Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search
Journal : PIONIR: Jurnal Pendidikan

PENGARUH FASILITAS MASJID FATHUN QARIB UIN AR-RANIRY TERHADAP MOTIVASI MAHASISWA UNTUK MELAKSANAKAN SHALAT BERJAMA’AH Ridhwan M. Daud
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v8i1.4593

Abstract

Semua mahasiswa yang belajar di UIN Ar-Raniry adalah beragama Islam dan tujuan utama pendidikannya adalah untuk membangun kepribadian yang islami di samping menjadikannya sebagai sarjana. Oleh karena itu, mahasiswa di UIN Ar-Raniry seharusnya menjadikan masjid sebagai sentral kegiatannya terutama untuk shalat secara berjama’ah. Namun kenyataan sebaliknya, di mana masjid selalu sepi dari kegiatan kemahasiswaan meskipun untuk shalat Zuhur secara berjama’ah, padahal pada masa ini sebagian besar mahasiswa masih atau sedang berada di lingkungan kampus. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa alasan utama mahasiswa kurang termotivasi untuk melaksanakan shalat berjama’ah di masjid Fathun Qarib adalah karena keadaan atau fasilitas masjid yang belum dapat memberikan kemudahan dan rasa nyaman untuk melaksanakan shalat dan beristirahat. Bagi mahasiswa beristirahat sejenak setelah shalat untuk menunggu jam kuliah selanjutnya adalah suatu hal yang penting.
PENDEKATAN PENGEMBANGAN KURIKULUM PENDIDIKAN DI ACEH Ridhwan M Daud
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v9i1.7166

Abstract

Pengembangan suatu daerah harus dimulai dengan pengembangan pendidikan dan pengembangan pendidikan dimulai dari pengembangan kurikulum. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam pengembangan kurikulum adalah pendekatan rekontruksionisme konservatifyaitu peningkatan kualitas hidup suatu masyarakat dengan mencari solusi terhadap masalah-masalah yang paling mendesak yang mereka hadapi. Sedangkan model pengembangan yang dapat pilih adalah model pengembangan yang dikembangkan oleh Hilda Taba yang dimulai dengan melaksanakan percobaan-percobaan, kemudian baru dikembangkan menjadi suatu kurikulum baku untuk dilaksanakan. Aceh sebagai daerah syari’at dalam pengembangan kurikulum ini, nilai-nilai yang terdapat dalam al-Quran dan Hadist harus menjadi falsafah pengembangannya.
SISTEM PENDIDIKAN FINLANDIA SUATU ALTERNATIF SISTEM PENDIDIKAN ACEH Ridhwan M. Daud
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v8i2.6226

Abstract

Jika dilihat dari segi giografis Finlandia adalah sebuah negara Scandinavia di Eropa Utara. Seperempat dari wilayahnya masuk dalam Lingkaran Laut Arktik kutub utara. Oleh karena itu  penduduk negara kecil ini harus mampu memaksimalkan pendayagunaan semua potensi psikologikal dan fisikalnya untuk mempertahankan dan mensejahterakan hidupnya. Negara ini memiliki luas area 338.145 km dengan jumlah penduduk sekitar 5.518.371 jiwa dan menganut falsafah sosialis (Luthrean-komunis). Sebelum tahun 1990 Finlandia menggantungkan pendapatan negaranya pada sektor pertanian, tetapi sekarang Finlandia terkenal sebagai salah satu pusat teknologi dunia. Finlandia mampu menghasilkan siswa yang lebih unggul dibandingkan dengan siswa di Amerika dalam bidang Science dan Matematika. Sebagaimana negara-negara lain di Eropa Finlandia juga menganut paham pragmatis. Pendidikan agama merupakan tanggungjawab orang tua masing-masing. Pemerintah Finlandia tidak memungut biaya pendidikan kepada warga negaranya. Kurikulum inti ditangani oleh komite pelatihan tripartit (pemerintah, dunia industri dan penyelenggara pendidikan dan pelatihan). Pergantian pucuk pimpinan negara tidak merubah kebijakan pendidikan, sehingga apa yang diprogramkan oleh pemegang kekuasaan sebelumnya tentang kebijakan pendidikan dapat terus berjalan. Hasilnya hanya dalam 14 tahun Finlandia menjadi negara dengan pendidikan nomor satu di dunia. Dalam satu kelas terdapat tiga orang guru (dua guru yang fokus pada penyampaian materi, satu orang guru menemani siswa yang masih tertinggal dalam pelajaran). Semua guru wajib bergelar master. Strata satu tidak lagi dibolehkan menjadi guru meskipun di sekolah dasar. Calon guru berasal dari 10 besar mahasiswa di kampusnya yang masih akan disaring dengan lebih ketat. Dalam evaluasi sistem pendidikan Finlandia tidak ada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) seperti di Indonesia, dan juga tidak ada ujian nasional (UAN), tetapi mereka menganut kebijakan “automatic promotion”, naik kelas secara otomatis. Guru selalu siap membantu siswa yang tertinggal sehingga semua naik kelas. Semboyan mereka adalah “Test Less Learn More” (kurangi tes perbanyak belajar). Ukuran kemajuan pendidikan menurut mereka adalah karakter penduduknya bukan pendapatan nasional, kemajuan teknologi dan kekuatan militer. Pemerintah Finlandia menyediakan anggaran 5.200 Euro atau sekitar Rp 70 juta untuk setiap siswa per tahun.
Strategi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Pada Sekolah Lanjutan Menengah Atas Dan Pengaruhnya Terhadap Pembangunan Karakter (Character Building) Ridhwan M. Daud
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v4i2.175

