p-Index From 2021 - 2026
0.983
P-Index
This Author published in this journals
All Journal JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Abd. Haji Amahoru
Unknown Affiliation

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Analisis Posisi Astronomis (Lintang dan Bujur) Terhadap Perbedaan Awal Waktu Shalat di Provinsi Maluku Abd. Haji Amahoru; Sri Rahmadani Pulu
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 12 No 1 (2022): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v12i1.540

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis derajat lintang dan bujur suatu tempat untuk mengetahui perbedaan awal waktu shalat pada beberapa lokasi di Provinsi Maluku. Variabel penelitian yang diamati dalam penelitian ini meliputi: a) Lintang Tempat; b) Bujur Tempat; c) Awal Waktu Shalat Fardhu. Derajat lintang dan bujur dari setiap lokasi diperoleh dengan menginput nama lokasi tinjauan pada Open Street Map, dimasukan ke persamaan matematis untuk proses perhitungan. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat perbedaan nilai lintang dan bujur tempat pada setiap lokasi yang ada di Provinsi Maluku. Hal itu menunjukan bahwa meskipun berada pada wilayah zona waktu yang sama yaitu GMT +9 dengan deklinasi matahari yang relatif sama, setiap daerah memiliki letak astronomis yang sangat mempengaruhi perbedaan nilai awal waktu shalat pada setiap lokasi. Jadwal waktu shalat sebaiknya dibuat berbasis kabupaten atau kota atau daerah masing-masing dengan menggunakan data astronomis yang terbaru dan bersifat realtime. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa setiap lokasi memiliki derajat lintang dan bujur tempat yang berbeda. Hasil itu mengakibatkan awal waktu shalat fardhu pada setiap lokasi tidak sama persis. Dengan demikian jadwal waktu shalat di kota ambon yang selama ini digunakan sebagai patokan untuk daerah lain di Provinsi Maluku harus ditinjau kembali relevansinya.
Pemetaan Data Astronomi untuk Mengidentifikasi Pergeseran Arah Kiblat Masjid di Pulau Ambon Abd. Haji Amahoru; Sri Rahmadani Pulu
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 1 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v13i1.848

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan memetakan data astronomi untuk mengidentifikasi pergeseran arah kiblat pada masjid di Pulau Ambon. Variabel yang diamati dalam penelitian ini berupa data astronomikal yang meliputi: a) Lintang Masjid; b) Bujur Masjid; c) Lintang Ka’bah; d) Bujur Ka’bah; e) Arah Utara Sejati; f) Arah Bangunan Masjid; g) Azimuth arah kiblat; h) Pergeseran arah kiblat. Data derajat lintang dan bujur masjid diperoleh dengan bantuan google maps. Data arah bangunan masjid diperoleh dengan berpatokan pada arah utara sejati menggunakan kompas bidik prisma. Seluruh data hasil pemetaan kemudian dianalisis dengan persamaan trigonometri segitiga bola untuk menghitung azimuth arah kiblat sehingga jika terdapat perbedaan dengan nilai azimuth arah bangunan masjid, maka pergeseran derajat arah kiblat dari masjid tersebut dapat diketahui dengan akurat. Hasil pemetaan menunjukan bahwa terdapat perbedaan antara azimuth arah kiblat (QUTSB) dengan azimuth arah bangunan (M). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat pergeseran kiblat pada beberapa masjid di Pulau Ambon dengan besar sudut pergeseran yang bervariasi sesuai dengan lokasinya. dimana arah kiblat dari pulau ambon bukanlah ke arah barat, melainkan diantara arah barat dan barat laut (±21,5o dari arah barat ke utara).
Analisis Miskonsepsi Mahasiswa pada Pembelajaran IPA menggunakan Tes Diagnostik Multiple Choice Berbantuan CRI (Certainty of Response Index) Sri Rahmadani Pulu; Abd. Haji Amahoru
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 13 No 2 (2023): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v13i2.1039

Abstract

Miskonsepsi adalah konsep yang salah dan menyimpang dari konsep yang sebenarnya. Miskonsepsi muncul karena adanya konsep yang tidak sesuai dengan konsep ilmiah para ahli. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi mahasiswa pada pembelajaran IPA (fisika) konsep fluida statis menggunakan tes diagnostik multiple choice berbantuan CRI (Certainty of Response Index). Untuk mengetahui penyebab miskonsepsi pada pemahaman mahasiswa digunakan metode CRI. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Penelitian dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan IAIN Ambon. Peneliti menggunakan teknik Purposive Sampling dalam memilih sampel penelitian. Subjek penelitian adalah 30 mahasiswa semester VI dan Semester VIII yang telah lulus matakuliah pembelajaran IPA dengan rata-rata nilai hasil belajar yang tinggi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah soal tes multiple choice berbantuan CRI dan lembar wawancara. Hasil analisis data menunjukan bahwa hampir pada setiap konsep fluida statis terdapat mahasiswa yang mengalami miskonsepsi. Rata-rata Miskonsepsi pada konsep tekanan hidrostatis dan hukum sebesar 68,57% dan miskonsepsi pada konsep hukum Archimedes sebesar 68.33%. Aspek penyebab miskonsepsi Mahasiswa adalah cara belajar, kemampuan mahasiswa, minat belajar dan metode mengajar. Perlu dilakukan reduksi miskonsepsi dengan menggunakan strategi pembelajaran yang cocok.
Analisis Citra Visual Fase-Fase Bulan dalam Tinjauan Sistem Koordinat Bola Langit Abd. Haji Amahoru; Ashari Bayu Prasada Dulhasyim; Sri Rahmadani Pulu
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol 14 No 1 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i1.1492

