Azizul Hakim
Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Shaut Al-'Arabiyah

Al-Tasybīh al-Tamṡīlī, al-Tasybīh Gair al-Tamṡīlī, al-Tasybīh al-Ḍimnī, dan al-Tasybīh al-Maqlūb Azizul Hakim
Shaut al Arabiyyah Vol 8 No 2 (2020): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v8i2.17789

Abstract

Tulisan ini membahas kajian balāgah yaitu ilmu tentang retorika dan stilistika bahasa. Balāgah merupakan salah satu dari sekian banyak disiplin ilmu yang dipergunakan untuk menafsirkan ayat-ayat al-Qur’ān. Ilmu Balāgah mencakup bayān, ma‘ānī, dan badī’ yang satu sama lain saling melengkapi sehingga ketiganya penting untuk dipelajari. Pada tulisan ini penulis fokus membahas salah satu kajian ilmu bayān yakni tasybīh khususnya pada pembagian berdasarkan wajh syibh dan keluarnya dari keumuman tasybih.Mengetahui materi ini penting terutama bagi mereka yang suka mengkaji kesusasteraan Arab dan ingin menambah wawasan dalam menafsirkan al-Qur’ān.Masalah pokok yang penulis bahas dalam tulisan ini adalah pengertian tasybīh tamṡīlī, tasybīh gair tamṡīlī, tasybīh ḍimnī, dan tasybīh maqlūb disertai penjelasan kaidah.Kesimpulan dari tulisan ini adalah bahwa tasybih dilihat dari bentuk wajh syibh dibagi menjadi tasybīh tamṡīlī dan tasybīh gair tamṡīlī. Tasybīh tamṡīlī adalah jenis tasybīh dimana wajh syibhnya berupa gambaran yang dirangkai dari keadaan beberapa hal, dan sebaliknya tasybīh gair tamṡīlī adalah jenis tasybīh dimana wajh syibhnya adalah mufrad. Adapun berdasarkan keluarnya dari keumuman tasybīh, tasybīh terbagi menjadi tasybīh maqlūb dan tasybīh ḍimnī. Tasybīh Maqlūb adalah jenis tasybīh yang posisi musyabbahnya dijadikan musyabbah bih, sedangkan tasybīh ḍimnī adalah jenis tasybīh yang keadaan musyabbah dan musyabbah bihnya tidak jelas (implisit).
Pendekatan Sistem Pembelajaran Bahasa Arab Azizul Hakim
Shaut al Arabiyyah Vol 9 No 2 (2021): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v9i2.25177

Abstract

Tulisan ini membahas konsep perencanaan pembelajaran dengan mengkaji pendekatan sistem pembelajaran. Pemahaman konsep pendekatan sistem pembelajaran harus diketahui oleh pengelola pendidikan terutama seorang guru agar dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi proses pembelajaran. Pada tulisan ini penulis fokus membahas pendekatan sistem pembelajaran bahasa Arab.Mengetahui materi ini penting terutama bagi guru atau dosen bahasa Arab sebagai agen pembaharu dalam perencanaan pembelajaran bahasa Arab.Masalah pokok yang penulis bahas dalam tulisan ini adalah pengertian pendekatan sistem,  konsep dan manfaat penerapan pendekatan sistem dalam perencanaan pembelajaran dan penerapan pendekatan sistem pembelajaran bahasa Arab.Kesimpulan dari tulisan ini adalah bahwa pendekatan sistem merupakan cara ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan untuk melakukan berbagai analisis terhadap suatu sistem. Pendekatan sistem pembelajaran terdiri atas proses mengidentifikasi, mengembangkan, dan mengevaluasi dengan tujuan memecahkan masalah-masalah yang dihadapi, menghasilkan rumusan, dan menyusun sistem pembelajaran yang efektif dan efisien. Pendekatan sistem pembelajaran bahasa Arab terbagi 3 yaitu sistem kesatuan, sistem cabang, dan sistem gabungan. Adapun penerapannya masing-masing dipilih oleh lembaga pendidikan tertentu untuk diterapkan sesuai kebutuhan.
Al-Nakirah wa Al-Ma'rifah Azizul Hakim
Shaut al Arabiyyah Vol 10 No 1 (2022): JURNAL SHAUT AL-'ARABIYAH
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa Arab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/saa.v10i1.27049

Abstract

Tulisan ini membahas kajian ilmu Nahu atau gramatika bahasa Arab. Ilmu Nahu merupakan disiplin ilmu bahasa Arab yang mendapat perhatian serius para ulama. Hal itu terbukti dengan banyaknya kajian yang melahirkan sederetan karya monumental. Pada tulisan ini penulis fokus membahas satu dari delapan bagian ism dalam kaidah s}arf. Pembagian dimaksud dari segi kejelasan ism yang terbagi ke dalam 2 bagian yaitu nakirah dan ma‘rifah. Masalah pokok yang penulis bahas dalam tulisan ini adalah pengertian nakirah dan ma‘rifah, macam-macam ma‘rifah serta penjelasan masing-masing dari kata-kata yang tergolong kategori ma‘rifah. Kesimpulan dari tulisan ini bahwa nakirah adalah kata benda yang tidak/belum tertentu. Adapun ma’rifah adalah kata benda yang sudah tertentu (jelas). Nakirah bersifat umum sedangkan ma’rifah bersifat khusus. Ma’rifah itu ada tujuh macam yaitu ism d}ami>r (kata ganti), ism ‘alam (nama tertentu), ism isya>rah (kata tunjuk), ism maus}u>l (kata penghubung), al-mu’arraf bi al-alif wa al-lam (isim yang beralif lam), id}a>fah (kata yang bersandar pada kata yang ma‘rifah) dan muna>da> (kata yang dita‘rif dengan nida>’). Kata-kata yang tergolong ma‘rifah tersebut akan dijelaskan secara rinci dalam pembahasan artikel ini