Adapun upaya-upaya masyarakat untuk memaksimalkan program pemerintah dengan melakukan lebih banyak program-program untuk meningkatkan partisipasi aktif masyarakat, meningkatkan informasi terhadap program penghijauan dengan media tanam terhadap keterbatasan ruang lahan pekarangan, membentuk kelompok peduli lingkungan serta membuat program mengurangi satu hari dana pemakaian bahan bakar dengan membeli dan memelihara satu pohon untuk pengembangan RTH privat pada perumahan di Kelurahan Gunung Sari.
PENGARUH KAWASAN PENDIDIKAN SAMATA-BONTOMARANNU TERHADAP DAERAH SEKITAR Risma Handayani
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 4 No 2 (2015)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v4i2.992

Abstract

Permasalahan yang terjadi saat ini di Kota-kota besar di Indonesia akibat dari pertumbuhan penduduk suatu kota yang tinggi serta meningkatnya kegiatan pembangunan diberbagai sektor. Berdasarkan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Metro Mamminasata  telah mengarahkan struktur tata ruang Wilayah Metropolitan Mamminasata ke dalam beberapa pusat-pusat pelayanan utama yang salah satunya adalah pusat pelayanan pendidikan yang dipusatkan di Kecamatan Bontomarannu dan Samata yang di dalamnya terdapat kampus Teknik Universitas Hasanuddin yang berlokasi di Kecamatan Bontomarannu, kampus 2 UIN Alauddin Makassar yang terletak di Samata, dan berbagai perguruan tinggi lainnya akan di arahkan ke kawasan ini. Dengan adanya kawasan pendidikan juga akan mempengaruhi kota, dalam hal ini daya tarik kota sebagai kawasan pendidikan. Hal ini akan mengakibatkan adanya migrasi yang masuk bukan saja melanjutkan studi tetapi juga mencari kesempatan dan peluang kerja. Hal ini akan memberi dampak jumlah penduduk dan peningkatan kepadatan bangunan. Perubahan ini akan mempengaruhi pola penggunaan lahan dan fungsi rumah sebagai kegiatan ekonomi. Selain itu, kawasan pendidikan tersebut juga akan berpengaruh terhadap kondisi sosial masyarakat. Seperti tingkat pendidikan, pekerjaan, budaya, kebiasaan masyarakat, serta keagamaan. 
PREPARING COMMUNITY RESILIENCE IN SOCIAL SECTOR BASED ON CLIMATE AND DISASTER RESILIENCE INITIATIVE (CDRI) CONCEPT IN SUNGGUMINASA, GOWA REGENCY Alif Dary Utomo; Risma Handayani
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 10 No 1 (2021)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v10i1.20944

Abstract

The city of Sungguminasa is one of the areas affected by flooding due to the overflow of the Je'neberang River. This is due to urban locations characterized by high population growth and infrastructure as well as land use change around the Je'neberang River. After the flooding, the quality of the settlement environment has decreased, such as damage to the road network and drainage and waste problems. The community is the party most affected by the occurrence of floods, therefore it is very important to increase community resilience in dealing with disasters. Resilience measurement needs to be done to determine the direction of adaptation in accordance with the social conditions of the community in the study site to restore the quality of settlements after the flood disaster. The formulation of the problem in this research is how the social resilience of the community in the recovery of the quality of the post-flood environmental settlements along the River Jeeberang City Sungguminasa. In this study to answer the problem formulation the analytical method used is the Likert scale analysis and analysis of the resilience index value. So the results of the analysis can be concluded that the level of social resilience of the community in the recovery of the quality of the environment after the flooding along the River Jeeberang Sungguminasa City is 4.2 and is in the high category.
UPAYA PENINGKATAN PARTISIPASI MASYARAKAT DALAM MENJAGA KUALITAS LINGKUNGAN OBJEK WISATA PANTAI BEROVA KABUPATEN KOLAKA UTARA Risma Handayani
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v11i2.36491

