Asti Andriyani
Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Surakarta

Published : 7 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PENGARUH BRISK WALKING EXERCISE TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI KLINIK MITRA HUSADA GUNUNGKIDUL Elsa Dwi Astuti; Emy Suryani; Asti Andriyani
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 5 No 2 (2020): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambahan usia pada seseorang juga berpotensi munculnya penyakit yang diakibatkan oleh efek penuaan, salah satunya adalah hipertensi pada lansia. Penyakit hipertensi merupakan salah satu silent killer karena tidak terdapat tanda dan gejala. Salah satu tindakan non-farmakologis untuk menurunkan tekanan darah tinggi adalah dengan aktifitas fisik berupa brisk walking exsecise. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh brisk walking exsecise terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Klinik Mitra Husada, Gunungkidul. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan tipe rancangan one group pretest- posttest design. Populasi dalam penelitian adalah 52 lansia sedangkan sampel penelitian sebanyak 34 responden yang ditentukan dengan purposive sampling. Instrumen penelitian mengunakan data tekanan darah pasien. Metode analisa data menggunakan uji Wilcoxon Rank-test. Hasil penelitian didapatkan tekanan darah sistole lansia pada pengujian sebelum paling banyak 20 responden (57,10%) yang berada pada kategori hipertensi 2 dan setelah paling banyak 25 responden (71,40%) yang berada pada kategori pra hipertensi. Tekanan darah diastole lansia pada pengujian paling banyak 29 responden (82,90%) yang berada pada kategori hipertensi 1 dan setelah paling banyak 30 responden (85,70%) yang berada pada kategori pra hipertensi. Kesimpulan penelitian ini pemberian brisk walking exercise berpengaruh secara signifkan terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Klinik Mitra Husada Gunungkidul.
TINGKAT KECEMASAN DAN PENANGANAN DEMAM PADA BALITA MASA PANDEMI COVID-19 DI KLATEN Asti Andriyani; Lusinta Agustina
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jkmlh.v6i2.2416

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit saluran napas yang ditandai dengan demam. Di masa pandemic COVID-19, orang tua merasa cemasapabila anak mengalami demam dan cenderung melakukan pengobatan secara mandiri terlebih dahulu.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kecemasan dan penanganan demam pada balita masa pandemic COVID-19 di Klaten. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, tehnik sampling purposive sampling , responden berjumlah 58 responden. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner yang diberikan melalui google form.Hasil penelitian ini tingkat kecemasan responden paling banyak adalah cemas sedang sebanyak 47 responden (81 %), penanganan demam paling banyak dilakukan oleh orang tua adalah memberikan obat penurun panas secara mandiri sebanyak 31 responden (53,4 %). Kesimpulan dalam penelitian ini tingkat kecemasan orang tua adalah cemas sedang dan orang tua memilih memberikan obat penurun panas ketika anak demam sebagai alternatif pengobatan demam di masa pandemic COVID-19.
Pengaruh Prenatal Yoga terhadap Kadar Hemoglobin dan Pengurangan Keluhan Fisik pada Ibu Hamil Trimester III Asti Andriyani; Lusinta Agustin
Jurnal MID-Z (MIDWIFERI ZIGOT) Vol 5 No 1 (2022): MAY
Publisher : Universitas Islam Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56013/jurnalmidz.v5i1.1362

Abstract

Changes in the body and psyche are felt by pregnant women and are often considered uncomfortable. One of the efforts to overcome discomfort by doing physical activity is prenatal yoga. 'The benefits of doing 'prenatal yoga' are reduced 'physical complaints and hemoglobin levels' can be increased. The aim is to know the effect of prenatal yoga on hemoglobin levels and the reduction of physical complaints in third trimester pregnant women. Quasi experimental research design (pre experiment) with a pre test and post test design approach. The area of ​​Daleman Tulung Klaten is the research location used. The population is all pregnant women, totaling 61 people and a sample of 20 respondents from the control group and 20 respondents from the treatment group. By purposive sampling. The results showed the effect of prenatal yoga on hemoglobin levels and reduction of physical complaints in third trimester pregnant women
PENGARUH BRISK WALKING EXERCISE TERHADAP TEKANAN DARAH PADA LANSIA DENGAN HIPERTENSI DI KLINIK MITRA HUSADA GUNUNGKIDUL Elsa Dwi Astuti; Emy Suryani; Asti Andriyani
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 5 No 2 (2020): JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN HIDUP
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pertambahan usia pada seseorang juga berpotensi munculnya penyakit yang diakibatkan oleh efek penuaan, salah satunya adalah hipertensi pada lansia. Penyakit hipertensi merupakan salah satu silent killer karena tidak terdapat tanda dan gejala. Salah satu tindakan non-farmakologis untuk menurunkan tekanan darah tinggi adalah dengan aktifitas fisik berupa brisk walking exsecise. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh brisk walking exsecise terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Klinik Mitra Husada, Gunungkidul. Jenis penelitian ini adalah quasi experiment dengan tipe rancangan one group pretest- posttest design. Populasi dalam penelitian adalah 52 lansia sedangkan sampel penelitian sebanyak 34 responden yang ditentukan dengan purposive sampling. Instrumen penelitian mengunakan data tekanan darah pasien. Metode analisa data menggunakan uji Wilcoxon Rank-test. Hasil penelitian didapatkan tekanan darah sistole lansia pada pengujian sebelum paling banyak 20 responden (57,10%) yang berada pada kategori hipertensi 2 dan setelah paling banyak 25 responden (71,40%) yang berada pada kategori pra hipertensi. Tekanan darah diastole lansia pada pengujian paling banyak 29 responden (82,90%) yang berada pada kategori hipertensi 1 dan setelah paling banyak 30 responden (85,70%) yang berada pada kategori pra hipertensi. Kesimpulan penelitian ini pemberian brisk walking exercise berpengaruh secara signifkan terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di Klinik Mitra Husada Gunungkidul.
TINGKAT KECEMASAN DAN PENANGANAN DEMAM PADA BALITA MASA PANDEMI COVID-19 DI KLATEN Asti Andriyani; Lusinta Agustina
Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup Vol 6 No 2 (2021): Jurnal Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan Hidup
Publisher : UNIVERSITAS SARI MUTIARA INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51544/jkmlh.v6i2.2416

