Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

TERAPI DOODLE ART DALAM UPAYA PENCEGAHAN DEMENSIA VASKULAR Shindi Hapsari; Umi Hani; Widiyaningsih Widiyaningsih
Jurnal Perawat Indonesia Vol. 6 No. 3 (2022): November 2022
Publisher : Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Jawa Tengah.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.776 KB) | DOI: 10.32584/jpi.v6i3.1851

Abstract

Demensia vaskular (vascular dementia/VaD) adalah penyebab demensia terbesar. Insiden gangguan kognitif dan demensia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang mendesak, dan penyakit serebrovaskular seperti stroke seringkali menjadi kontributor utama. Doodle art sebagai bagian dari seni dapat menjadi terapi yang memberikan stimulai sensori dan kognitif bagi klien yang mengalami gangguan neurologis seperti cedera otak, strok, dan tumor otak. Penelitian ini bertujuan untuk menilai efektivitas terapi doodle art terhadap fungsi kognitif pada pasien post-stroke di Semarang. Penelitian ini menggunakan rancangan kuantitatif dengan pendekatan quasi-experimental pre dan post-test tanpa kelompok kontrol. Sampel penelitian ini penderita paska stroke setidaknya dalam 1 tahun terakhir, berusia > 25 tahun dan dapat berkomunikasi. Penelitian diawali dengan skrining awal tekanan darah dan kemandirian. Responden mengikuti terapi doodle art dalam empat kali pertemuan. Setelah intervensi, pengukuran fungsi kognitif dilakukan kembali. Statistik univariat diujikan untuk melihat karakteristik dan fungsi kognitif responden sebelum dna setelah perlakuan. Data tidak berdistribusi normal menggunakan uji Shapiro Wilk, sehingga perbedaan fungsi kognitif sebelum dan setelah perlakuan dianalisis menggunakan Wilcoxon. Terapi doodle art secara signifikan meningkatkan fungsi kognitif responden (p<0,05). Doodle art sebagai bagian dari seni dapat menjadi terapi yang memberikan stimulai sensori dan kognitif bagi klien yang mengalami gangguan neurologis. Terapi seni dirancang untuk menstimulasi fungsi sensori dan motorik untuk mengaktifkan bagian dari otak yang mengakibatkan gangguan neurokognitif. Intervensi secara berkelompok melibatkan proses kelompok dalam kemampuan orientasi lingkungan. Terapi doodle art dapat menjadi rekomendasi dalam upaya pencegahan demensia.   Keywords: Demensia Vaskular, Stroke, Terapi Doodle Art
Child-Rearing by Imprisoned Women: Sadness, Anxiety, and Feelings of Guilt Umi Hani; Agus Setiawan; Poppy Fitriyani
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 24 No 2 (2021): July
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v24i2.1061

Abstract

The number of imprisoned women continues to increase. Imprisonment of women affects them as perpetrators of crime and those who have relationships with and ties to them, such as children. This phenomenological study aims to explore the experience of imprisoned women in Jakarta in playing the role of mother. In-depth interviews were conducted to explore the experiences of seven imprisoned women. Through a thematic content analysis, we identified specific keywords, the results revealing the sadness, anxiety, and feelings of guilt experienced by imprisoned mothers in relation to their child-rearing. Imprisoned mothers also experience difficulties in meeting their children's needs, together with inadequate child-rearing facilities. The situation experienced by imprisoned women influences their family relationships, which can lead to family crises. The results of this study are expected to serve as a reference for professional collaboration between judicial institutions, community nurses, academics, and related parties, increasing the attention paid to imprisoned mothers and children affected by maternal incarceration. Abstrak Pengasuhan Anak oleh Wanita di Penjara: Kesedihan, Kecemasan, dan Perasaan Bersalah. Jumlah wanita yang dipenjara terus mengalami peningkatan. Pemenjaraan bagi perempuan tidak hanya memengaruhi perempuan sebagai pelaku kejahatan, tetapi juga pada subyek yang memiliki hubungan dan ikatan dengan perempuan tersebut, salah satunya adalah anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman wanita yang dipenjara di Jakarta dalam mengasuh anak. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologis. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam terhadap tujuh wanita yang dipenjara. Melalui analisis konten tematis kata kunci yang ditemukan dalam transkrip wawancara disusun dalam kategori, sub tema, dan tema. Hasil penelitian menjelaskan kesedihan, kecemasan dan perasaan bersalah yang dialami oleh ibu yang dipenjara dalam pengasuhan anak. Para ibu yang dipenjara juga mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan anak dan fasilitas pengasuhan anak yang tidak memadai. Situasi yang dialami oleh ibu yang dipenjara memengaruhi hubungan dalam keluarga sehingga menghadapi krisis keluarga. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi untuk kolaborasi profesional antara lembaga peradilan, perawat komunitas, akademisi, dan elemen terkait untuk meningkatkan perhatian bagi ibu dan anak yang dipenjara yang terkena dampak hukuman penjara ibu. Kata Kunci: pemenjaraan, pengasuhan anak, perawat komunitas, perempuan narapidana
Strengthening community empowerment for elderly health service in new normal by Pol-Sadar (Integrated Health Service Post for Elderly) Umi Hani; Fery Agusman Motuho Mendrofa
Journal of Community Empowerment for Health Vol 6, No 2 (2023)
Publisher : Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jcoemph.66506