Abstract

Efforts to increase the participation of Community Objects in maintaining the environmental quality of Berova Beach Tourism, North Kolaka Regency. The main issues discussed are how these factors influence community perception and participation, the relationship between several factors that influence community participation in improving the environmental quality of the Berova beach tourism object. So with this problem the authors conducted research in the village of Pitulua. The method used is descriptive analysis which is carried out in accordance with the research objectives by clearly describing or describing what is in the field, while to study Efforts to Increase Participation in the Community Maintaining the Environmental Quality of the Berova Beach Tourism Object the method is used, namely Likert Scale Analysis and AHP. The results of the study show that factors that influence community participation, based on public perceptions, namely Cleanliness, Comfort and Safety and the most dominant influencing community participation is the Cleanliness factor in improving the environmental quality of the Berova tourist attraction. Keywords: Flood, Vulnerability and Mitigation.
EVALUASI PROGRAM KOTAKU TERHADAP INDIKATOR KEKUMUHAN JARINGAN JALAN DI KELURAHAN BONTO-BONTOA Risma Handayani
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 12 No 1 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v12i1.40884

Abstract

ABSTRAK Indonesia sebagai negara yang berkembang dengan kondisi demografi yang tidak stabil tercermin pada angka pertumbuhan penduduk yang tidak terkendali. Jumlah penduduk yang cukup besar tidak dibarengi dengan perbaikan ekonomi yang lebih baik. Kondisi perekonomian yang tidak teratur semakin menambah angka kemiskinan di negara kita yang mana berdampak pada kondisi fisik dan non fisik kehidupan masyarakat yang secara nyata dan jelas tercermin pada menurunnya kualitas lingkungan tempat tinggal masyarakatnya. Bahkan yang terjadi sekarang adalah banyaknya permukiman kumuh atau kawasan kumuh. Kawasan permukiman kumuh di Kabupaten Gowa terkhusus di kelurahan Bonto-Bontoa terletak di daerah kepadatan penduduk yang cukup tinggi. Sesuai dengan kriteria kawasan kumuh bahwa kawasan tersebut memiliki pola permukiman yang tidak teratur, kualitas bangunan tidak layak huni, serta tidak dilengkapi sarana dan prasarana serta utilitas (jalan, air bersih, air limbah, drainase dan sistem persampahan). Kelurahan ini memiliki luas wilayah 1,61 km2. Lokasi kumuh Kelurahan Bonto-Bontoa berada di RT 1 RW 3 dan RT 2 RW 3. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik kumuh di Kelurahan Bonto-Bontoa dari aspek jaringan jalan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif . Hasil identifikasi Kelurahan Bonto-Bontoa terhadap jaringan jalan yaitu memiliki jaringan jalan dengan lebar yang kurang memadai serta masih terdapat permukaan jalan yang rusak. Kata Kunci: Identifikasi, Permukiman Kumuh, Jaringan Jalan
KONSEP COMMUNITY BASED TOURISM (CBT) UNTUK PENGEMBANGAN DESA WISATA KAMPUNG TENUN MASALILI KECAMATAN KONTUNAGA Nur Fidia; Risma Handayani; Nurfatimah Nurfatimah
Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota Vol 12 No 2 (2023)
Publisher : Jurusan Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jpm.v12i2.42502

