Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kadar Protein pada Produk Substitusi Tepung Mocaf (Cookies, Mi, Brownies, Nugget Ayam) Febi Nurhanifah; Najib Tuisina Naenum; Silviwanda Silviwanda; Zahra Azkia
Journal of Food and Culinary Vol. 3 No. 1 [Juni 2020]
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/jfc.v3i1.3948

Abstract

Tepung mocaf (Modified Cassava Flour) merupakan hasil modifikasi tepung ubi kayu menggunakan Bakteri Asam Laktat (BAL) melalui proses fermentasi. Kandungan protein pada produk pangan berbasis tepung mocaf dapat ditingkatkan dengan menambahkan bahan lain yang berkadar protein tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan alternatif terbaik dalam meningkatkan kadar protein pada produk tersebut. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah literature review dengan jenis analisis deskriptif. Kadar protein yang dihasilkan pada produk olahan mocaf di antaranya yaitu produk cookies mocaf dengan tepung tempe sebesar 9,09±0,22%, pada produk mi mocaf dengan tepung lele sebesar 14,65±0,19%, pada produk brownies dengan tepung koro sebesar 8,73%, dan pada produk nugget ayam dengan penambahan tepung tulang rawan sebesar 18,70%.
Perbandingan Sifat Fisikokimia Pati Tepung Beras, Singkong & Pisang Termodifikasi dengan Ragi (Saccharomycess cerevisiae) Silviwanda Silviwanda; Najib Tuisina Naenum; Novianti Utami Putri; Rianti Mayangsari; Ryandika Trahna Fadilla
EDUFORTECH Vol 8, No 1
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknologi Agroindustri, UPI (Universitas Pendidikan Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edufortech.v8i1.49063

Abstract

Beras, singkong, dan pisang merupakan sumber karbohidrat utama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan sifat fisikokimia tepung singkong, tepung beras, dan tepung pisang melalui modifikasi menggunakan ragi roti Saccharomyces cerevisiae. Metode yang digunakan adalah metode penelitian experimental design yang dilakukan dalam dua tahapan, meliputi pembuatan tepung termodifikasi S. cerevisiae dan karakteristik sifat fisikokimia tepung termodifikasi. Analisis sifat fisikokimia tepung termodifikasi terdiri dari warna, daya kembang, sineresis, suhu gelatinisasi, viskositas, daya ikat air (WHC), dan daya ikat minyak (OHC). Tepung singkong memiliki OHC dan kapasitas kembang paling tinggi sedangkan kemampuan WHC tepung beras, tepung singkong dan tepung pisang tidak berbeda. Tepung beras memiliki kemampuan untuk mencegah sineresis pada suhu kamar dan suhu rendah. Tepung beras, tepung singkong, dan tepung pisang hasil modifikasi memiliki sifat fisikokimia produk yang berbeda sehingga penerapannya pada produk pangan juga berbeda. Tepung beras dapat digunakan pada produk yang membutuhkan stabilitas pada suhu rendah sedangkan tepung singkong dapat digunakan untuk memperbaiki tekstur produk.