Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Teori Emanasi dalam Hubungannya dengan Sains: Modern Sebuah Kajian Kritis muhaemin latif
AL-Fikr Vol 20 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Filsafat Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Landasan filosofis dari konsep emanasi adalah keinginan untuk menghindarkan Tuhan dari alam yang pluralis dalam rangka memurnikan keesaan Tuhan dari segala hal yang material. Gagasan dasar Islam tentang Tuhan adalah Keesaan-Nya, penciptaan oleh-Nya dari ketidakadaan dan ketergantungan semua ciptaan kepada-Nya. Menurut Al-Kindi, Tuhan adalah yang benar dan tinggi serta dapat disifati hanya dengan sebutan-sebutan yang negatif, seperti Tuhan bukan materi, tidak berbentuk, tidak berjumlah. Untuk membuktikan keesaan Tuhan berikutnya datang al-Farabi dengan teori emanasinya, menurutnya bahwa alam ini memancar dari Tuhan dengan melalui akal-akal yang jumlahnya sepuluh.
MEMBINCANG ULANG TEOLOGI ISLAM KLASIK DALAM DUNIA KONTEMPORER Muhaemin Latif
Aqidah-ta: Jurnal Ilmu Aqidah Vol 5 No 1 (2019)
Publisher : Prodi Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.973 KB) | DOI: 10.24252/aqidahta.v5i1.10059

Abstract

Artikel ini memperbincangkan potret teologi Islam klasik dalam konteks dunia kontemporer. Tiga paham teologi yang menjadi tema sentral dalam artikel ini adalah jabariah, muktazilah dan ahlu as-sunnah wa al-jamaah. Ketiga-tiganya telah mewarnai sejarah peradaban Islam mulai dari Bani Umayyah sampai pada Bani Abbasiah. Jabariah telah menjadi mazhab resmi pada masa kekhalifahan Bani Umayyah, sementara muktazilah dan ahlu as-sunnah wa al-jamaah telah mewarnai kejayaan dan keemasan Bani Abbasiah. Salah satu problem mendasar yang ditemukan dalam penelitian ini adalah eksistensi teologi Islam klasik yang belum bisa menjawab problematikan kekinian. Teologi Islam klasik masih berkutat pada persoalan-persoalan normative seperti dosa besar, surga dan neraka, belum membuka diri pada issu-issu yang terkait dengan sosial kemasyarakatan seperti kemiskinan, kelaparan, serta ketidakadilan. Artikel ini merekomendasikan perlunya rekonstruksi terhadap bangunan teologi Islam dengan mendekatkan pada soal-soal riil yang terjadi di tengah-tengah masyarakat.
KONSEP PLURALISME DALAM TASAWUF FALSAFI Daud, Amiril Mueminin; Muhammad Amri; Muhaemin Latif
Living Islam: Journal of Islamic Discourses Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/lijid.v6i1.3891

Abstract

Uniting Allah swt is one of the obligatory foundations in Islam. Therefore, Islamic scholars flocked to look for a valid concept of the oneness of Allah when faced with the plurality of things that can be sensed by humans, be it the sun, moon, mountains, trees, animals, to the plurality of humans themselves. As one of the colors of Islam, Sufism was also present to develop the concept of monotheism. Which is filled with debates between the pros and cons to this day. His understanding that looks eccentric/anti-mainstream is often in the spotlight. So that not a few Sufi figures were excommunicated, imprisoned, tortured and killed. Concepts such as fana', baqa', ittihad, Hulul, Wihdat al-Manifest, Nur Muhammad to the limits of the Ahlu Sunnah wal Jama'ah madhhab in Sufism are intellectual and cultural properties that were inherited by the previous Sufis to the generations of Islam after them. Therefore, this research is a library research, which tries to answer questions about the Sufism concept of the plurality of beings and the oneness of The Creator.