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit saluran napas yang ditandai dengan demam. Di masa pandemic COVID-19, orang tua merasa cemasapabila anak mengalami demam dan cenderung melakukan pengobatan secara mandiri terlebih dahulu.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat kecemasan dan penanganan demam pada balita masa pandemic COVID-19 di Klaten. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, tehnik sampling purposive sampling , responden berjumlah 58 responden. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner yang diberikan melalui google form.Hasil penelitian ini tingkat kecemasan responden paling banyak adalah cemas sedang sebanyak 47 responden (81 %), penanganan demam paling banyak dilakukan oleh orang tua adalah memberikan obat penurun panas secara mandiri sebanyak 31 responden (53,4 %). Kesimpulan dalam penelitian ini tingkat kecemasan orang tua adalah cemas sedang dan orang tua memilih memberikan obat penurun panas ketika anak demam sebagai alternatif pengobatan demam di masa pandemic COVID-19.
Hubungan Indeks Massa Tubuh Dengan Sindrom Premenstruasi Pada Remaja Putri Asti Andriyani
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 7 No. 3 (2022): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v7i3.250

Abstract

Perkembangan remaja ditandai dengan adanya kematangan seksual yaitu terjadinya menstruasi. Salah satu hal yang berkaitan erat dengan menstruasi adalah asupan makan pada seorang remaja yang kurang atau berlebih sehingga akan menyebabkan remaja memiliki Indeks Massa Tubuh kurang/berlebih. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya Sindrom Premenstruasi yang beruapa sekumpulan gejala fisik maupun psikis yang terjadi sebelum atau beberapa hari setelah haid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Sindrom Premenstruasi pada remaja. Rancangan dalam penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah remaja putri yang berjumlah 57 responden dengan tehnik sampling yaitu purposive sampling. Instrumen penelitian ini menggunakan kuesioner dan pengukuran nyeri dengan skala NRS. Alat yang digunakan dalam pengukuran Berat Badan menggunakan timbangan dan untuk mengukur Tinggi Badan menggunakan Microtoice. Analisis bivariat dalam penelitian ini menggunakan uji statistik Kendall’s Tau. . Hasil penelitian didapatkan nilai P-value 0,015 (0,015 < 0,05) sehingga terdapat hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan Sindrom Premenstrusi. Nilai koefisien korelasi 0,311 yang berarti hubungan antara variable Indeks Massa Tubuh dengan Sindrom Premenstruasi adalah cukup dengan arah hubungan positif yang berarti searah. Kesimpulan terdapat hubungan antara Indeks Massa Tubuh dengan Sindrom Premenstrusi
Pendidikan Kesehatan Tentang Anemia dan Stunting Pada Ibu Hamil Asti Andriyani; Kuswati Kuswati
Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 5 (2023): Kolaborasi: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/kolaborasi.v3i5.310

Abstract

Introduction: Anemia during pregnancy is a public health problem, especially in developing countries, and is associated with poor pregnancy outcomes. During pregnancy, iron deficiency anemia adversely affects maternal and fetal well-being and is associated with increased fetal morbidity and mortality. Affected mothers often experience difficulty breathing, fainting, fatigue, heart palpitations, and difficulty sleeping. They also have an increased risk of developing perinatal infections, pre-eclampsia, and bleeding. Babies whose birth weight is less than 2,500 grams will carry the risk of death and impaired child growth, including the risk of being stunted if not handled properly. Objective: This activity aims to increase pregnant women's knowledge about anemia and stunting so that pregnant women can have a healthy pregnancy. Methods: Health education activities about anemia and stunting were given to pregnant women in Joton Keboarum village, Klaten. This activity began with a coordination meeting with the village midwife regarding the implementation of providing anemia and stunting health education. The media used is material in the form of Power Point, which is provided with the help of an OHP. Results: The most knowledge of pregnant women before being given counseling was poor knowledge, as many as 9 pregnant women (69.2%), while the knowledge of pregnant women after being given counseling was mostly good knowledge, as many as 11 pregnant women (84.6%). Conclusion : there was an increase in knowledge about anemia and stunting after being given health education