Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

ANALISIS FAKTOR RISIKO KEJADIAN GIZI KURANG PADA BALITA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KECAMATAN PASARWAJO KABUPATEN BUTON TAHUN 2020 Dwi Prihati Ningsi Ikro; Rini Fitriani; Rosdianah Rahim; Ulfah Rimayanti; Ibrahim Manda
Al-Iqra Medical Journal : Jurnal Berkala Ilmiah Kedokteran Vol 4, No 2 (2021): ILMU KESEHATAN
Publisher : Journal Medical Universitas muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/aimj.v4i2.4951

Abstract

AbstrakStatus gizi adalah ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk variabel tertentu, atau perwujudan dari nutriture dalam bentuk variabel tertentu. Anak yang kekurangan gizi pada usia balita akan tumbuh pendek, dan mengalami gangguan pertumbuhan dan perkembangan fisik, mental dan jaringan otak yang dapat memengaruhi tingkat kecerdasan otak. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor risiko kejadian gizi kurang pada balita di wilayah kerja Puskesmas Pasarwajo Kecamatan Pasarwajo Kabupaten Buton tahun 2020. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder pengukuran BB/U dan kuesioner. Sampel dalam penelitian ini adalah balita berusia 12-59 bulan yang berjumlah 146 sampel kasus dan kontrol dengan perbandingan 1:1. Analisis data menggunakan uji chi square dengan tingkat kemaknaan sig p0,05. Nilai p-value dan OR untuk masing-masing variabel didapatkan tingkat pendidikan ibu p=0,000 dan OR= 2,659, riwayat penyakit infeksi p=0,000 dan OR=9,488, riwayat pemberian ASI eksklusif p=0,000 dan OR=7,083, pendapatan orangtua p=0,000 dan OR=8,449, dan jumlah anak p=0,090 dan OR=1,736.  Kata Kunci : faktor risiko, gizi kurang, balita 
Internuclear Ophthalmoplegia with Ipsilateral Abduction Deficit : Half and Half Syndrome Ulfah Rimayanti; Yunita Yunita; Batari T Umar
Majalah Oftalmologi Indonesia Vol 46 No 1 (2020): Ophthalmologica Indonesiana
Publisher : The Indonesian Ophthalmologists Association (IOA, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35749/journal.v46i1.100024

Abstract

Introduction: Head trauma can often result in the complaint of diplopia. Internuclear ophthalmoplegia (INO) coexists with abduction deficit, introduced as half and half syndrome, is rarely reported. This article presents an INO case with ipsilateral abduction deficit after a head trauma. Methods: A 17-year-old male came with binocular diplopia on horizontal gaze 2 days after a head trauma. Best corrected visual acuity on both eyes was 6/6. Adduction deficit of contralateral gaze appeared in the right eye associated with an abducting dissociated horizontal nystagmus in the left eye. He also had a moderate under-action of abduction on ipsilateral gaze in the right eye. On up gaze, both eyes were found to have vertical nystagmus. Anterior and posterior segments revealed normal, except minimal chemosis on the right eye, no relative afferent pupillary defect. Brain imaging showed lesions in pons mainly on the right side. Results: Improvement of ocular movement was observed in 2 weeks. Diplopia and mild ocular movement limitation were still found after 6 months. Conclusion: Based on ophthalmologic and systemic examinations the patient had internuclear ophthalmoplegia (half) with ipsilateral abduction deficit (half): half and half syndrome. Head trauma is one of the risk factors of ocular motility disorders.
Hubungan Usia dan Paritas dengan Kejadian Perdarahan Postpartum di RSIA Ananda Makassar Tahun 2021 Nurul Hazanah Hamzah; Ulfah Rimayanti; Najamuddin; Rini Fitriani; Azizul Hakim
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.8575

Abstract

Salah satu penyebab utama kematian ibu di Indonesia adalah perdarahan postpartum. Usia ibu dan paritas merupakan dua variabel ibu yang diketahui menambah risiko perdarahan postpartum. Tujuan studi ini adalah untuk mengidentifikasi korelasi antara frekuensi perdarahan postpartum di RSIA Ananda Makassar dengan usia dan paritas ibu yang melahirkan di sana. Dengan menggunakan desain case-control, studi ini menggunakan metode kuantitatif. Dari 196 ibu pascapersalinan yang berpartisipasi dalam penelitian, 98 mengalami perdarahan postpartum dan 98 tidak. Informasi diambil dari riwayat medis 2021 pasien persalinan RSIA Ananda Makassar. Kejadian perdarahan postpartum merupakan variabel dependen, sedangkan usia ibu dan paritas merupakan faktor independen. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square baik dalam analisis bivariat maupun univariat. Perdarahan postpartum terbukti berhubungan secara nyata dengan usia ibu (p < 0,05) dalam temuan penelitian. Selain itu, terdapat hubungan signifikan diantara paritas dan perdarahan postpartum (p < 0,05). Hasil studi ini memperlihatkan kemungkinan terjadinya perdarahan postpartum meningkat seiring bertambahnya usia dan paritas ibu. Mengurangi risiko perdarahan postpartum memerlukan tindakan pencegahan, seperti merencanakan kehamilan pada usia reproduksi yang sehat dan mengatur jumlah serta jarak antar kehamilan dengan tepat.