Abstract

Kabupaten Muna tidak hanya di titik beratkan pada objek wisata yang telah dikenal masyarakat luas saja namun ada alternatif andalan lainnya yang mulai dikembangkan yaitu desa wisata dengan potensi alam, seni dan budayanya. Namun dalam pengembangannya desa wisata tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal terutama dalam aspek ekonomi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi pengembangan wisata Desa Wisata Kampung Tenun Desa Masalili denga konsep berbasis masyarakat, dan menganalisis strategi pengembangan desa wisata berbasis Masyarakat dalam meningkatkan ekonomi masyarakat. Teknik pengumpulan data menggunakan studi literatur dan wawancara responden di desa Masalili. Berdasarkan tingkat ketercapaian seluruh indikator diatas, dapat dikatakan bahwa konsep Community Based Tourism dapat dikembangkan pada Desa Kampung Tenun Masalili, Kecamatan Kontunaga, Kabupaten Muna. Metode Analisis data Miles dan Hurberman sebagai perumusan strategi pengembangan desa wisata. Hasil penelitian pengembangan desa wisata Kampung Tenun Masalili dengan konsep Community Based Tourism (CBT) dapat di kembangankan di desa Masalili dengan model capacity building yang mengutamakan tiga strategi pengembangan yaitu penguatan usaha ekonomi masyarakat lokal, penguatan kelembagaan, dan peningkatan pengetahuan dan keterampilan SDM lokal. Kata Kunci : Community Based Tourism (CBT), Desa Wisata, Kampung Tenun
Mapping the assets of the Balang Tonjong Lake user communities in Makassar City Fadhil Surur; Risma Handayani; Khairul Sani Usman; Risnawati
Transformasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 19 No. 2 (2023): Transformasi Desember
Publisher : LP2M Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/transformasi.v19i2.7740

Abstract

[Bahasa]: Danau Balang Tonjong di Kelurahan Antang Kota Makassar memiliki potensi yang belum termanfaatkan dan terpetakan secara maksimal. Sementara itu aktivitas masyarakat sekitar telah berasosiasi dengan berbagai nilai manfaat dari keberadaan danau tersebut, salah satunya aktivitas perikanan dan pariwisata. Permasalahan yang akan diangkat dalam program pengabdian kepada masyarakat ini adalah pemetaan aset komunitas kelompok pemanfaat Danau Balang Tonjong Kota Makassar. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memetakan potensi kegiatan masyarakat yang berorientasi pada kegiatan ekowisata, memetakan aset yang dimiliki oleh masyarakat di sekitarnya dan meningkatkan sinergi atau keterhubungan antara 3 kelompok pemanfaat (petani, nelayan dan kelompok wisata) dalam mengelola aset urban ecotourism di Danau Balang Tonjong. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pendekatan pemetaan partisipatif yang meliputi tahap inkulturasi, tahap pemetaan kawasan, pemetaan stakeholder dan tahap evaluasi. Pendekatan ini yang melibatan kelompok dampingan di Kelurahan Antang Kecamatan Manggala Kota Makassar secara internal dan berbagai stakeholder sebagai komunitas eksternal.  Hasil pengabdian diperoleh bahwa potensi yang ada di kawasan tersebut didukung oleh kondisi lanskap kawasan yang berasosiasi dengan Danau Balang Tonjong, sedangkan aset yang ada di wilayah tersebut meliputi aset individu, fisik, sosial, alam, dan finansial.  Aset individu menjadi faktor pendukung sehingga transfer informasi dari fasilitator ke komunitas tidak mengalami kendala. Asosiasi yang terbentuk dari hasil pengabdian ini berupa pengelompokan 3 objek dampingan menjadi keterhubugan rendah, sedang dan tinggi. Kelompok tinggi menggambarkan kedekatan hubungan antara komunitas dengan stakeholder yang didampingi. Program pengabdian ini efektif dalam menggali potensi yang ada di wilayah mereka dalam mendorong implementasi pengembangan kawasan urban ecotourism di Kota Makassar. Kata Kunci: pemetaan aset, komunitas, kelompok pemanfaat, Danau Balang Tonjong [English]: The Antang Village, Makassar City's Balang Tonjong Lake, has untapped potential that has not been mapped or utilized to its fullest capacity. Conversely, the lake's presence has been linked to many advantageous aspects of the neighboring community, including fishing and tourism-related endeavors. The following issues will be addressed through this community service program: This community service initiative cartographically represents the assets of the Lake Balang Tonjong Lake user group in Makassar City. This community service program aims to assess the viability of ecotourism-focused community activities, delineate the assets owned by the neighboring community, and strengthen the collaboration or linkage among three user groups—farmers, fishermen, and tourism organizations—in managing municipal assets. A participatory mapping approach is utilized to conduct this activity, which consists of the following phases: inculturation, area mapping, stakeholder mapping, and evaluation. This strategy engages internal stakeholders from the assisted groups in Antang Village, Manggala District, Makassar City, and external communities from diverse stakeholders. The outcomes of the service indicate that the area's financial assets comprise individual, physical, social, and natural resources. In contrast, the landscape conditions of the area bolster its potential. Individual assets serve as a facilitating element to ensure no impediments to the transmission of information from the facilitator to the community. The association established by this service categorizes the three objects it assists into three distinct levels of connectivity: low, medium, and high. The high group serves as an embodiment of the intimate bond that exists between the aided stakeholders and the community. By promoting the establishment of urban eco-tourism areas in Makassar City and encouraging the implementation of regional development initiatives, this service program successfully exposes participants to their region's potential. Keywords: asset mapping, community, beneficiary group, Balang Tonjong Lake
Peran Guru dalam Upaya Meningkatkan Keterampilan Membaca Siswa Kelas IV di SD Negeri 106810 Sampali Rambe, Riris Nurkholidah; Utami, Anggi Putri; Salbila, Isal; Handayani, Risma; Bayu, Silvana; Aulia, Usna
TSAQOFAH Vol 3 No 4 (2023): JULI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/tsaqofah.v3i4.1212

