Nur Hidayat
UIN Sunan Kalijaga

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

THE IMPLEMENTATION OF CHARACTER EDUCATION IN ISLAMIC BOARDING SCHOOL Nur Hidayat; Dian Andesta Bujuri
Lentera Pendidikan : Jurnal Ilmu Tarbiyah dan Keguruan Vol 23 No 1 (2020): JUNE
Publisher : Faculty of Tarbiyah and Teacher Training Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/lp.2020v23n1i11

Abstract

Abstract:The aim of this research was to find out the implementation of character education in Islamic boarding school (Ponpes) of Ibnul Qoyyim in Yogyakarta and Al-Hidayah in Jambi. The method used of this research was qualitative method with case study approach. The data were obtained through interview, observation, and documentation. The research subjects were selected using purposive sampling. Data analysis technique used referred to Miles and Huberman model, namely reducing data, displaying data, and concluding. The findings indicated that there were similar methods applied to teach character education in both Ponpes. Both of them integrated vision, mission, and all activities program into character education values through co-curricular, intracurricular, extracurricular, and habituation. Islamic students (Santri) practiced the values such as religious, politeness, discipline, honest, hard work, independent, responsible, mutual help, tolerant, caring the social environment in daily activities. The minimum control was able to give opportunity for Santri to avoid negative behavior. The character education which was programmed and integrated to all activities in those Ponpes was quite effective to build Islamic students’ character which needed intensive collaboration between parents and society to educate and to control Santri when they were outside Ponpes area.Abstrak:Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari pelaksanaan pendidikan karakter di pesantren Ibnul Qoyyim di Yogyakarta dan Al-Hidayah di Jambi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan menggunakan studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Subjek penelitian dipilih menggunakan purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan mengacu pada model Miles dan Huberman, yaitu mereduksi data, menampilkan data, dan menyimpulkan. Hasil penelitian menunjukkan adanya kesamaan metode yang digunakan kedua Ponpes tersebut. Keduanya mengintegrasikan visi, misi, dan program kegiatan ke dalam nilai-nilai pendidikan karakter melalui ko-kurikuler, intrakurikuler, ekstrakurikuler, dan habituasi. Santri mempraktikkan nilai-nilai seperti agama, kesopanan, disiplin, jujur, kerja keras, mandiri, bertanggung jawab, saling membantu, toleran, peduli terhadap lingkungan sosial dalam kehidupan sehari-hari. Kontrol minimum mampu memberi kesempatan bagi Santri untuk menghindari perilaku negatif. Pendidikan karakter yang diprogramkan dan terintegrasi ke semua kegiatan di Ponpes cukup efektif untuk membangun karakter Santri yang membutuhkan kolaborasi intensif antara orang tua dan masyarakat untuk mendidik dan mengontrol Santri ketika mereka berada di luar wilayah Ponpes.
IMPLIKASI KEGIATAN EKSTRAKURIKULER TERHADAP PENDIDIKAN KARAKTER ISLAM SISWA Sutriani Sutriani; Nur Hidayat
Raudhah - Proud To Be Professional مجلد 8 عدد 2 (2023): Raudhah Proud To Be Professionals: Jurnal Tarbiyah Islamiyah- Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Raudhatul Ulum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48094/raudhah.v8i2.390

Abstract

Abstract This study aims to determine the implications of Islamic character education through extracurriculars in MTs Alkhairaat Sakita. The method used is qualitative through observations in the school. The result of the research is that there are implications of extracurricular activities on the character education of students in MTs Alkhairaat Sakita. Extracurricular activities at the school consist of Pengajian or Yasinan, Hadrah, Pencak Silat, and Scouting. This activity has a positive impact physically and spiritually. Students can practice Islamic teachings, implement Islamic educational values into everyday life, form the personality character of students who are human kamil. Keywords: extracurricular activities, Islamic character education.
Transformasi Pendidikan Karakter Anak Melalui Pola Pengasuhan di Era Digital Ru’uliyanah Sabrianti; Nur Hidayat
Al-Abshor : Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 3 No. 3 (2026): Pendidikan Agama Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/f2sxa306

Abstract

The digital era has brought significant changes to family life, particularly in the interaction patterns between parents and children. Advances in information technology, the internet, and the use of various digital devices have transformed the way children learn, communicate, and obtain information. In this context, character education is no longer solely the responsibility of formal educational institutions but also relies heavily on parents' ability to manage and direct the use of technology within the family environment. This change demands a transformation in parenting styles that adapt to current developments without neglecting the moral and character values ​​that underpin the development of a child's personality. A literature review of various scientific journals, books, and relevant research findings suggests that parenting styles in the digital era require a more adaptive and responsive approach to technological developments. One widely recommended strategy is the implementation of digital parenting, a parenting style that integrates supervision, guidance, and education in the use of digital media. Furthermore, effective, open, and empathy-based communication is crucial in building harmonious relationships between parents and children. Synergistic collaboration between families, schools, and the community also plays a crucial role in supporting the ongoing character education process. Abstrak Era digital telah membawa perubahan yang sangat signifikan dalam kehidupan keluarga, terutama dalam pola interaksi antara orang tua dan anak. Kemajuan teknologi informasi, internet, serta penggunaan berbagai perangkat digital telah mengubah cara anak belajar, berkomunikasi, dan memperoleh informasi. Dalam kondisi tersebut, pendidikan karakter tidak lagi hanya menjadi tanggung jawab lembaga pendidikan formal, tetapi juga sangat bergantung pada kemampuan orang tua dalam mengelola dan mengarahkan penggunaan teknologi di lingkungan keluarga. Perubahan ini menuntut adanya transformasi pola asuh yang mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa mengabaikan nilai-nilai moral dan karakter yang menjadi fondasi pembentukan kepribadian anak. Berdasarkan kajian literatur dari berbagai jurnal ilmiah, buku, dan hasil penelitian yang relevan, ditemukan bahwa pola asuh orang tua di era digital memerlukan pendekatan yang lebih adaptif dan responsif terhadap perkembangan teknologi. Salah satu strategi yang banyak direkomendasikan adalah penerapan digital parenting, yaitu pola pengasuhan yang mengintegrasikan pengawasan, pendampingan, dan edukasi dalam penggunaan media digital. Selain itu, komunikasi yang efektif, terbuka, dan berbasis empati menjadi faktor penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara orang tua dan anak. Kolaborasi yang sinergis antara keluarga, sekolah, dan masyarakat juga berperan penting dalam mendukung proses pendidikan karakter secara berkelanjutan.