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan mengamati dan merekam citra digital dari setiap fase bulan yang tampak di langit maluku, kemudian dilakukan analisis citra visual berdasarkan sistem koordinat bola langit. Variabel yang diamati dalam penelitian ini berupa data visual dan parameter astronomi yang meliputi: a) Fase Bulan; b) Fraksi Iluminasi Bulan; c) Ketinggian Bulan; d) Ketinggian Matahari; e) Umur bulan; f) Azimuth Bulan; dan g) Azimuth Matahari. Data utama berupa bentuk fase-fase bulan didapatkan dari hasil pemotretan menggunakan kamera lapangan SONY DSC-H300. Data citra visual yang diperoleh pada setiap fase kemudian dianalisis berdasarkan sistem koordinat bola langit yang memberikan hasil berupa data realtime dan gambaran dari bulan dan matahari pada koordinat bola langit yang mempengaruhi terbentuknya fase-fase bulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap kali bulan teramati pada fase tertentu maka bulan selalu berada pada ketinggian yang berbeda di atas horizon. Saat fase purnama terjadi, nilai fraksi iluminasi mendekati 100% dengan nilai selisih azimuth antara bulan dan matahari mencapai 180o dan umur bulan mencapai 14-15 hari. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perubahan bentuk visual pada setiap fase-fase bulan yang kita amati dari bumi diakibatkan oleh perubahan ketinggian, azimuth serta parameter astronomis lainnya yang dimiliki bulan dan matahari dalam kerangka koordinat bola langit sehingga hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai rujukan untuk menganalisis dan memahami mekanisme perubahan bentuk dari setiap fase bulan, sehingga fase-fase bulan tidak hanya dipandang sebatas fenomena alam yang indah, melainkan dapat dipahami sebagai suatu peristiwa sains yang komprehensif.
Analisis Citra Visual Fase-Fase Bulan dalam Tinjauan Sistem Koordinat Bola Langit Abd. Haji Amahoru; Ashari Bayu Prasada Dulhasyim; Sri Rahmadani Pulu
JURNAL PENDIDIKAN MIPA Vol. 14 No. 1 (2024): JURNAL PENDIDIKAN MIPA
Publisher : Pusat Publikasi Ilmiah, STKIP Taman Siswa Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37630/jpm.v14i1.1492

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan mengamati dan merekam citra digital dari setiap fase bulan yang tampak di langit maluku, kemudian dilakukan analisis citra visual berdasarkan sistem koordinat bola langit. Variabel yang diamati dalam penelitian ini berupa data visual dan parameter astronomi yang meliputi: a) Fase Bulan; b) Fraksi Iluminasi Bulan; c) Ketinggian Bulan; d) Ketinggian Matahari; e) Umur bulan; f) Azimuth Bulan; dan g) Azimuth Matahari. Data utama berupa bentuk fase-fase bulan didapatkan dari hasil pemotretan menggunakan kamera lapangan SONY DSC-H300. Data citra visual yang diperoleh pada setiap fase kemudian dianalisis berdasarkan sistem koordinat bola langit yang memberikan hasil berupa data realtime dan gambaran dari bulan dan matahari pada koordinat bola langit yang mempengaruhi terbentuknya fase-fase bulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa setiap kali bulan teramati pada fase tertentu maka bulan selalu berada pada ketinggian yang berbeda di atas horizon. Saat fase purnama terjadi, nilai fraksi iluminasi mendekati 100% dengan nilai selisih azimuth antara bulan dan matahari mencapai 180o dan umur bulan mencapai 14-15 hari. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa perubahan bentuk visual pada setiap fase-fase bulan yang kita amati dari bumi diakibatkan oleh perubahan ketinggian, azimuth serta parameter astronomis lainnya yang dimiliki bulan dan matahari dalam kerangka koordinat bola langit sehingga hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai rujukan untuk menganalisis dan memahami mekanisme perubahan bentuk dari setiap fase bulan, sehingga fase-fase bulan tidak hanya dipandang sebatas fenomena alam yang indah, melainkan dapat dipahami sebagai suatu peristiwa sains yang komprehensif.