Abstract

Learning to read faces problems and obstacles. The teacher's role as a facilitator is to facilitate student learning as well as possible by using various strategies, methods and learning resources. The teacher's role in education is to equip students with the central point of science and technology. The purpose of this study was to determine the teacher's role in improving the reading skills of fourth grade students at SDN 106810 Sampali. The method used in this research is a descriptive qualitative method. Based on the results of the research, it can be concluded that there are several types of media used in teaching reading, but students are more interested in media images, for example pop-up books and teaching materials used in teaching reading, namely thematic books. While the efforts that teachers make in improving students' reading skills are by motivating, directing, guiding, providing reading corners, making visits to the library and giving prizes to students whose reading is already fluent and getting used to literacy activities before starting learning so that students like and are interested in reading.
Penerapan Strategi Everyone Is a Teacher Here untuk Meningkatkan Motivasi Belajar pada Mata Pelajaran IPS Siswa Kelas IV di MIN 4 Medan Barat Putriana, Alda; Adeana, Fadillah Putri; Alwi, Muhammad Fiqri; Handayani, Risma; Zahfa, Zahra Azurra; Yusnaldi, Eka
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 7 No. 3 (2023): Desember 2023
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v7i3.10791

Abstract

Artikel ini menganalisis penerapan strategi Everyone is a Teacher Here untuk meningkatkan motivasi belajar pada mata pelajaran IPS siswa kelas 4 di MIN 4 Medan Barat dengan rumusan kajian yaitu pertama, langkah-langah peneraparan strategi everyone is a Teacher Here, kedua penerapan strategi Everyone is a Teacher Here dan ketiga pengaruh strategi Everyone is a Teacher Here. Untuk mendapatkan hasil riset, penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan instrument pengumpulan data yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan pertama langkah-langkah strategi Everyone is a Teacher Here yaitu perencanaan, tahap penindakan pelaksanaan, dan tahap pengamatan yang dilakukan peneliti kepada peserta didik kelas IV. Kedua, Penerapan strategi Everyone is a Teacher Here pada siswa kelas IV mata pelajaran IPS di MIN 4 Medan Barat menunjukkan adanya motivasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS yang dimana peserta didik sudah mulai belajar dengan aktif seperti mengutarakan pendapatnya.