Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

CROWDFUNDING DALAM PANDANGAN NEGARA KESEJAHTERAAN: DAMPAK REVOLUSI INDUSTRI 4.0 DAN COVID-19 TERHADAP PROGRAM PERLINDUNGAN SOSIAL Nur Muhammaditya; Bunga Pertiwi Tontowi Puteri; Rahmalia Rifandini
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.567 KB) | DOI: 10.38043/jids.v5i1.2933

Abstract

Kajian ini bertujuan menawarkan solusi pandangan negara kesejahteraan terhadap crowdfunding sebagai sebuah platform big data PMKS mengoptimalkan program perlindungan sosial. Revolusi Industri 4.0 dan pandemi Covid-19 secara sistemik, membawa perubahan program perlindungan sosial dalam bentuk big data terintegrasi dari pemerintah pusat sampai daerah dan mempercepat arus perubahan. Sementara beban Kemensos dalam program perlindungan sosial begantung pada struktur APBN yang mempunyai keterbatasan anggaran. Program Keluarga Harapan (PKH) sebagai alat intervensi pemerintah menjembatani program perlindungan sosial yang terkoneksi dengan data kesehatan, pendidikan, dan layanan sosial perlu beradaptasi dengan perubahan. Dengan menggunakan soft system dynamic methodology (SSDM), pendekatan negara kesejahteraan melalui konsep crowdfunding, dapat memperluas cakupan penerima layanan perlindungan sosial serta mempertajam ketepatan sasaran penerima yang dikelola terintegrasi dengan big data. Peneliti melakukan analisis customers, actors, transformation process, worldview, owners, dan environmental constraints CATWOE dan menggunakan aplikasi Vensim. Hasil pengolahan data berupa diagram kausalitas (CLD) sistem berpikir menggambarkan kondisi sebenarnya terhadap perbandingan kausalitas sistem berpikir seharusnya. Kata Kunci: Perubahan Sosial Ekonomi, Pembangunan, Jalur Lintas Selatan
DIGITAL TRANSFORMATION DIVERGENCE OF MANAGEMENT ITEM BANK FACING THE ERA OF SOCIETY 5.0 Nur Muhammaditya; Sudarsono Hardjosoekarto
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v6i1.1893

Abstract

Artikel ini bertujuan menganalisis divergensi aktor-individual dalam pengelolaan bank soal digital menghadapi kebutuhan pemanfaatan big data pada masyarakat era 5.0. Kompleksitas divergensi tata kelola organisasi dilihat dari pendekatan berpikir sistem dimulai dari identifikasi permasalahan, pembuatan model konseptual, serta usulan yang berbasis tindakan secara menyeluruh dari setiap pemangku kepentingan. Ragam metode berpikir sistem yang digunakan berupa Soft Systems Methodology untuk menjawab pertanyaan penelitian yang menganalisis secara keseluruhan pemikiran, perkataan, dan tindakan pemilikmasalah. Hasil dari pendekatan sistem menunjukkan, transformasi digital di dalam pengelolaan bank soal mengalami hambatan ketercapaian pemanfaatan big data karena adanya divergensi institusional berupa hibridasi tata kelola administrasi publik yang disebabkan oleh mekanisme power, attraction, dan mimesis. Solusi yang dapat dilakukan dalam mendorong percepatan transformasi digital pertama terletak pada aspek power di level makro perlu adanya tata ulang aturan kelembagaan tranformasi digital yang terarahdan spesifik. Kedua pada aspek attraction perlu adanya penguasaan kompetensi bahasa pemrograman, data base enginering, dan data mining di setiap pegawai yang terlibat. Ketiga, pada aspek mimesis, organisasi dapat merujuk pada praktik terbaik keberhasilan organisasi lain. Kesimpulan penelitian menunjukkan terdapat dua belas aktivitas divergensi aktorindividual yang menyebabkan hibridasi administrasi publik dan empat di antaranya mendukung perwujudan tranformasi digital. This article aims to analyze the divergence of individual actors in managing digital item banks in facing the needs of using big data in the 5.0 eras. The complexity of divergence in organizational governance captured from the systems thinking approach starting from the problems of making, conceptual models, and based on the overall actions of each stakeholder. Various systems thinking methods are used in the form of Soft Systems Methodology to answer research questions that analyse the overall thoughts, words, andactions of the problem owner. The results of the systems approach show that digital transformation in bank management is experiencing obstacles to achieving the use of big data due to institutional divergences in the form of hybridization in public administration governance caused by power, attractiveness and mimesis. The solution that can be done in encouraging the acceleration of the first digital transformation lies in the aspect of power at the macro level, there is a need for a directed and specific restructuring of the digitaltransformation institutional rules. Second, in the aspect of attraction, it is necessary to master the competence of programming languages, database techniques, and data mining for every employee involved. Third, in the mimetic aspect, organizations can refer to the best practices of other organizations’ success. The conclusion of the study shows that there are twelve individual actor-divergent activities that cause hybridization of public administration and four support the realization of the digital transformation.