Abstract

Strategi pembelajaran adalah suatu hal yang penting dalam mencapai tujuan pembelajaran. Strategi ini idealnya dipilih sesuai dengan sifat atau karakter materi pelajaran itu sendiri. Pendidikan Agama Islam adalah satu salah mata pelajaran wajib di sekolah lanjutan menengah atas. Tujuan utama mata pelajaran ini adalah untuk membekali siswa dengan nilai-nilai ajaran Islam sehingga anak didik memiliki karakter yang islami. Pendidikan agama memiliki strategi yang tersendiri disamping strategi-strategi yang umum digunakan dalam pembelajaran mata pelajaran lain. Disamping itu pelajaran agama Islam juga memiliki tujuan khusus dalam pembentukan sikap disamping mencerdaskan akal. Sedangkan dalam mengevaluasi keberhasilannya pembelajaran agama Islam juga tidak hanya menilai kemampuan kognitif dan psiokomor saja, tetapi penilaian sikap lebih dipentingkan. Hal dapat dilakukan melalui teknik non test.
UTILIZING MULTIFUNCTIONAL BOARD MEDIA TO IMPROVE STUDENT LEARNING OUTCOMES IN GRADE IV AT MIN 26 ACEH BESAR Narfi, Muhammad Afif; Jarmita, Nida; M. Daud, Ridhwan
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 13, No 3 (2024): PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v13i3.25387

Abstract

The use of appropriate media is a way to overcome and minimize low student achievement. Mathematics is a subject that will certainly feel difficult if taught monotonously. Preliminary study results on March 6, 2023, showed that learning outcomes in class IV-A at MIN 26 Aceh Besar were still low, as indicated by only 6 students (21%) out of 28 achieving scores above 73. Thus, the difficulty of mathematics can be used as a benchmark for low student achievement. This study used Classroom Action Research (CAR) with three cycles, each consisting of four stages: planning, implementation, observation, and reflection. Data was collected through observation and testing, then analyzed using percentage formulas. The instruments used in this study were observation sheets and tests. The results showed an improvement: before entering the cycles, a diagnostic test was conducted with a score of 10.71%, followed by Cycle I with a score of 75%, increasing to 85.71% in Cycle II, and further increasing to 89.28% in Cycle III. Finally, a post-test was conducted, yielding a score of 92.85%. Teacher activity scored 68.18% in Cycle I, increased to 77.08% in Cycle II, and further increased to 87.5% in Cycle III. Student activity results were 60% in Cycle I, increased to 70.90% in Cycle II, and increased to 86.81% in Cycle III. Ultimately, it can be concluded that the use of multifunctional board media can improve student learning outcomes in grade IV.Keywords: Multifunctional Board Media, The Learning Outcomes.
UTILIZING MULTIFUNCTIONAL BOARD MEDIA TO IMPROVE STUDENT LEARNING OUTCOMES IN GRADE IV AT MIN 26 ACEH BESAR Narfi, Muhammad Afif; Jarmita, Nida; M. Daud, Ridhwan
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol. 13 No. 3 (2024): PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v13i3.25387

Abstract

The use of appropriate media is a way to overcome and minimize low student achievement. Mathematics is a subject that will certainly feel difficult if taught monotonously. Preliminary study results on March 6, 2023, showed that learning outcomes in class IV-A at MIN 26 Aceh Besar were still low, as indicated by only 6 students (21%) out of 28 achieving scores above 73. Thus, the difficulty of mathematics can be used as a benchmark for low student achievement. This study used Classroom Action Research (CAR) with three cycles, each consisting of four stages: planning, implementation, observation, and reflection. Data was collected through observation and testing, then analyzed using percentage formulas. The instruments used in this study were observation sheets and tests. The results showed an improvement: before entering the cycles, a diagnostic test was conducted with a score of 10.71%, followed by Cycle I with a score of 75%, increasing to 85.71% in Cycle II, and further increasing to 89.28% in Cycle III. Finally, a post-test was conducted, yielding a score of 92.85%. Teacher activity scored 68.18% in Cycle I, increased to 77.08% in Cycle II, and further increased to 87.5% in Cycle III. Student activity results were 60% in Cycle I, increased to 70.90% in Cycle II, and increased to 86.81% in Cycle III. Ultimately, it can be concluded that the use of multifunctional board media can improve student learning outcomes in grade IV.Keywords: Multifunctional Board Media, The Learning Outcomes.