Abstract

Introduction: Before the pandemic, older people actively participated in an integrated health service post named POSYANDU. This high participation is due to community health workers who understand their role in realizing basic health services. During the pandemic, POSYANDU must be held with attention to developments in the COVID-19 case. Methods: We implemented the online-based service of integrated health posts to provide online health services for older people. This paper explains the participation of elders, family, and community health workers in the revitalization strategies of integrated health service activities for older people during the pandemic. The activities included health assessments via telemedicine (video call), drive-thru services for vital signs assessment and simple lab checks, home visits, and education via WhatsApp as needed. The implementation began in June 2020 and in May 2021 with 184 older people in some places in Central Java, including Semarang City, District of Semarang, and District of Batang. We also worked with teaching volunteers consisting of five community health workers and 19 nursing students in the community. Results: The results of these activities were the findings of health problems experienced by the elderly during the pandemic (depression, hypertension, and joint stiffness), increased knowledge, and physical activity of the elderly group. The 100 older people participated in online exercise activities accompanied by their families. They felt a decrease in complaints of joint stiffness, and 84 older adults participated in health education and exercise activities in open areas by implementing strict health protocols. Most participants said they were satisfied with Pol-Sadar activities as a health service strategy for older people during the pandemic. Conclusion: In conclusion, the online program was effective as a strategy of health services for the elderly, especially during the new normal era, and increased the participation of family and community health workers, but it needs adequate devices to participate.
Intervensi Untuk Meningkatkan Peran Suami dalam Mengsukseskan Pemberian ASI Eksklusif: Literature Review Fhandy Aldy Mandaty; Umi Hani; Wilda Fauzia; Ardhita Listya Fitriani
Jurnal Kampus STIKES YPIB Majalengka Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Kampus STIKes YPIB Majalengka
Publisher : Universitas YPIB Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51997/jk.v8i1.103

Abstract

Suami sebagai sosok yang dapat diandalkan dalam keluarga memiliki pengaruh besar terhadap segala bentuk keberhasilan aktivitas anggota keluarga. Peran suami yang aktif dan positif mendukung ibu dalam memberikan ASI eksklusif dapat meningkatkan kesuksesan pemberian ASI eksklusif. Petugas kesehatan memerlukan intervensi yang tepat untuk meningkatkan peran suami ini. Studi ini bertujuan untuk memberikan gambaran intervensi untuk meningkatkan peran suami dalam mengsukseskan pemberian ASI eksklusif. Pencarian literatur dalam studi ini mengggunakan pencarian electronic data base yaitu Science Direct, EBSCO (MEDLINE & CINAHL) dan Springer . Artikel yang digunakan dalam studi ini diterbitkan dari 2010 sampai 2019, dalam bahasa inggris, full text dan adanya kesesuaian dengan topik. 10 artikel yang dinilai berkorelasi dengan studi diekstraksi dan dianalisis. Strategi berupa pemberian kelas antenal suami-ibu, konseling individu maupun kelompok, dan peer support dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran suami tentang pentingnya menyusui eksklusif. Intervensi tersebut secara signifikan dapat meningkatkan peran aktif suami dalam mengsukseskan pemberian ASI eksklusif. Intervensi edukasi kesehatan dan konseling tentang menyusui maupun kunjungan rumah dapat meningkatkan peran suami yang dalam mengsukseskan pemberian ASI eksklusif.
Media Digital Literacy Program in Improving Parental Mediation Efficacy with Community Nursing Approach Umi Hani; Sonhaji Sonhaji; Clara Novita Anggraini
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2020): November
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v9i2.522

Abstract

The research started with initial screening by filling out a questionnaire on gadgets usage for elementary students. The treatment group (n=35) enrolled in 4 online meeting sessions with seven respondents per small group. In the same research period, the control group (n=35) enrolled in only one big class session about parental mediation. After the intervention, the sample measured the level of maternal self-efficacy. Univariate statistics determined the respondent's characteristics, parental mediation of the use of gadgets in children, and the mother's self-efficacy in parental mediation before and after the program. The data were not normally distributed using the Shapiro Wilk test. Thus differences in maternal self-efficacy before and after treatment were analyzed using Wilcoxon. Simultaneously, differences in self-efficacy between the treatment group and the control group were analyzed using Mann Whitney. Digital media literacy significantly increased mothers' self-efficacy in mediating the use of gadgets by children (p <0.05)
Reminiscence Therapy For Cognitive Improvement and Mood Recovery in Dementia Patients Fery Agusman Motuho Mendrofa; Umi Hani; Ni Nyoman Maryaningtyas Adinatha; Dicky Dwispataru
STRADA : Jurnal Ilmiah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2021): May
Publisher : Universitas STRADA Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30994/sjik.v10i1.671

Abstract

Dementia is a degenerative condition that affects the cognitive function of the elderly. Symptoms of dementia include memory disorders, difficulty finding words, and disturbances in thought processes, personality, or emotional changes so that dementia can cause the elderly to be easily lost or lost. Purpose: This study aimed to determine the effectiveness of reminiscence therapy on cognitive and mood improvement in elderly people with dementia. This study was a quasi-experimental approach. This study used one group pre and post-test design. The study was conducted in October 2019 with a total sampling technique including 30 respondents who met the inclusion and exclusion criteria. The results show that the cognitive function improved after reminiscence therapy (mean of SPMSQ decreased from 5.7 to 3.13). The mood also improved after reminiscence (the mean of mood increased from 57.6 to 77.16). Reminiscence therapy is effective for cognitive and mood enhancement in dementia.